eSports Dota 2

4 Tim Dipastikan Finis Empat Terbawah di Leipzig Major

Setelah berjalan selama tiga hari, akhirnya empat tim pertama tereliminasi lebih awal di Leipzig Major. Itu terjadi setelah pertarungan ronde pertama lower bracket untuk memastikan siapa tim yang finis di posisi empat terbawah. Pada akhirnya, masing-masing satu tim dari Amerika Utara, Selatan, Rusia dan Tiongkok tereliminasi.

Dilansir dari vpesports, pertandingan pertama lower bracket hidup-mati mempertemukan dua wakil Amerika Selatan, paiN Gaming dan beastcoast. Itu adalah pertandingan klasik antara tim Dota 2 asal Brasil dan Peru. PaiN membuka peluang dengan Phantom Lancer, yang memungkinkan beastcoast harus bermain serba cepat.

Dreamhack

Beastcoast akhirnya mampu mengeksekusi rencana mereka dengan sempurna. Pemain stand-in mereka, Rodrigo “Lelis” Santos mampu menjaga PL paiN untuk melakukan farming. Pada saat bersamaan, di safe lane beastcoast, Hector “K1” Rodriguez di Bloodseeker melenyapkan duet Tiny-Venomancer milik paiN.

Situasi tersebut membantu beastcoast mendapatkan keuntungan 10K pada 15 menit pertama. Seri ini pun kemudian diakhiri dengan Bloodseeker Rampage di base paiN sendiri hanya dalam waktu 25 menit. Tidak ada kesempatan kedua bagi paiN karena seri ini menggunakan format best-of-one.

Talkesports
Talkesports

Pertandingan lower bracket berikutnya mempertemukan Chaos Esports Club dan Team Aster. Aster menyusun lineup dengan hero yang memiliki damage besar serta didorong oleh Vengeful Spirit.

Sementara Chaos mencoba menyeimbangkan situasi dengan Puck di mid lane. Treant Protector dipasang untuk bonus armour dan buildings heal, serta Underlord menjadi pilihan terakhir dalam draft. Lineup tersebut cukup membuat Chaos mampu berdiri kuat di tahap awal laning, tetapi semua berubah setelah 10 menit.

youtube

Mereka kesulitan dan mulai jatuh seperti lalat dengan serangan klik kanan yang kuat dari Drow Ranger dan Shadow Fiend milik Aster. Akhirnya seri ini pun menjadi milik Aster.

Menyusul paiN Gaming dan Chaos, Virtus.pro dan Reality Rift juga harus mengakhiri kampanye mereka dengan finis empat terbawah. Keduanya sama-sama tidak mampu bermain baik dan tergelincir dalam permainan best-of-one yang sangat tricky.

Reality Rift dan Virtus.pro sama-sama berasal dari Grup C dengan menempati peringkat ketiga dan keempat. Meski Rift sempat mengalahkan VP dalam pertandingan terakhir, nyatanya tidak ada satupun dari mereka yang bisa bertahan lebih lama.

Tim Asia Tenggara tersingkir pada Major pertama mereka oleh rival di kawasan itu, TNC Predator. Tim debutan sebenarnya melakukan laning dengan cukup baik, mengingat fakta bahwa mereka tidak bergantung pada cooldown. Support Lina dan Lich mereka pun selalu berkeliaran di sekitar peta dan menemukan inisiasi yang tepat.

Namun, pengalaman TNC membuat mereka sama sekali tidak terintimidasi dengan hal tersebut. Mereka malah bermain-main dengan PL dan Enigma. Saat pertandingan melewati 20 menit, mereka mengambil kendali penuh permainan untuk menghindari eliminasi.

Kemudian dalam pertandingan best-of-one terakhir, Virtus.pro bertemu dengan Team Liquid. Perwakilan CIS itu merasa cukup nyaman bermain melawan kombinasi Naga Siren-Disruptor yang kuat. Mereka pun memilih untuk menargetkan Max “qojqva” Bröcker dengan bans mereka.

Rencana VP adalah melawan kombinasi tersebut dengan hero yang tahan lama dan akan mampu bertahan dari inisiasi. Mereka menggunakan Lifestealer dan Enchantress di posisi lima yang mampu memenangkan safe lane. Daya tahan VP membuat Liquid cukup waspada.

Permainan berjalan selama 70 menit dan VP mampu bertahan di jalur atas barak mereka. Spirit Storm dan Naga Siren mati dalam pertarungan itu sehingga membuka jalan bagi VP untuk mengakhiri permainan di sana. Tetapi, Tommy “Taiga” Le di Dark Willow dan Samuel “Boxi” Svahn di Slardar berhasil menyelamatkan Liquid.

VP kalah pada menit ke-72 setelah mereka sempat dalam posisi diuntungkan. Aster akhirnya memenangkan pertandingan terakhir dengan di hari pertama playoff Leipzig Major.

Leave a Reply