Talkesports

Akun Pemain Terkena Banned Saat Leipzig Major, Kok Bisa?

Dota 2

Leipzig Major saat ini telah masih berlangsung dan sampai di babak playoff. Tiba-tiba di tengah turnamen, kejadian aneh menimpa oleh pemain dari salah satu tim peserta yang akunnya ditangguhkan oleh Valve. Pemain tersebut diklaim telah menunjukkan perilaku toxic, yang mana tidak dibenarkan dalam Dota 2 profesional.

Bukan hal yang baru bagi seorang pemain Dota 2 pro ketika akun mereka dicekal setelah pertandingan. Ini karena banyak orang yang melaporkan akun tersebut, terlepas dari bagaimana pertandingan pro dimainkan. Tetapi, hal semacam itu biasanya tidak terjadi selama turnamen sedang berlangsung.

Dreamhack

Baru-baru ini ada kejadian mengejutkan dialami oleh tim Fnatic ketika sedang berlatih untuk pertandingan di Leipzig Major. Pelatih tim Fnatic, Lee “SunBhie” Jeong-jae mengunggah sebuah video yang menunjukkan akun salah satu pemainnya ditangguhkan. Dia adalah Nuengnara “23savage” Teeramahanon.

Pemain muda asal Thailand itu tampaknya terkena dampak kampanye Valve untuk menghukum pemain Dota 2 yang toxic. Parahnya, dalam keterangan penangguhan tersebut 23savage menerima hukuman selama 18 tahun. Diduga akunnya mendapat banyak laporan tentang berlebihan, gagal bersiap atau meninggalkan permainan.

Larangan itu terjadi dalam salah satu sesi latihan Fnatic ketika mereka sedang mempersiapkan seri melawan Team Secret. Akibatnya, persiapan mereka pun terhambat akibat masalah ini.

Dreamhack

Posting SunBhie menampilkan halaman ringkasan akun 23savage di monitor saat ia mengarahkan mouse ke tombol Find Match. Karena penangguhan ini, pelatih mencatat bahwa peringkat Immortal-nya yang menunjukkan berada di peringkat 1.000 teratas telah dihapus.

Pada keterangannya, klien Dota 2 mencantumkan informasi bahwa 23savage dihukum sampai 19 Januari 2038. SunBhie dan seluruh tim Fnatic pun menertawakan situasi yang sangat jarang terjadi ini.

Beruntung bagi 23savage dan timnya, karena masalah ini terjadi selama acara yang disponsori oleh Valve. Dengan begitu, waktu penyelesaian untuk mendapatkan kembali akunnya bisa dilakukan dengan cepat. Jika bukan acara resmi Valve, maka mungkin itu dapat berdampak buruk terhadap kinerja tim di pertandingan berikutnya.

youtube

Hukuman hingga 19 Januari 2038 bukan hanya dialami oleh 23savage, namun ternyata juga akrab bagi banyak pemain Dota lainnya. Pasalnya, ini adalah tanggal yang sama persis dengan yang diberikan kepada beberapa pemain setelah adanya perubahan peraturan.

Kebanyakan kasus terjadi selama pembaruan matchmaking bulan September lalu. Adapun perubahan tersebut memperpanjang larangan mencakup tiga hal, yaitu:

  • pemain dengan skor perilaku yang rendah,
  • pemain yang melanggar ToS pembelian dan penjualan akun,
  • penggunaan eksploit untuk mendapat keuntungan dari pemain lain.

Hukuman penangguhan akun berdurasi 20 tahun ini telah menjadi pembicaraan hangat di komunitas Dota 2. Dengan cepat ditemukan bahwa satu-satunya alasan yang membuat tanggal itu muncul adalah tentang batas nilai numerik. Sebenarnya, para pemain itu mendapatkan hukuman seumur hidup dari online matchmaking.

Tidak jelas persis mengapa hal ini dialami oleh 23Savage ketika menjalani turnamen Valve Major. Tetapi, situasi serupa juga terjadi pada dua pemain TNC Predator di turnamen Leipzig. Pemain TNC, Kim “Gabbi” Villafuerte dan Timothy “Tims” Randrup menerima pemberitahuan yang sama.

Menurut informasi terbaru dari VPEsports, saat ini penangguhan akun 23savage, Gabbi dan Tims telah dipulihkan oleh Valve. Masalah ini diduga terjadi karena kesalahan teknis.

Bisa jadi karena banyak pemain Dota yang melaporkan secara massal akun pemain pro terkait. Penyebab aslinya masih belum ditemukan, tetapi ini menjadi masalah yang seharusnya tidak terjadi terutama selama acara besar seperti Leipzig Major.

Leave a Reply