Youtube

Tim Dota 2 Tiongkok Tak Kuat Setahun Terakhir

Dota 2

Setelah pensiun sebagai pemain Dota 2 Tiongkok, Bai “rOtK” Fan langsung memutuskan untuk menjadi pelatih. Baru-baru ini, dia duduk bersama Max+ untuk membicarakan tentang dunia kepelatihan Dota 2, khususnya di wilayah Tiongkok. Menurutnya, ada beberapa hal yang kurang efektif dari yang dilakukan para pelatih.

DIlansir dari VPEsports, tim asuhan rOtK, Vici Gaming, berhasil memenangkan turnamen terbesar di akhir tahun ini. Vici mengalahkan EG di final untuk meraih juara ONE Esports Dota 2 Invitational Singapura. Sejak TI 9, ini adalah prestasi yang melunasi kesalahannya dalam dua turnamen terakhir.

ggwp

Kepada Max+, rOtK berbicara tentang apa saja perubahan utama yang dia lakukan dalam pelatihannya. Termasuk apa tujuan untuk musim baru dan apa maksudnya ketika dia berteriak “CN Dota Never Die” saat mengangkat trofi di Singapura. Apakah ada kaitannya dengan Dota 2 Tiongkok?

“Rasanya luar biasa. Seperti yang saya katakan tepat setelah turnamen, rasanya lebih baik daripada memenangkan Major. Sebab, kami mendapat kemenangan secara berurutan dari lower bracket dan akhirnya memenangkan kejuaraan,” kata rOtK saat ditanya tentang perasaannya memenangkan turnamen di Singapura.

dotablast

Setelah ONE Esports Dota 2 Invitation, para pemain Vici Gaming diberi jatah libur selama beberapa hari. Kemudian rOtK akan mengumpulkan para pemainnya lagi pada bulan Januari untuk menjalani pelatihan yang terfokus. “Kami berharap kami dapat terus bekerja dengan baik dan mencapai hasil yang baik di Major kedua,” katanya.

Seperti diketahui, Vici Gaming menjadi salah satu perwakilan wilayah Tiongkok yang lolos ke DreamLeague Major. Setelah penampilannya di Singapura, banyak yang menyebut Vici layak diperhitungkan sebagai kandidat juara Major kedua. Bahkan tidak sedikit yang memprediksi Vici akan menjadi salah satu tim yang lolos ke TI 10.

dotablast

Namun yang menarik dari pencapaian rOtK dan timnya di Singapura lalu adalah selebrasinya saat mengangkat piala. Dia meneriakkan kalimat “CN DOTA NEVER DIE”, yang kemudian menjadi tanda tanya.

“Sebenarnya, saya baru saja memikirkannya saat itu. Saya ingin mengatakan “CN DOTA BEST DOTA,” sesuatu yang akrab bagi semua orang. Tetapi kemudian saya berpikir dua kali dan merasa “CN DOTA NEVER DIE” mungkin lebih baik untuk meningkatkan moral kami.”

ROtK mengakui bahwa dirinya saat ini ingin kembali meningkatkan moral para pemain Dota dari wilayah Tiongkok. Setelah sempat meredup di dua turnamen terakhir, kini kembali ada tanda CN Dota kembali bangkit. Pencapaian Vici Gaming seolah membuktikan bahwa mereka masih ada dan berbahaya.

“Itu memang menjadi niat saya [meningkatkan moral]. Saya hanya ingin memberi tahu orang-orang, baik itu para pemain profesional China atau penggemar Dota. Kami masih memiliki kesempatan untuk kembali ke puncak,” katanya.

Sebagai pelatih, gelar juara bersama Vici Gaming di Singapura adalah yang keempat bagi rOtK sepanjang tahun 2019. Tetapi, sang pelatih masih menyesali penampilan timnya yang kurang maksimal di TI 9.

“Satu-satunya yang patut disayangkan adalah bahwa kami tidak dapat menampilkan performa terbaik kami di The International 2019. Saya harap kami dapat membuat penyesuaian untuk menganggap TI sebagai turnamen biasa. Dengan begitu kami tidak akan terpengaruh olehnya.”

ROtK juga mengomentari tentang performa tim Tiongkok lainnya yang tidak begitu baik pada ONE Esports Dota 2 Invitational. “Sejujurnya, saya pikir itu hanya karena secara keseluruhan kita tidak cukup kuat. Fenomena ini telah berlangsung selama lebih dari setahun.

“Saya tahu betul tentang kepelatihan Dota 2 Tiongkok, dan saya merasa beberapa pelatihan tidak cukup praktis. Ini mengarah pada efisiensi yang rendah dalam pelatihan. Jadi, ini perlu diperbaiki sesegera mungkin, namun setiap orang memiliki masalah mereka sendiri,” tegasnya.

Leave a Reply