Dota 2

Ribut-ribut di Medsos Pemain Dota 2 dan League of Legends

Pemain Dota 2 dan League of Legends memang tak pernah berhenti saling membanggakan game masing-masing. Keduanya memang termasuk kategori game MOBA paling populer di dunia. Sayangnya, sejauh ini mereka tidak benar-benar mau berbagi dalam komunitas yang sama.

Masing-masing game memiliki kelebihan dan kekurangannya dan kedua pengembang sebenarnya saling mengisi. Namun, situasi ini cukup jelas membuat penggemar terbagi menjadi dua kubu. Mereka pun tidak pernah melewatkan jika ada kesempatan untuk mengejek pihak ‘kompetitor’.

Persaingan antara pemain Dota 2 dan LoL belakangan jadi semakin panas akibat komentar dari para pemain pro. Carry League of Legends untuk AD, Yiliang “Doublelift” Peng memulai dengan sebuah pernyataan yang cukup kontroversial. Selama ini dia memang dikenal dengan komentar-komentarnya yang bikin panas kuping.

Singatknya, Doublelift mengatakan bahwa Dota 2 tak lebih sulit dari League of Legends. Sontak, pernyataan tersebut menyulut juara TI dua kali berturut-turut Johan “N0tail” Sundstein untuk ikut berkomentar.

“Saya akan mengatakan bahwa Dota 2 harus lebih unggul dalam keanekaragaman, hadiah [dan] peta, tetapi secara mekanik. Tidak kemungkinannya nol persen Dota memiliki keterampilan mekanik lebih banyak daripada Leauge,” kata Doublelift dalam sebuah streaming awal pekan ini.

N0tail pun menanggapinya dengan menjelaskan bahwa dalam game Dota 2 dibagi menjadi tiga tahap berbeda. Dimulai dengan fase laning, pertengahan pertandingan dan akhir permainan. Sementara LoL biasanya hanya bertahan di tahap pertama saja.

Penegasan N0tail juga memiliki dasar faktual karena pada Outlanders Update, Dota 2 memperkenalkan item-item untuk setiap fase.

Ribut-ribut antara dua pemain pro game MOBA itu membuat satu pemain lainnya muncul ke permukaan. Merupakan Sebastien “Ceb” Debs, yang tidak lain adalah rekan N0tail di OG. Ceb mengomentari masalah tersebut secara singkat dan jelas dalam video berdurasi tidak kurang dari 1 menit.

Ceb menganalogikan kedua game dengan kendaraan. Dia mengatakan Dota 2 adalah sepeda roda tiga, dibangun dengan passion. Siapa pun yang berada di atasnya mengetahui bahwa mereka sedang mengendarai ‘karya seni’.

Di sisi lain, Ceb mengatakan League adalah sepeda, yang disetel dengan halus dan disesuaikan dengan gigi. Ceb menyindir komentar Doublelift kepada game Dota 2. Dia mengatakan bahwa jika roda tiga Dota 2 dikalahkan sepeda League dalam perlombaan jarak pendek, tidak ada orang yang peduli.

Pada akhir video, Ceb kemudian mengambil kesimpulan pribadinya tentang masing-masing game. Meskipun ada orang yang meminati kedua game tersebut, dia lebih memilih roda tiga Dota 2 yang lebih kompleks. Dibandingkan dengan bermain aman dengan sepeda League.

Dia lalu meminta penggemar League untuk menyimpan mainan yang membosankan itu untuk diri sendiri. Sungguh pernyataan yang langsung ‘menyerang balik’ Doublelift dan mungkin sebagian besar pemain League of Legends. Namun bagi penikmat esports lain, ribut-ribut ini juga menjadi hal yang lucu.

Ceb adalah bagian dari OG yang merupakan salah satu tim paling sukses dalam sejarah Dota 2. Sampai dengan 2019 OG adalah satu-satunya tim dengan roster yang sama yang mampu memenangkan dua TI secara berturut-turut.

Jauh sebelum ini, Ceb memang telah lama dikenal sebagai salah satu pemain paling lantang dalam Dota 2 profesional. Dia jarang menghindar dari kalimat-kalimat konfrontatif, mengarahkannya ke pemain pro lain, turnamen atau bahkan Reddit.

Sementara ini, baik N0tail dan Ceb sama sekali belum bermain di turnamen Dota Pro Circuit resmi. Para penggemar pastinya tentu menantikan comeback dari tim asal Eropa itu dan apa lagi yang bisa mereka menangkan.

Di luar itu, perdebatan antara pemain Dota 2 dan League of Legends tampaknya tidak akan berakhir di sini. Terutama karena keduanya sama-sama memiliki tingkat kompetisi tertinggi di dunia.

Leave a Reply