eSports Dota 2

Aegis of Champions, Trofi Sakral The International Dota 2

Pemenang ajang The International Dota 2 memiliki simbol tersendiri dengan sebuah trofi bernama Aegis of Champions. Menurut beberapa esports news, trofi tersebut telah mulai diberikan kepada tim-tim Dota 2 terbaik di dunia sejak tahun 2012. Namun tahukah Anda bahwa trofi spesial ini memiliki makna dan proses pembuatan yang sangat detail?

Dilansir dari gamepedia, selain hadiah berupa uang, Aegis of Champions adalah bentuk penghargaan lain kepada pemenang TI. Yang menarik adalah di sisi belakang trofi tersebut terukir nama-nama para pemain dari tim pemenang di setiap edisinya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang konsep dan makna dari trofi tersebut, simak ulasannya berikut ini.

Konsep Trofi Aegis of Champions

TI9
TI9

Trofi spesial ini dikerjakan oleh Weta Workshop pada tahun 2012. Jadi tim pertama yang mengangkat trofi Aegis of Champions adalah Invictus Gaming dari Tiongkok, pemenang TI 2012. Sementara Natus Vincere sebagai juara The International Dota 2 yang pertama (2011) secara simbolis tidak merasakan mengangkat trofi ini.

Selain Invictus Gaming, peraih Aegis lainnya adalah Alliance, Newbee, Evil Geniuses, Wings Gaming, Tim Liquid, dan OG. Di antara semua pemenang, hanya OG yang sukses mengangkat Aegis sebanyak dua kali dan secara berturut-turut. Sejarah itu mereka catatkan pada TI 2018 dan 2019 lalu.

Aegis of Champions disebut sebagai simbol kemenangan dari sebuah perjuangan epik antara Dire dan Radiant. Trofi ini tidak diberikan, melainkan diperebutkan oleh tim-tim yang ingin membuktikan dirinya sebagai yang terbaik di turnamen The International.

Adapun Valve memilih Weta untuk mengerjakan trofi ini karena terinspirasi dari senjata dan alat peraga di film The Lord of The Rings. Weta dinilai memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mewujudkan sebuah fantasi menjadi kenyataan. Dalam hal ini berhasil diwujudkan dalam bentuk trofi Aegis of Champions yang luar biasa.

Valve memberikan brief desain yang terdiri dari model 3D dan beberapa ide tambahan. Termasuk ide tentang bentuknya yang tidak seperti trofi pada umumnya, melainkan dibuat seperti perisai. Trofi dibuat dari bahan perunggu dan perak dengan bentuk yang menggambarkan sebuah kejayaan dalam turnamen.

Valve menginginkan desain yang sama elektiknya dengan para hero di dalam game Dota 2. Konsep Aegis sendiri dibuat berdasarkan pada desain Norse dan Cina, dengan bagian tengahnya menggambarkan ikon Radiant dan Dire. Bagian itulah yang dinilai paling epik dalam desain trofi Aegis ini.

Valve juga sengaja membuatnya sedikit berbeda dengan dua lengkungan di bagian samping supaya lebih mudah untuk dipegang. Hasilnya adalah sebuah trofi yang benar-benar unik dengan keindahan dari kedua sisi.

Fakta Tentang Aegis of Champions

TI9

Aegis of Champions dibuat dari bahan-bahan terpilih untuk menjamin kekuatan dan keindahannya. Dengan begitu, trofi ini dapat menjadi simbol ikonik bagi komunitas Dota 2 sampai kapanpun. Adapun pembuatan trofi Aegis memakan waktu hingga lebih dari 300 jam sampai akhirnya siap diberikan kepada pemenang TI.

Selain itu Aegis juga terlihat di dalam game, tepatnya di Fountain setiap basis. Jika Sobat Gamer mengklik simbol Aegis tersebut, maka akan muncul nama-nama anggota dari tim pemenang The International sebelumnya.

Kerja sama Valve dengan Weta ini tidak hanya sebatas memproduksi trofi Aegis of Champions. Melainkan Weta juga bekerja membuat replika Vanguard, Butterfly dan Demon Edge dengan sangat detail. Barang-barang unik tersebut bisa dikoleksi oleh para penggemar Dota 2.

Bahkan Aegis of Champions pun tersedia dalam edisi mini untuk para kolektor. Pemain Dota 2 bisa mendapatkannya secara gratis dengan memenuhi beberapa syarat. Di antaranya harus mencapai level tertentu dan memiliki The International Dota 2 Battle Pass setiap tahunnya.

Leave a Reply