The International
eSports Dota 2

5 Roster Papan Atas yang Belum Merasakan Juara TI Dota 2

Sejak pertama kali digelar, TI Dota 2 telah menjadi turnamen esports dengan total hadiah terbesar. Tidak heran jika tolok ukur kesuksesan roster Dota 2 pun dinilai dari kemenangan di ajang tersebut. Berapa kalipun meraih trofi Major Valve, tetapi selalu ada yang kurang jika belum bisa merasakan jadi juara The International (TI).

TI dimulai sejak tahun 2011 dan Dota TI 2020 akan jadi edisi kesepuluh karena turnamen ini berlangsung rutin setiap tahun. Trofi bernama Aegis of Champions melambangkan kedigdayaan sebuah tim Dota 2 yang berhasil menjuarai TI. Tetapi, ada beberapa roster top dunia yang nyatanya belum beruntung untuk mendapatkannya.

Daftar Roster yang Belum Pernah Juara TI Dota 2

Valve

Kapten tim OG, N0tail, berhasil memenangi empat dari lima Major Valve selama dua musim. Kemampuannya semakin diakui dunia setelah dia dan timnya mengangkat Aegis of Champions pada TI8. Sayangnya, beberapa roster di bawah ini belum seberuntung N0tail dan kolega untuk memenangi TI Dota 2.

1. Artour “Arteezy” Babaev

Arteezy adalah pemain ikonik di kancah Dota 2 profesional berkat meme #Cliffteezy yang viral di komunitas. Namun demikian, harus diakui bahwa permainan roster asal Kanada itu juga tak bisa disepelekan. Berawal sebagai bintang pub Amerika Utara, Arteezy kemudian bergabung dengan Evil Geniuses pada 2014.

Dia kemudian merapat ke Team Secret berkat kemampuan beradaptasi yang luar biasa terhadap dengan perubahan meta dan hero. Tetapi, kelebihannya itu sejauh ini hanya membuat Arteezy meraih dua tempat ketiga di TI atas namanya.

2. Xu “FY” Linsen

 

FY adalah seorang pemain support yang dikenal dengan permainan berkelas dan konsistensinya. Namanya pertama kali mencuat setelah berduet bersama Fenrir sebagai support di tim Vici Gaming. Dia bergabung dengan VG pada tahun 2012, dan bertahan di organisasi itu selama lima tahun.

Selama memperkuat VG, FY pernah finis kedua di TI4 dan keempat di TI5, lalu meraih hasil jeblok pada dua edisi berikutnya. FY pun memutuskan pindah ke PSG.LGD pada 2017 dan namanya semakin naik sebagai kapten tim. PSG.LGD dua kali finis tiga teratas di TI8 dan TI9, tetapi namanya mulai meredup setelah itu.

3. Ludwig “Zai” Wahlberg

Zai memulai karier kompetitifnya di Dota 2 sejak berusia muda. Awalnya dia adalah pemain Heroes of Newerth, yang meraih gelar juara saat usianya masih 14 tahun. Kemudian Zai beralih ke Dota 2 pada 2013 dan tak butuh waktu lama baginya untuk mencuri perhatian tim Evil Geniuses.

Pada ajang TI3 dan TI5, EG bersama Zai yang baru berusia 16 tahun, berhasil finis di tempat ketiga. Zai adalah pemain yang cerdas, cepat dan menakutkan dengan win rate sangat tinggi. Di usia 22 tahun, Zai kini memperkuat Team Secret, dan masih berjuang untuk gelar TI pertamanya.

4. Xu “Burning” Lei

Burning adalah salah satu pemain veteran di Dota 2 Tiongkok yang berusia 31 tahun pada 2020. Pengalamannya selama aktif berkarier sudah tidak perlu dipertanyakan lagi karena dia adalah mantan superstar Dota 2 Tiongkok. Burning dikenal sebagai pemain carry paling berpengaruh menjadi standar carry Dota 2 di seluruh dunia.

Prestasi paling diingatnya adalah bersama Tim DK saat berhasil finis keempat di TI2. Dua tahun kemudian, Tim DK sempat menjadi tim yang ditakuti di bawah kepemimpinan Burning. Bahkan meski tanpa gelar TI sekalipun, Burning tetap dikenang sebagai salah satu carry terbaik sepanjang masa.

5. Lu “Maybe/Somnus” Yao

Liquipedia
Liquipedia

Maybe adalah roster Dota 2 dengan penghasilan tertinggi tanpa memenangkan The International. Namun sebenarnya dia sudah pernah sangat dekat dengan Aegis of Champions ketika memperkuat tim LGD Gaming. Saat itu timnya meraih posisi ketiga di TI5, yang mana menjadi awal perjalanannya.

Di tahun 2017 Maybe dan LGD finis keempat, lalu kembali finis ketiga pada The International Dota 2 2019. Prestasi terbaiknya hanya menjadi runner-up edisi TI8 setelah timnya dikalahkan OG. Penampilannya mendapat pujian setelah Valve merilis film dokumenter True Sight TI8.

Valve

Di luar lima pemain di atas, tentu masih banyak pemain top yang sebenarnya layak meraih gelar TI. Tetapi tahun ini ada kemungkinan The International 2020 dibatalkan karena penyebaran virus COVID-19 (coronavirus). Mari berharap kondisi akan segera membaik dan TI Dota 2 2020 tetap bisa berlangsung.

Leave a Reply