Dotesports
Dota 2

Tiga Tim Tunjukkan Sinyal Positif dari Bukovel Minor

Setelah beberapa hari yang melelahkan, akhirnya WePlay! Bukovel Minor 2020 berakhir. Ini menjadi turnamen minor kedua dalam rangkaian DPC 2019-2020 yang luar biasa dinikmati oleh penggemar Dota 2. Selain digelar di venue yang unik di Bukovel, tim-tim yang bertanding pun menyuguhkan pertunjukan luar biasa.

Dilansir dari estnn, puncaknya tentu saja adalah Grand Final antara RNG melawan Nigma. Masing-masing dari empat pertandingan pada seri tersebut luar biasa untuk ditonton. Game kedua menjadi yang paling menonjol dari keseluruhan seri tersebut.

Youtube

Nigma berhasil keluar sebagai juara dengan melakukan comeback yang hebat di awal tahun ini. Tetapi, bukan hanya mereka yang menjadi sorotan. Setidaknya ada tiga tim yang menunjukkan sinyal positif dari WePlay! Bukovel Minor dan patut dinantikan kiprah berikutnya.

Tim yang tidak diduga-duga akan masuk ke grand final tentunya adalah Royal Never Give Up (RNG). Mereka bukanlah tim Dota 2 asal Tiongkok yang paling terkenal. Tetapi sepanjang turnamen, permainan tim tersebut sangatlah baik.

Youtube

Bahkan mereka berhasil mengalahkan setiap tim yang dihadapinya di turnamen ini, termasuk Nigma. Du “Monet” Peng dan koleganya sempat menang melawan juara TI7 itu di babak pertama playoff. Namun, sepertinya tim ini sedikit lengah saat kembali berhadapan dengan Nigma di final.

Hal tersebut terlihat sangat jelas dalam pertandingan empat game. Terlepas dari game ketiga, tim Tiongkok sebenarnya mampu mendominasi lawan mereka. Dalam game dua dan empat, mereka bahkan sempat memiliki keunggulan besar lebih dari 40.000 net worth. Sayangnya, itu belum cukup dan mereka masih kalah dari Nigma.

Berarti ada hal-hal yang harus diubah untuk kualifikasi Major berikutnya. Apakah itu kepercayaan diri atau kualitas terbaik dari para pemainnya yang belum terlihat.

Selain RNG, jelas Nigma patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Dari tim yang nyaris pulang di hari pertama, mereka akhirnya keluar sebagai pemenang. Mantan anggota Team Liquid itu kembali dari istirahat panjangnya pasca TI9 dengan pembuktian yang nyata.

Kekuatan Eropa itu berhasil memenuhi ekspektasi banyak. Namun, itu jelas bukan perjalanan yang mudah. Jika melihat lagi ke belakang, Nigma beberapa kali berada di ujung tanduk walaupun akhirnya mampu bangkit.

Ini menunjukkan bahwa tim masih perlu meningkatkan banyak hal dalam patch terbaru. Terutama karena mereka akan berhadapan dengan tim-tim terbaik di dunia saat ini di DreamLeague Season 13 The Leipzig Major. Ini adalah Major pertama Nigma dalam bentuk baru mereka, jadi pastikan Sobat Gamer tidak melewatkannya.

Tim terakhir yang sebenarnya sama sekali tidak menjadi unggulan namun penampilannya cukup baik adalah Geek Fam. Tim asal Malaysia itu banyak berkembang selama turnamen. Nyaris lolos ke grand final, tetapi langkahnya dijegal oleh Nigma pada lower bracket final.

Banyak orang berharap mereka menjadi tim pertama yang meninggalkan acara di Bukovel. Namun, hal tersebut tidak kunjung terjadi karena mereka terus menghancurkan musuh-musuh sejak babak penyisihan grup.

Tribunnews

Setelah lolos dari penyisihan grup, GF juga berhasil mengatasi Gambit Esports. Padahal, tim CIS itu adalah salah satu tim paling berbahaya di Dota 2 saat ini. Sayangnya, dua seri berikutnya tidak begitu baik untuk Carlo “Kuku” Palad dan kolega.

Mereka masih belum cukup matang untuk mengalahkan RNG dan Nigma. Meskipun demikian, Geek Fam menyampaikan pesan yang jelas. Mereka memiliki apa yang diperlukan untuk memenangkan pertandingan sulit sekalipun.

Sekarang, mereka layak disejajarkan dengan Fnatic dan TNC untuk menjadi tim terbaik di wilayah Asia Tenggara.

Setelah Bukovel Minor, Major kedua DPC 2019-2020 akan dimulai hanya dalam beberapa hari dari sekarang. Akan dapat melihat 16 tim terbaik di dunia yang bertarung di Leipzig, Jerman untuk hadiah sebesar $1 juta dan 15 ribu poin DPC.

Leave a Reply