5 Pemain Dota 2 Daftar Atlet Esports Terkaya

eSports Dota 2

Lima pemain Dota 2 dari tim OG menjadi yang paling sukses di kancah profesional tahun ini. Dari dua gelar TI berturut-turut, yang terakhir mereka raih adalah pada tahun 2019 lalu. Gelar juara itulah yang mengantarkan para pemain OG menjadi atlet-atlet esports berpenghasilan tertinggi.

Dilansir dari forbes dan indozone, lima pemain OG menjadi pemain esports yang kantongnya paling tebal pada 2019 setelah memenangkan TI 9 bulan Agustus lalu. Tiga posisi teratas adalah Jesse “JerAx” Vainikka, diikuti oleh Sebastien “Ceb” Debs dan Topias “Topson” Taavitsaienen.

win.gg

Menurut dari esportsearnings.com, dalam 12 bulan terakhir ketiganya meraih lebih dari $3,16 juta. Kemudian di posisi keempat ada Johan “N0tail” Sundstein dengan pemasukan mencapai $3,15 juta. Disusul anggota OG kelima, Anathan “ana” Pham dengan $3,14 juta.

Sebenarnya hal semacam ini hampir selalu terjadi setiap tahunnya. Pemain Dota 2 yang memenangkan The International mendominasi daftar pendapatan tertinggi. Ini tak lepas dari banyaknya hadiah uang yang ditawarkan dari kompetisi Dota 2 paling bergengsi itu.

TI9
TI9

International 9 tahun 2019 lalu menawarkan total uang $34.330.069 untuk diperebutkan oleh tim-tim peserta. OG sebagai pemenang berhak membawa pulang bagian paling besar yaitu senilai $15.620.181,00 dari total hadiah. Namun, masih banyak yang memperdebatkan seberapa sehat turnamen besar ini untuk Dota 2 secara keseluruhan.

Jika dibandingkan antara pemain pro dan amatir yang aktif bermain Dota, jumlahnya memang mulai memprihatinkan. Sementara semua pemain OG telah menjadi jutawan berkat kemenangan di TI, hanya sedikit pemain amatir yang bermain fulltime.

merah putih

Banyak yang berpendapat bahwa distribusi hadiah yang lebih baik disebarkan secara merata ke berbagai lokasi. Itu dianggap dapat membuat dunia esports lebih stabil dan menopang lebih banyak pemain amatir untuk tetap bermain.

Di luar posisi lima besar, yang didominasi oleh pemain Dota 2, ada pemenang Piala Dunia Fortnite, Kyle “Bugha” Giersdorf. Dia adalah pemain pro berpenghasilan tertinggi berikutnya dengan pemasukan mencapai $3,061 juta pada 2019. Raihan $3 juta di Fornite World Cup menjadi pembayaran terbesar dalam sejarah dalam esports individu.

Sisanya, dari 10 besar juga terdiri dari mereka yang berkinerja baik di Piala Dunia Fortnite. Ini menunjukkan seberapa besar perbedaan antara dua acara esports besar tersebut dan judul-judul lainnya di tahun ini.

Secara keseluruhan, tahun 2019 telah menjadi tahun besar untuk esports. Hadiah-hadiah uang yang ditawarkan di dalamnya sangat menggiurkan. Terutama untuk turnamen besar judul-judul permainan populer.

Ada lebih dari 4.600 turnamen esports di dunia yang jika dijumlahkan, hadiah totalnya adalah $214.408.201,52. Sejumlah 23.446 pemain berhasil memenangkan uang hadiah dari berbagai turnamen esports sepanjang 2019. Rata-rata para pemain memenangkan $9.144,77.

Turnamen besar dengan jutaan penggemar jelas berada di garda terdepan. Tetapi rata-rata prize pool untuk turnamen esports pada tahun 2019 adalah $46.388,62, yang mana ini adalah peningkatan cukup besar dari tahun 2018.

Kecuali jika ada sesuatu yang tidak terduga terjadi, maka angka-angka tersebut akan terus tumbuh pada tahun 2020. Meskipun satu hal yang mungkin tidak akan berubah adalah lima pemain Dota 2 tetap akan berada di daftar penerima tertinggi tahun 2020.

Meski demikian, tampaknya Valve harus secara serius menangani penurunan jumlah pemain dan peminat Dota 2. Meski turnamen tier teratas terlihat baik-baik saja, namun di sebenarnya telah terjadi masalah yang serius. Yang terbaru adalah soal jumlah pelanggan DotA Plus pada Desember yang berkurang hingga 1,9 juta pengguna.

Diadakannya berbagai turnamen elite di berbagai negara diharapkan dapat turut mengembalikan game ini ke tempat tertinggi. Terutama di kembali menggaet minat bermain para pemain Dota 2 kasual.

Leave a Reply