Valve Gunakan Sistem Ranked Matchmaking Dota 2 Terbaru

Dota 2

Valve tampaknya masih terus menguji coba berbagai sistem yang cocok untuk Ranked Matchmaking Dota 2 (MMR). Dalam pembaruan terakhir ada perubahan yang cukup signifikan pada pengalaman matchmaking. Setelah menggunakan sistem baru dalam beberapa bulan terakhir, kali ini mereka menjajal pengalaman lainnya.

Kali ini Valve menawarkan pemain untuk menikmati pengalaman lainnya yang bernama “ranked classic”. Dalam pembaruan 17 Januari kemarin, pengembang ternyata masih mengutak-atik untung-rugi untuk solo queue dan party queue. Sekarang mereka juga telah menghapus fast/slow queue dan menambahkan ranked classic sebagai opsi baru.

Pemain tidak akan lagi mengalami jumlah kenaikan atau pengurangan MMR yang berbeda setelah pertandingan. Sebelumnya seorang pemain misalnya dapat memperoleh 10 MMR saat menang dan kehilangan hingga 40 MMR saat kalah. Jumlah tersebut tergantung pada bracket di mana pemain itu bermain.

Akan tetapi, mulai hari ini, nilainya akan tetap untuk permainan solo atau party. Apabila Sobat Gamer berhasil memenangkan permainan solo, maka akan mendapatkan 30 MMR. Sementara untuk permainan party mendapatkan 20 MMR.

“Alih-alih memberi 25 MMR, permainan solo sekarang memberikan 30 MMR dan party memberikan 20 MMR. Ini dilakukan berdasarkan dampak pemain pada permainan ketika mereka bermain solo, bukan dalam party. Jadi perubahan dibuat berdasarkan itu,” tulis Wykrhm Reddy di Twitter.

Sementara dalam pembaruannya di halaman steam, Valve menyampaikan: “Kami melakukan perubahan ini karena konsep fast/slow queue masih belum berhasil menghasilkan game berkualitas terbaik.

“Hasil akhirnya adalah queue jadi lambat dan pemain harus menunggu sedikit lebih lama. Kemudian situasi tersebut memaksakan pertandingan dengan kualitas yang sangat buruk.”

“Kami pikir itu adalah persyaratan yang adil. Jika Anda ingin memainkan peran tertentu, maka Anda harus berkontribusi pada matchmaking dengan kadang-kadang memainkan peran lain. Anda juga bisa minimal mengantre tanpa memilih peran seperti pada tahun-tahun sebelumnya.”

Pada 2019, Valve sempat memperkenalkan sistem ranked role yang memberi pemain kebebasan untuk memilih peran tertentu. Namun, itu justru menyebabkan lonjakan antrean pemain yang dikeluhkan pemain. Pada akhirnya, sejak saat itu Valve berusaha mengatasi masalah tersebut dengan berbagai cara.

Pada bulan November, tim pengembang Dota 2 mengklaim telah menemukan solusi untuk memperbaiki masalah tersebut. Mereka merilis pembaruan yang menambahkan sistem fast queue di dalamnya. Sistem ini memberikan prioritas kepada pemain yang tidak memilih role saat mengantre.

Jika pemain melakukan hal itu dan menyelesaikan permainan, maka pemain berhak mendapatkan token. Token itu berguna untuk mengantre di fast queue untuk peran tertentu. Sekilas terdengar menarik dan sepertinya dapat menyelesaikan masalah, tetapi fakta di lapangan berkata lain.

Perubahan pada akhirnya tidak banyak memperbaiki waktu matchmaking atau kualitas permainan. Seperti yang dikatakan Valve, sistem baru tersebut justru membuat kualitas permainan tidak terlalu baik. Ini lalu mendorong Valve kembali melakukan perubahan ini.

Tidak jelas apakah sistem baru Valve dapat membuat segalanya lebih baik. Namun dengan ranked role dan ranked classic, mungkin akan membagi basis pemain Dota 2. Antrean panjang yang sering menjadi masalah pun diharapkan dapat terselesaikan.

Sejauh ini, penerimaan pemain terhadap mode ranked role masih sangat baik dan dipuji sebagai sistem matchmaking terbaik. Ini dapat mengurangi beberapa masalah seperti penyalahgunaan peran/role dalam permainan. Walaupun bukan solusi yang sempurna, penggemar tetap positif dengan kelanjutannya.

Pembaruan sistem matchmaking Dota 2 ini sepertinya masih belum selesai di sini. Valve tidak akan berhenti dalam waktu dekat sampai menemukan cara yang terbaik untuk menghasilkan permainan berkualitas. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap tentang pembaruan ini, silakan kunjungi tautan ini

 

Leave a Reply