Dota 2

Pemain Dota 2 Ceb Akan Jadi Sampul Majalah L’Equipe November

Sébastien “Ceb” Debs dikenal sebagai salah satu pemain Dota 2 terbaik di dunia. Timnya, OG, berhasil dibawanya menjadi juara di ajang internasional sebanyak dua kali pada awal tahun ini. Prestasi tersebut membuatnya diangkat menjadi atlet untuk sampul majalah olahraga Prancis L’Equipe bulan November.

L’Equipe ini merupakan salah satu media cetak nasional Prancis yang khusus membahas olahraga. Selain meliput olahraga tradisional seperti sepak bola, rugby, motorsport, dan bersepeda, kini esports masuk dalam daftar tersebut. Nama-nama yang terpilih menjadi model sampulnya pun bukanlah atlet sembarangan.

Melansir dari Dot Esports, eberhasilan Ceb di panggung terbesar Dota dinilai sangat berarti bagi negara asalnya. Sebab, dia adalah satu-satunya pemain Dota 2 asal Prancis yang berhasil memenangkan gelar Internasional. Selama ini pemain-pemain dari Prancis memang tidak terlalu dominan di turnamen Dota 2 internasional.

Hal itulah yang menempatkannya di sampul majalah L’Equipe. Mereka menganggap ini adalah cara promosi yang bagus untuk menunjukkan bahwa konotasi bermain game tidaklah negatif. Justru ini menjadi cara yang layak untuk mencari nafkah dan membuktikan bahwa ada orang dari Prancis yang bisa melakukannya dengan baik.

“Ceb berhasil terpilih menjadi model sampul majalah L’Equipe, majalah olahraga paling terkenal di Prancis!” pengumuman tersebut telah mendapat ratusan komentar di Reddit.

Pada foto sampul edisi bulan ini, Ceb tampil bersama sang ibu, Corine Debs. Menarik, karena di sana terdapat tulisan “Tolong, anakku adalah seorang gamer!”, yang seolah-olah diteriakkan oleh ibunya. Rubrik ini adalah wadah bagi tokoh-tokoh terbesar dalam olahraga.

Di luar berbagai hal menggiurkan dalam dunia gamer, kebanyakan orang tua mungkin punya pikirkan yang sama. Dalam wawancara tersebut, ibu Ceb juga membahas tentang anaknya yang menghabiskan begitu banyak waktu bermain Dota 2.

Artikel tersebut juga membahas bagaimana Ceb memulai kariernya dalam dunia esports. Kemudian lama kelamaan dia berhasil membuat pandangan keluarganya berubah tentang kegemarannya bermain game.

Dalam tajuk utama di situs web L’Equipe, ibu Ceb menjelaskan adanya perubahan sejak anaknya mulai bermain Dota secara kompetitif. “Di keluarga, kami berhenti mengatakan hal buruk tentang Sébastien,” kata Debs. “Sebaliknya, kami mengatakan dia sedang bekerja.”

Kapten tim OG, Johan “N0tail” Sundstein, pernah mengatakan bahwa Ceb adalah jantung permainan di tim mereka. Tanpa dia masuk dalam skuat sebelum TI8, mereka mungkin tidak akan mampu menang. Ceb sendiri mengaku memiliki pandangan yang sama dengan timnya setelah bersama selama bertahun-tahun.

Menempatkan ikatan satu sama lain dan di dalam permainan ke arah yang positif. “Kami semua di sini memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang permainan. Jadi, kami ingin menjaga hubungan yang kita miliki dengan hal itu,” kata Ceb saat diwawancara dengan Red Bull.

“Ini tidak benar-benar membutuhkan keberanian khusus, sejauh yang kami ketahui sekarang. Ini adalah cara kami untuk bermain dan menikmati Dota 2, jadi kami mewujudkannya, terutama ketika hadiahnya besar.

“Jika ada satu hal yang kami pelajari ketika memenangkan TI8, itu adalah bagaimana kami menikmati permainan Dota. Itulah yang kami lakukan di TI9.”

Artikel L’Equipe tidak hanya membahas tentang esports dan Dota yang selama ini digeluti Ceb. Tetapi juga berfokus pada keluarga Ceb dan bagaimana mereka sampai bisa menerima profesinya yang cenderung berbeda.

Salah satu uraian menunjukkan bagaimana sebuah keluarga dapat saling mendukung. Serta ada pula kisah tentang kehidupan luar biasa dari seorang juara esports.

OG setidaknya harus melewatkan dua Major musim ini karena ada dua pemain Dota 2 mereka yang cuti sementara dari kompetisi. Belum diketahui kapan Ceb dan kolega akan kembali melakukan debut mereka.

Leave a Reply