gamebrott

5 Tim Dota 2 Teratas Asia Tenggara di Peringkat DPC 2020

eSports Dota 2

Tim Dota 2 Asia Tenggara pernah melewati masa kelam, di mana tidak ada hasil baik di ajang internasional. Namun wilayah ini kembali bangkit dan melahirkan antusiasme tinggi di antara TI5 dan TI6. Beberapa turnamen Valve seperti PGL Manila Major menjadi panggung yang sempurna untuk membangkitkan gairah Dota 2.

Dilansir dari hotspawn, revivaltv, gosugamers dan liquipedia, belakangan, wilayah Asia Tenggara semakin tidak bisa diremehkan oleh tim-tim dari unggulan sekalipun. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran TNC Predator, Fnatic dan yang lainnya, serta sejumlah pemain berkualitas. Bahkan di tahun 2020, ada banyak pemain Asia Tenggara yang masuk dalam jajaran Dota 2 ranking MMR 10K.

Tim Dota 2 Terbaik di Asia Tenggara

Meski banyak tim Asia Tenggara yang terus berkembang, namun hanya ada beberapa tim yang menonjol. Adapun tim-tim dalam daftar ini berdasarkan klasemen poin DPC dan peringkat Gosu Gamers. Berikut adalah lima tim Dota 2 teratas di wilayah Asia Tenggara untuk saat ini.

5. Geek Fam

Geek Fam menjadi salah satu tim yang menonjol di Asia Tenggara dalam beberapa bulan belakangan. Mereka mengikuti beberapa turnamen Valve dan sejauh ini berada di peringkat ke-18 klasemen DPC dengan poin 208. Kendati demikian, mereka hanya berada di peringkat kelima Asia Tenggara di peringkat Gosu Gamers.

Di tahun 2020, Geek Fam diperkuat oleh tiga roster Filipina dan dua dari Indonesia. Penampilan mereka masih tidak konsisten dan belum meraih hasil positif di musim 2019-2020.

4. BOOM Esports

BOOM ID
BOOM ID

Penggemar Dota 2 Indonesia patut berbangga mempunyai tim Dota 2 seperti BOOM Esports. Mereka telah mewakili Indonesia di cukup banyak turnamen internasional, termasuk ajang resmi dari Valve. Hasilnya, BOOM telah mengumpulkan 122 poin DPC dan duduk di peringkat ke-25.

Bahkan BOOM masih berada di atas perolehan poin DPC OG, yang memang baru aktif lagi pada kualifikasi LA Major. Tetapi BOOM Esports adalah tim terbaik keempat Asia Tenggara menurut peringkat Gosu Gamers. Khezcute dan kolega baru saja menyalip Geek Fam setelah tampil impresif di beberapa turnamen terakhir.

3. TNC Predator

Bisa dibilang TNC Predator adalah skuat Dota 2 SEA Terbaik tahun 2019 lalu. Mereka menjuarai beberapa turnamen bergengsi termasuk MDL Chengdu Major di musim ini. Namun tak bisa dimungkiri, grafik performa TNC terlihat semakin menurun belakangan ini.

Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa tim Filipina itu adalah salah satu tim terbaik di SEA. Mereka juga masih nyaman berada di puncak klasemen perolehan poin DPC dan berpeluang besar lolos ke TI10. Sayangnya, penampilan tidak konsisten di tahun 2020 membuat TNC hanya berada di peringkat ketiga peringkat Gosu Gamers.

2. Team Adroit

Tim ini awalnya tidak tampak menonjol di wilayah Asia Tenggara karena kalah bersaing dengan TNC, Fnatic dan Geek Fam. Namun, beberapa bulan terakhir ini grafik mereka meningkat sangat tajam. Yang terbaru, Adroit baru saja memenangi turnamen online WeSave! Charity Play regional Asia Tenggara.

Sepanjang Maret 2020, persentase winrate Adroit mencapai 86 persen, yang mana itu sangat tinggi. Menarik untuk dinantikan apakah Adroit akan mampu melanjutkan kesuksesan mereka itu hingga ke The International 2020. Pasalnya, Adroit sekarang berada di posisi 17 perolehan poin DPC dengan 210 poin.

1. Fnatic

Fnatic

Organisasi eports global, Fnatic, sepertinya telah sangat sukses merebut pemirsa di wilayah Asia Tenggara. Fnatic Dota 2 menjelma menjadi salah satu tim paling dipuja di kancah Dota 2 pro wilayah ini. Baru-baru ini Fnatic berhasil meraih juara Dota Summit 12, yang sekaligus menjadi kompetisi LAN terakhir sebelum musim dihentikan.

Fnatic memiliki 400 poin DPC dan berpeluang masuk 12 besar tim yang bisa mendapatkan undangan TI10. Gosu Gamers memberikan Fnatic rating 1.181, meski winrate mereka tidak setinggi Adroit. Akan tetapi Fnatic lebih unggul dari segi kualitas lawan yang dikalahkan dan turnamen yang berhasil mereka menangi.

Pemandangan Dota 2 team ranking di atas tentunya sangat fluktuatif. Namun selama kompetisi Dota 2 masih ditangguhkan karena wabah COVID-19, sepertinya tidak akan terjadi banyak perubahan. Semoga ke depannya tim Dota 2 Indonesia seperti BOOM Esports bisa berprestasi lebih jauh lagi di Asia Tenggara.

Leave a Reply