forward gaming
eSports Dota 2

3 Tim Profesional ini Masih Tunggak Gaji pemain Dota 2

Memang tidak adil dan tidak masuk akal jika ada tim profesional tunggak gaji pemain Dota 2 yang sudah membelanya. Terlebih, jika tunggakan gajinya cukup besar dan bisa dibilang merugikan pemain yang faktanya juga butuh kebebasan finansial. Bayangkan saja, jika Anda yang mengalaminya, malang melintang di dunia Dota 2 namun gaji malah ditunggak. Tentu Anda kesal dan penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan manajemen tim hingga melakukan hal tersebut.

Mengutip dari laman Revivaltv.id ternyata ada loh tim profesional Dota 2 yang menunggak gaji para pemainnya. Bahkan tunggakannya tersebut tidaklah sedikit dan terbilang cukup banyak untuk kekayaan seorang pemain esports. Sebenarnya sudah sejak lama ini terjadi, namun kali ini malah bermunculan lagi tim-tim professional yang juga menunggak gaji pemain. Artikel ini ditulis bukan dengan maksud menjelek-jelekan suatu pihak namun untuk memberi informasi agar tidak ada lagi hal seperti ini.

forward gaming
forward gaming

Langsung saja kita menuju pada pembahasan utama yakni mengenai tim professional yang menunggak gaji para pemainnya. Pertama ada Forward Gaming yang menunggak gaji pemain hingga total tunggakan sebesar Rp 701 juta jika dikonversikan ke Rupiah. Tim ini dinyatakan bangkrut dan alasan bangkrut lah yang membuat gaji pemain jadi terpending hingga ratusan juta. Namun sampai saat ini, tim yang dibangun pada tahun 2018 ini masih belum melunasi tunggakan gajinya kepada para pemain.

Melalui sosial media Twitter, hal ini pernah dibahas oleh mantan manager Forward Gaming yakni Jack ”KKBQ” Chen. Melalui cuitannya, ia seperti memberi indikasi membongkar keburukan tim asal Amerika Utara tersebut. Itu ia lakukan karena manajemen masih belum menuntaskan apa yang menjadi kewajibannya pada para pemain. Padahal, para pemain tersebut setia pada Forward Gaming dan terus membela saat mengalami kebangkrutan bahkan setelahnya.

Iceberg Esports
Iceberg Esports

Kemudian ada juga Iceberg Esports yang juga punya tunggakan besar kepada para pemainnya. Walaupun tak sebesar tunggakan Forward Gaming, namun rasanya Rp 511 juta adalah nominal yang sangat fantastis bagi seorang pemain. Melalui akun media sosial resminya, Kurtis “Aui_2000” Ling beritahukan hutang besar yang dilakukan Iceberg Esports. Kelima pemain yang membela tim ini terlibat penunggakan gaji yang dilakukan tim Dota 2 asal Kanada tersebut.

Daniel Escot selaku owner dari Iceberg Esports mengatakan bahwa tunggakannya hanya sebesar Rp 140 juta. Namun belum ada kepastian dan keterangan lebih lanjut mengenai pernyataan pemilik Iceberg Esports tersebut. Walaupun sudah bubar pada tahun 2018 lalu, namun hingga tahun 2019 pun tim ini masih terlibat hutang pada para pemainnya. Diduga masalah finansial pun menjadi pemicu bubarnya tim ini dan alasan kenapa penunggakan gaji pemain dilakukan.

Vega Squadron
Vega Squadron

Terakhir, ada Vega Squadron yang punya hutang sebesar Rp 252 juta kepada para pemain yang sudah membelanya. Mantan pemain Vega Squadron yakni Maurice “Khezu” Gutmann pun mengungkapkan kekecewaannya pada tim ini. Ia mengatakan secara langsung bahwa hutang Vega Squadron kepada para pemain berasal dari hadiah turnamen online. Ironisnya, Madara, Dendi, dan  Maybe Next Time yang juga mantan pemain serta okcya sang pelatih pun mengeluhkannya.

Cukuplah sudah ketidak adilan yang terjadi pada para pemain esports hanya sampai disini saja. Jangan ada lagi tim professional tunggak gaji pemain Dota 2 yang seakan-akan jadi korban ketidakadilan. Banyak pihak yang berasumsi bahwa sebaiknya ada sanksi hukum yang menindaknya sesegera mungkin agar kasus ini tuntas. Namun, bagaimana menurut Anda mengenai pemain Dota 2 yang gajinya ditunggak ini?

Leave a Reply