youtube
Dota 2

Lanjutan Dota Summit 11, iG dan Chaos ke Grand Final

Invictus Gaming selamat dari pertandingan sulit melawan HellRaisers dalam lanjutan Dota Summit 11. Berikutnya, mereka menghadapi Chaos Esports Club. Namun ternyata Chaos tak mampu memberi perlawanan yang lebih sengit, sehingga iG bisa melenggang terelbih dahulu ke grand final.

Dilansir dari dotesports, duo dinamis Jin “flyfly” ‘Zhiyi dan Zhou “Emo” Yi sekali lagi membuat Arif “MSS” Anwar kesulitan. Chaos mencoba menjalankan kembali strategi awal yang sempat sukses dengan Quinn “CCnC” Callahan dan Jonáš “SabeRLight-“ Volek. Tetapi mereka hanya terlihat bagus dalam babak pembuka saja.

youtube

Kedua kubu telah sama-sama memberikan perlawanan yang solid lain sejak awal. Permainan pun sempat menemui jalan buntu dengan trading hands sebanyak tiga kali dalam 20 menit pertama. Hingga sekitar 30 menit, sepertinya Chaos akan mampu mempertahankan keunggulan mereka.

Tetapi iG akhirnya melakukan aksi mereka pada waktu yang tepat. Mereka menggabungkan flyfly, Emo dan Thiay “JT-“ Jun Wen untuk benar-benar menghancurkan lawannya.

Game kedua dimulai, dan kembali menunjukkan persaingan ketat. Chaos sempat memegang jalannya permainan dengan keunggulan selama 15 menit pertama. Tetapi, menempatkan Yawar “YawaR” Hassan di Gyrocopter tidak cukup untuk menstabilkan kombo Outworld Devourer.

youtube

Faktanya, itu adalah target besar bagi Faceless Void dari flyfly untuk memasang Zeus dan Emge. Dikombinasikan dengan Hu “Kaka” Liangzhi yang memainkan Invoker dengan sangat solid, tidak ada yang bisa dilakukan Chaos.

Invictus Gaming menjadi tim pertama yang mengalahkan mantan anggota tim Quincy Crew di bawah bendera baru mereka. Sekarang mereka telah memastikan satu tempat di babak grand final Dota Summit 11 Minor. Ini prestasi luar biasa bagi satu-satunya tim asal Tiongkok di turnamen ini.

Sementara Chaos kembali bertemu dengan tim yang juga datang dari Grup B, HellRaisers. Pertandingan ini menentukan siapa yang akan bergabung dengan iG di final dan memperebutkan tiket ke MDL Chengdu Major.

Chaos Esports bangkit kembali setelah menderita kekalahan dari Invictus Gaming di final Bracket Atas. Bisa dibilang ini merupakan berita buruk bagi HellRaisers karena tim CIS selalu kesulitan mengimbangi dalam hal kecepatan.

Permainan cukup menghibur para pemirsa, di mana Chaos mengungguli support HellRaisers sejak awal di kedua game. Hal tersebut menyebabkan beberapa pertarungan tim memang terlihat buruk.

youtube

SabeRLight- bisa dibilang merupakan pemain terbaik Chaos di Legion Commander. Dia mengimbangi CCnC dan Yawar Hassan sebagai output. Ketiga pemain itu memegang peran di garis depan untuk menguasai garis belakang musuh. Sementara MSS melakukan pekerjaannya yang biasa di Leshrac.

Meskipun Alik “V-Tune” Vorobey dan Alexander “Nix” Levin memiliki permainan yang solid, itu tidak cukup untuk menghentikan Chaos. Mereka unggul dan terus berkembang dari menit ke menit. HellRaisers pun akhirnya kalah di game pertama.

Game dua tampak baik-baik saja selama draft, tetapi begitu game dimulai, Faceless Void, Zeus dan Warrunner menjadi tak terbendung. CCnC dengan Zeus-nya memberikan kerusakan di bawah 60.000 dengan 10 kills dan 25 assist. Demikian juga dengan Rubick yang benar-benar mematikan Yaroslav “Miposhka” Naidenov.

HellRaisers menaruh harapan pada pemain garis depan agar dapat bertahan di bawah tekanan dan menemukan kelemahan lawan. Tetapi tanpa support, menjadi mustahil untuk menang. Mereka memiliki satu kesempatan, tetapi MSS kembali mencuri Static Storm untuk mengamankan kemenangan kedua Chaos.

Setelah pertandingan, MSS merasa sangat bersemangat karena memiliki akan kembali menghadapi iG di grand final Dota Summit 11. Ia memprediksi timnya akan membalas kekalahan dengan skor 3-0 atas tim asal Tiongkok.

Leave a Reply