Virtus Pro
eSports Dota 2

Alasan Pecah Roster Dari Virtus Pro Dota 2

Pergantian pemain dalam sebuah tim adalah suatu hal yang lumrah bahkan itu pun terjadi pada tim Virtus Pro Dota2. Ada kalanya tim yang sedang naik daun tiba-tiba malah anjlok prestasi akibat kurang tepat dalam memilih roster untuk direkrut. Beberapa tim besar Dota 2 pun pernah melakukannya dan ada pula yang diisukan akan melakukannya. OG adalah contoh tim besar Dota 2 yang jadi juara The International 9 dan diisukan bakal berganti roster karena faktor kelelahan mental.

Kini, kabar pecahnya roster sebuah tim sedang melanda di tubuh Virtus Pro yang punya prestasi mandek pada The International 9 lalu. Kabar tersebut mencuat seiring beredarnya video dokumenter dari Virtus Pro saat pagelaran The International 9. Video tersebut mengangkat tema menyangkut prestasi Virtus Pro yang sangat tidak memuaskan. Pasalnya, mereka berulang kali gagal merenggut trofi Aegis of Champion sampai harus mengoreksi diri sebaik mungkin.

Virtus Pro
Virtus Pro

Video tersebut mulanya beredar dari postingan akun Twitter resmi milik Virtus Pro yang menautkan link Youtube dari video tersebut. Lantas, postingan yang berisi tautan link itu langsung mendapat banyak like serta komentar dari para followers. Di video tersebut nampak perbincangan panas antara sesama anggota Virtus Pro yang menuai banyak ego. Selain itu, ada statement dimana tim ini hampir bubar karena rasa benci satu sama lain antara anggota timnya.

Dalam video tersebut juga terbongkar sifat pemain Rusia yang dirahasiakan oleh para komunitas Dota 2. Tiap kali Virtus Pro mendapat kekalahan, selalu saja terjadi perdebatan dan ego untuk saling menyalahkan satu sama lain. Bahkan, Ramzes mengatakan bahwa mereka adalah teman ketika di luar match, namun selalu konflik ketika bermain. Virtus Pro sempat kebingungan mencari cara untuk menyelesaikan masalah internal yang membengkak pada tubuhnya.

Virtus Pro
Virtus Pro

Jawaban mengenai pertanyaan mengapa Virtus Pro selalu gagal menjadi juara The International memang masih belum jelas. Namun, satu hal yang sudah jelas adalah keputusan Virtus Pro untuk pecah roster alias rombak line-up demi wujudkan ambisi. Selain itu, pecah roster ini adalah salah satu hasil dari koreksi diri yang cukup panjang dari pihak manajemen. Jelas, ini adalah keputusan yang tidak mudah dan agak sulit untuk diterima semua pihak yang berkecimpung dalam Virtus Pro.

Pertama, RAMZES666  mulai mengeksekusi dirinya untuk keluar dari Virtus Pro dan mencari tim lain untuk berlabuh. Setelah itu, ArsZeeqq dan 9pasha pun ikut menyusul dan berlabuh pada Natus Vincere untuk lebih menikmati kompetisi. Sekarang, tubuh Virtus Pro hanya menyisakan mantan kapten No[o]ne serta support 4 RodjEr untuk ditandem dengan pemain baru. Dengan begitu, diharapkan Virtus Pro akan menjadi tim yang lebih kompak serta lebih harmonis dari sebelumnya.

Virtus Pro
Virtus Pro

Virtus Pro yang ketahuan sebagai tim yang kurang harmonis ini ternyata sudah banyak menelurkan prestasi di dunia Dota 2. Itu dimulai sejak kedatangan RodjEr  di tahun 2018 lalu dan mulai menjuarai beberapa kompetisi besar Dota 2. Diantara prestasi yang pernah dicapai Virtus Pro ada juara ESL One Katowice 2018, ESL One Birmingham 2018, dan Bucharest Major. Itu lah beberapa prestasi Virtus Pro yang gemilang walaupun belum pernah memegang trofi Aegis of The Champion.

Virtus Pro Dota 2 memang telah membeberkan keretakannya lewat video dokumenter yang dibuat saat The International 9. Namun, tidak menutup kemungkinan jika tim ini akan bangkit merajai The International 10 nanti pasca rekrut roster baru. Banyak pihak dari komunitas Dota 2 yang berbelasungkawa dengan apa yang terjadi pada tim besar ini. Lalu bagaimana menurut Anda mengenai pecah roster yang sedang terjadi pada Virtus Pro ini?

Leave a Reply