eSports Dota 2

40.000 Akun Kena Banned Dota 2 karena Kecurangan Matchmaking

Banned Dota 2 sempat menjadi pembicaraan hangat pada saat Turnamen Dota 2 DreamLeague Season 13 Major berlangsung belum lama ini. Pasalnya, akun sejumlah pemain yang sedang berkompetisi tiba-tiba dilaporkan terkena banned. Beruntung, Valve segera mengambil tindakan dengan membatalkan penangguhan para pemain tersebut.

Talkesports
Talkesports

Akan tetapi, baru-baru ini Valve melakukan tindakan yang cukup berani dengan menangguhkan puluhan ribu akun sekaligus. Kali ini Valve sepertinya sedang tidak main-main dengan banned. Mereka melarang siapapun yang berusaha bermain curang atau menyalahgunakan sistem matchmaking.

Seperti dilansir dari dotesports, Dota 2 telah lama berurusan dengan masalah sistem matchmaking. Valve masih belum menemukan sistem yang dianggap paling cocok selama setahun terakhir. Tetapi, setidaknya tim pengembang terus memperbaiki dan memastikan para pemain bisa menggunakannya dengan benar.

liquipedia

Sampai akhirnya, Valve tiba-tiba mengumumkan bahwa ada 40.000 akun Dota 2 yang mendapat hukuman banned Dota 2. Ini dikarenakan akun terkait terindikasi dengan penyalahgunaan sistem matchmaking dalam permainan. Walaupun, sampai sekarang Valve belum menjelaskan definisi “penyalahgunaan” itu sendiri.

Yang pasti larangan ini bersifat lebih tegas untuk para pemain yang disebut curang. Mereka tidak hanya dilarang masuk dalam rank matchmaking, tetapi larangan ini juga membuat pemain tidak boleh masuk ke dalam game. Hal itu mereka umumkan di Twitter pada Rabu (12/2/2020) dini hari WIB.

valve
valve

“Kami telah menangguhkan lebih dari 40.000 akun untuk pemain yang menyalahgunakan matchmaking. Hukuman ini akan berlaku sebagai larangan permainan di Steam serta menjadi larangan matchmaking di Dota 2,” tulis akun Twitter @Dota2.

Perubahan ini disertai dengan dirilisnya pembaruan pada klien Dota itu sendiri. Valve mengubah sistem deteksi smurf yang akan membantu melawan balik terhadap peningkatan dan penambahan akun smurf.

“Kami membuat sistem pendeteksi smurf kami lebih sensitif dalam pembaruan ini,” kata Valve. “Perubahan ini akan jauh lebih proaktif menargetkan akun smurf potensial, tetapi akan jarang memberikan MMR tambahan pada pemain normal.”

Gelombang banned terbaru ini menambah ribuan orang lainnya yang juga bernasib sama selama enam bulan terakhir. Pemain yang memiliki skor perilaku sangat buruk atau ketahuan menggunakan exploit dikeluarkan dari rank matchmaking. Terkadang ada pemain yang langsung dilarang bermain Dota.

Pada September lalu Valve telah merilis tiga kriteria pemain yang pasti akan terkena banned 20 tahun. Ketiga kriteria tersebut yaitu pemain dengan skor perilaku rendah, tidak mematuhi ToS terkait jual beli akun, serta penggunaan exploit untuk keuntungan.

Dari keputusan yang dibuat Valve baru-baru ini, sepertinya mereka menargetkan beberapa akun khusus. Akun-akun ini adalah pemain yang aktif mencoba untuk menghancurkan game melalui berbagai exploit dalam sistem matchmaking.

Sampai dengan kejadian ini, terlihat bahwa sebelumnya Valve hanya fokus pada menghukum pemain dengan skor perilaku rendah. Meski bertujuan untuk meningkatkan kualitas permainan, tetapi ternyata itu masih belum efektif. Oleh karenanya, sekarang pengembang mulai menerapkan peraturan lebih ketat.

Valve lebih fokus mengatur sistem yang baik dan beralih ke ToS serta manajemen exploit. Boosting dan smurfing adalah masalah besar di komunitas Dota 2 saat ini. Diharapkan perubahan dari Valve dapat mencegah dan mengurangi masalah tersebut di masa depan.

Terlepas dari itu, jumlah akun yang terkena banned ini ternyata mencapai lebih dari 10 persen dari basis pemain Dota 2 saat ini. Pasalnya, pada Januari 2020 jumlah concurrent player Dota 2 hanya sekitar 378.925 ribu saja. Berharap saja bahwa tindakan banned Dota 2 ini akan berdampak serius untuk meningkatkan kualitas game.

Leave a Reply