WePlay Bukovel Minor Harus Jadi Standar Acara DPC Lainnya

Dota 2

WePlay Bukovel Minor 2020 berjalan sukses dan menjadi turnamen besar Dota 2 yang sangat menonjol di awal tahun ini. Beberapa alasannya adalah karena acara ini memadukan antara kualitas produksi, hiburan dan daya saing dari para pesertanya. Tidak berlebihan jika Bukovel Minor dijadikan standar acara-acara DPC lainnya.

WePlay! selaku penyelenggara turnamen memang sudah sangat terkenal di seluruh komunitas Dota 2. Mereka selalu menyuguhkan turnamen berkualitas tinggi untuk para penggemar. Meski ada acara dengan pertandingan yang lebih baik dan hadiah yang lebih tinggi, tetapi Bukovel tetap spesial.

Tribunnews

Mereka menyeimbangkan antara pentingnya pertandingan dengan jumlah konten tambahan yang tepat dari tim bakat dan produksi. Misalnya, dari segi komentator dan analis dengan porsi yang pas selama acara berlangsung. Pada Bukovel Minor lalu, WePlay! menghadirkan sosok seperti Austin “Capitalist” Walsh dan Richard Campbell.

Bukan hanya sosok terkenal, tetapi daya tarik utama acara tersebut adalah kualitas analisis dan kecakapan dalam membawakan acara. Setiap pertandingan selalu diperlakukan seolah lebih penting daripada yang sebelumnya. Ini sangat berpengaruh hampir pada semua pertandingan yang mungkin tidak terlalu menarik.

Youtube

Puncak semuanya adalah saat memasuki seri grand final yang luar biasa antara Nigma melawan Royal Never Give Up. Pertandingan ini memiliki beberapa game terpanjang sejak pembaruan Outlanders. Itu adalah bukti kualitas produksi WePlay! dan drama yang menjadi sebuah hiburan menarik.

Nigma datang ke grand final dengan berstatus underdog setelah keluar dari lower bracket. Mereka benar-benar meledak di pertandingan terakhir hari itu. Lebih dari 233.000 orang menonton grand final, yang menjadikannya Dota Minor paling populer sepanjang masa.

Jumlah tersebut bahkan dua kali lipat lebih banyak dari puncak Dota Summit 11 Minor yaitu sebanyak 95.923 penonton.

Dotesports
Dotesports

“Salah satu kunci keberhasilan WePlay Bukovel Minor 2020 adalah kinerja terbaik tim. Kami menggunakan teknologi baru dan kreativitas tanpa batas. Setiap orang yang bekerja pada acara ini menyukai esports, dan menangkap feedback dari para penonton yang merasakannya,” kata GM WePlay! Esports Oleh Humeniuk.

Secara keseluruhan, setiap pertandingan di turnamen ini memiliki rata-rata penonton lebih dari 93.000. Padahal, pada kenyataannya pertandingan terkadang berlangsung pada jam-jam yang bukan prime time.

“Kami berterima kasih kepada para peserta atas pertandingan yang tak terlupakan dan profesionalisme yang ditampilkan selama turnamen,” kata Dota 2 Lead WePlay!, Vitaliy “Nexiu” Bozhko.

Selain jumlah penonton, yang membuat Minor di Bukovel sangat menonjol adalah showmatch antara talent Inggris dan Rusia. Sangat tidak biasanya segmen showmatch menarik banyak pemirsa dalam acara Minor. Terlepas dari konsepnya, hal semacam ini jarang dilakukan dengan benar ketika menyangkut Dota.

Sebagian besar showmatch Dota membawa kembali nama legendaris yang sudah tidak aktif bermain. Mereka akan bermain bersama dalam satu pertandingan dan memberi penggemar hiburan sekaligus bernostalgia. Seringkali itu tidak dilakukan secara serius sehingga benar-benar merusak pengalaman penonton.

Sementara itu, WePlay! belajar dari setiap hal yang dikeluhkan penggemar dengan pada saat game all-star di TI9 lalu. Kemudian keluhan itu mereka perbaiki dan diterapkan dalam showmatch Bukovel Minor. Pada akhirnya, itu menjadi sebuah pertandingan nyata dengan tak kalah seru dengan pertandingan di turnamen.

Interaksi, produksi, kualitas acara, dan keterlibatan dari semua orang di studio membuat Minor ini melampaui ekspektasi. Dari awal hingga akhir, WePlay! melakukan segalanya dengan benar.

Agaknya akan sulit untuk menciptakan antusiasme yang sama seperti WePlay Bukovel Minor. Tetapi, penyelenggara lain setidaknya dapat mengambil pelajaran dari sana dan menerapkannya dalam turnamen DPC berikutnya.

Leave a Reply