youtube
Dota 2

Quincy Crew Kalah di Pertandingan Perdana ESL ONE Hamburg

Quincy Crew Dota 2 yang jadi salah satu tim partisipan di ESL One Hamburg nampaknya belum bisa produktif. Bayangkan, pada pertandingan pertama mereka melawan Ninja in Pyjamas, Quincy harus kalah secara tidak terhormat atau WO. Informasi ini disampaikan langsung melalui postingan akun Twitter ESLB Dota 2  beberapa waktu lalu. Quincy dikabarkan tidak kalah WO karena mereka tidak bisa melengkapi anggota punggawanya.

Bisa dibilang, Quincy tidak langsung kalah secara total pada dua pertandingan yang dilewatinya. Tim ini dikasih kesempatan untuk melangsungkan match pada pertandingan kedua karena alasan yang bisa dimaklumi. Salah satu punggawa Quincy yang berhalangan hadir karena masalah kesehatan jadi alasan utamanya. Namun sampai durasi yang diberikan telah habis, Quincy tak juga melengkapi punggawanya yang berujung pada kalah WO.

youtube

Ninja in Pyjamas mendapat kemenangan gratis karena hal tersebut dan ini jadi kemenangan perdananya. Walaupun menang secara WO, namun Ninja in Pyjamas tetap merasa bangga karena berhasil memenangkan pertandingan. Ninja in Pyjamas juga berharap untuk kedepannya Quincy bisa lebih siap lagi dalam menghandle hal-hal yang tak diinginkan. Bahkan, Ninja in Pyjamas ingin bertanding lagi melawan Quincy dalam kondisi dan performa yang lebih baik sebagai bentuk sportifitas.

Pada pertandingan selanjutnya melawan Gambit Esports, Quincy terlihat lebih siap akan situasi yang tidak diinginkan. Sumail yang hadir menggantikan CCnC akhirnya mampu membuat situasi sedikit lebih membaik dari sebelumnya. Gambit Esports unggul di game pertama dengan permainan penuh strategi dari para punggawanya. Namun di game kedua Sumail dan Yawar berhasil menjadi tandem emas yang menyeimbangkan skor akhir yang jadi 1 – 1.

youtube

Pertandingan tersebut menunjukan betapa berbedanya Quincy Crew jika sudah dalam formasi yang lengkap. Terlebih ada Sumail yang digembar-gemborkan sebagai midlaner paling menakutkan di dunia Dota 2. Sumail juga akan menjelma sebagai player ganas kala disandingkan untuk bekerja sama dengan saudaranya yakni Yawar. Sepertinya, jika Sumail dan Yawar semakin sering melakukan kerja sama, mereka akan terbiasa dan jadi tandem paling horor.

Quincy Crew juga masih menyisakan dua jadwal pertandingan lagi untuk berhadapan dengan Wind and Rain serta TNC Predator. Wind and Rind sendiri adalah tim yang cukup tangguh dan tidak mudah ditumbangkan oleh lawannya. Sementara TNC Predator adalah tim pemuncak klasemen yang sudah tidak diragukan lagi performanya. Namun, Quincy Crew tetap percaya diri untuk menumbangkan kedua tim hebat yang akan jadi lawannya pada pertandingan mendatang.

youtube

Komunitas Dota 2 yang jadi penggemar Quincy Crew berharap agar kejadian kurang pemain tidak terulang lagi. Hal itu juga diharapkan oleh para roster dan manajemennya yang berusaha agar hal tersebut bisa diatasi. Quincy dan manajemennya ingin melewati pertandingan pada ESL ONE Hamburg ini dengan performa penuh dan kesiapan matang. Namun,jika ada hal diluar kuasa mereka pun bukan lah keinginan yang disengaja  dan mereka harap bisa dimaklumi.

Quincy Crew Dota 2 yang kalah pada pertandingan perdananya akibat kekurangan pemain, kini mulai memaksa diri untuk bangkit. Mereka memakai Sumail untuk menggantikan posisi CCnC yang sedang dalam masa rehat untuk sementara karena sakit. Sumail sendiri bermain sangat produktif dengan performa yang baik kala menjadi tandem saudaranya yakni Yawar pada pertandingan kedua. Menurut Anda, apakah Sumail dan Yawar akan terus bertanding bersama Quincy Crew untuk dua pertandingan yang tersisa?

Leave a Reply