Dota 2

Invictus Gaming Pun Tak Tampil di ESL One Hamburg 2019

ESL One Hamburg 2019 adalah kompetisi bagi para player professional Dota 2 yang akan diselenggarakan dengan meriah. Ajang ini menghadirkan tim besar Dota 2  sebagai partisipannya agar kemeriahan semakin terasa. Permainan berkelas dari skill individu yang dikombinasikan dengan kerja sama tim akan jadi tontonan epic pada kompetisi ini. Kerennya lagi, kompetisi ini punya prize pool yang nominalnya cukup besar untuk hadiah kejuaraan esports.

Meskipun banyak komunitas yang ingin menyaksikan ajang kompetisi ini, sayangnya partisipan punya pandangan lain. Melansir dari Revivaltv, beberapa tim yang jadi partisipan dalam ajang kompetisi ini ada yang terpaksa harus mundur. Bukan karena mereka gentar menghadapi tim lain yang jadi partisipan, namun karena alasan lain yang lebih urgent. Masalah yang lebih urgen tersebut adalah pengurusan Visa yang sepertinya jadi kendala inti disini.

Sebelumnya, tersebar kabar bahwa Geek Fam yang jadi salah satu tim partisipan di kejuaraan ini malah mengundurkan diri. Alasannya karena masalah pengurusan Visa yang memakan durasi serta trouble lain yang dianggap jadi penghalang. Tentu ini bukan lah kemauan Geek Fam yang harus mundur tiba-tiba dari ajang kompetisi ESL One Humberg 2019. Pasalnya, Geek Fam sudah berjuang keras untuk bisa mengikuti ajang kompetisi ini dan tidak mungkin melepaskannya begitu saja.

Senasib dengan Geek Fam, Invictus Gaming pun punya nasib yang serupa karena tidak bisa mengikuti kompetisi ini. Alasannya pun sama karena pengurusan Visa yang memakan durasi serta trouble lain yang belum bisa ditanggulangi. Mereka kecewa dan sedih karena sudah berjuang sejauh ini tapi malah harus mundur dan digantikan oleh partisipan lain. ESL selaku pihak penyelenggara kompetisi ini memilih tim Wind and Rain sebagai partisipan pengganti Invictus Gaming.

Banyak komunitas Dota 2 yang menyayangkan kenapa masalah ini harus terjadi di kompetisi besar sekelas One Hamburg. Terlebih, para komunitas Dota 2 yang jadi penggemar berat dari tim Geek Fam dan Invictus Gaming. Komunitas Dota 2 berharap agar pihak penyelenggara kompetisi bisa memfasilitasi segala keperluan partisipan untuk kedepannya. Supaya hal-hal yang seperti ini tidak terjadi lagi dan tidak mengundang rasa kecewa sebagian komunitas Dota 2.

Ajang kompetisi ini pun akan dilangsungkan pada tanggal 25 hingga 27 Oktober 2019 dan mempertemukan 12 tim. Mengingat durasi penyelenggaraannya masih beberapa hari lagi, tidak menutup kemungkinan ada lagi partisipan yang mundur. Jika ada lagi partisipan yang mundur, bisa jadi kendalanya akan serupa dengan Geek Fam dan Invictus Gaming. Jika pihak penyelenggara menunjuk tim lain yang bisa menggantikannya, maka semakin banyak komunitas Dota 2 yang kecewa.

Ajang kompetisi ini punya total prize pool sebesar US$300,000 yang termasuk salah satu prize pool terbesar. Jika dikonversikan dalam mata uang Indonesia, maka nominalnya kisaran Rp4,2 miliar. Bayangkan, betapa kecewanya tim partisipan yang tidak jadi ikut kompetisi ini hanya karena masalah pengurusan Visa. Ditambah lagi, kekecewaan dari para fans dari tim yang tidak jadi tampil pada kejuaraan tersebut.

ESL One Hamburg 2019 adalah ajang kompetisi besar yang kali ini mencatat kekecewaan komunitas Dota 2. Tak hanya itu, tima yang mundur atau tak bisa tampil karena masalah pengurusan Visa pun juga ikut kecewa. Semoga saja, di ajang kompetisi selanjutnya, pihak penyelenggara punya solusi yang tepat untuk menanggulangi ini. Tapi menurut Anda, siapakah yang patut disalahkan atas kekecewaan yang terjadi?

Leave a Reply