3 Alasan Berbeda Roster Dota 2 Pro yang Pensiun di Awal 2020

eSports Dota 2

Banyak roster Dota 2 profesional yang mengawali kariernya di ranah kompetitif sejak usia belasan tahun. Namun dalam dunia gaming, karier seorang pemain biasanya tidak terlalu panjang. Hanya beberapa orang saja yang konsisten menunjukkan eksistensinya hingga usia kepala tiga.

Dilansir dari Liquipedia, dotesports, vpesports dan win gg, beberapa roster lebih memilih gantung mouse dan keyboard alias pensiun di usia 20-an. Namun, setelahnya masih ada jenjang karier lainnya yaitu menjadi pelatih tim atau pemilik organisasi. Akan tetapi, di tahun 2020 ini ada beberapa kabar pensiun yang cukup mengejutkan dari Dota 2 profesional.

Roster Dota 2 Top Pensiun di Tahun 2020

Youtube

Keputusan setiap pemain untuk ‘pensiun’ didasari dengan alasan pribadi yang tidak bisa diperdebatkan. Namun dari tiga pemain yang akan kita bahas kali ini, masing-masing dari mereka punya alasan menarik. Berikut adalah tiga roster Dota 2 yang pensiun tahun 2020 dan alasan mengapa mereka berhenti.

1. Garter

Ylli “garter” Ramadani adalah salah satu veteran di Dota 2, walaupun namanya tidak pernah terlalu menonjol. Dilansir dari Liquipedia Dota 2, daftar tim yang pernah diperkuat garter memang hanya tim tier 2. Setelah berkarier sejak 2011 di Dota 2, dia pun akhirnya memutuskan pensiun pada Januari 2020.

Akan tetapi, dia tidak berhenti dari ranah kompetitif, melainkan pindah menjadi pemain League of Legends. Sebagai seorang veteran, alasan garter berhenti dari Dota 2 adalah karena dia mulai merasa geram dengan game tersebut. Ini terkait kurangnya dukungan untuk tim tier 2 dan inkonsistensi sistem MMR di permainan.

Saat memutuskan pensiun, dia sempat membuat sebuah pos di Twitlonger tentang kekurangan di Dota 2 pro saat ini. Selain tentang bagaimana tim tier 2 tidak mendapat perhatian setara, dia juga menyoroti tentang sulitnya tim untuk berkembang.

Ketika ada pemain potensial di tier 2, maka timnya tidak akan bisa menjaganya. Pasti ada tim besar dengan tawaran gaji besar yang akan datang merebutnya. Garter memberi contoh tim yang diperkuatnya pada 2017, Team Tuho, di mana tiga pemain potensialnya diboyong oleh Team Liquid.

Garter mungkin bukan bintang besar di Dota 2, tetapi dia pernah bermain bersama beberapa pemain top Dota 2. Sebut saja Neta “33” Shapira hingga mantan bintang tim OG, Sebastien “Ceb” Debs.

2. JerAx

DOTA Youtube

Penggemar OG Dota 2 sudah merasa senang ketika tim favorit mereka mengumumkan akan kembali bermain. Setelah absen sejak menjadi juara TI9, OG pun akhirnya kembali di kualifikasi Los Angeles Major. Sayangnya, comeback mereka diikuti oleh beberapa kabar tidak mengenakkan.

Jesse “JerAx” Vainikka meninggalkan OG, sebelum akhirnya mengumumkan pensiun dari Dota 2 profesional. Sebagai pemain, pensiun setelah menjuarai dua TI berturut-turut memang menjadi momen spesial. Namun di sisi lain penggemarnya sangat terkejut dengan keputusan JerAx.

Dalam pernyataan resminya, JerAx mengatakan alasannya pensiun adalah karena fluktuasi yang terjadi di ranah kompetitif Dota 2. Hal itu tak dimungkiri telah membuatnya jadi apatis, lelah dan hampir mati rasa. Saat ini dia tidak bisa lagi membohongi dirinya untuk tetap melanjutkan kariernya itu.

JerAx percaya bahwa kemenangan bukanlah hal yang membuat kariernya di OG bertahan cukup lama. Melainkan dia lebih mementingkan pekerjaan kreatif di balik layar bersama rekan satu timnya. Akan tetapi, JerAx tetap bersyukur karena pernah berkesempatan menjadi pemain pro Dota 2.

3. Ppd

Peter “ppd” Dager adalah Dota 2 roster 2020 terbaru yang memutuskan menggantungkan perangkatnya. Per 20 April 2020, dia tidak lagi menjadi kapten tim Ninjas in Pyjamas dan memutuskan mundur dari Dota 2 keseluruhan. Ini adalah sebuah kehilangan berharga karena ppd adalah sosok kapten ikonik di permainan.

Ppd awalnya membuat pengumuman sendiri di Twitlonger, sebelum NiP kemudian membuat pernyataan resmi. Adapun alasan ppd pensiun adalah karena dia sudah tidak lagi memiliki semangat yang sama untuk permainan tim. Dia merasa akhir-akhir ini hanya fokus menumbuhkan dirinya sendiri.

Kini di usia yang sudah hampir 30-an, ppd pensiun dan memilih jalan lain untuk mengembangkan diri. Tetapi dia belum mengungkap hal apa yang akan dilakukannya setelah ini. Dia mengucapkan terima kasih kepada penggemar dan semua pemain yang mendukungnya selama tujuh tahun kariernya.

DOTA Youtube

Itulah tiga alasan di balik pensiunnya garter, JerAx dan ppd. Setidaknya masih ada beberapa roster Dota 2 veteran lainnya yang belum berniat pensiun seperti Dendi.

Leave a Reply