Dotesports
eSports Dota 2

Beastcoast Dota 2 Bangkit Bersama Partisipan TI9

Game kembangan Valve kali ini membawa kabar hangat mengenai tim Beastcoast Dota 2 yang mulai bangkit dari keterpurukanya. Banyak komunitas Dota 2 yang belum tahu kabar mengenai tim ini karena popularitasnya yang kian menyurut. Dilansir dari revivaltv.id, popularitas yang surut tersebut disebabkan oleh runtuhnya produktivitas tim akibat para roster yang pergi. Pasca kejadian tersebut, Beastcoast seperti hantu gentayangan yang mencari raga untuk dirasuki untuk tetap eksis di kompetisi.

Rumor yang beredar mengenai perginya para roster tim ini adalah kurangnya keharmonisan di tubuh manajemen. Seperti telatnya pembayaran gaji pemain, cekcok yang terjadi karena visi dan misi yang berbeda serta kemampuan finansial organisasi. Beberapa waktu organisasi yang menaungi tim ini sempat bermasalah dalam urusan finansial yang menyebabkan banyak masalah. Namun tak lama, masalah finansial tersebut dapat teratasi dan akhirnya mereka mencoba bangkit kembali.

TalkEsport
TalkEsport

Tak ingin berlama-lama dalam keterpurukan tim kelas dua ini pun mencoba untuk membentuk tubuh baru. Mereka membidik para pemain yang diharapkan bisa memperkuat produktivitas serta nama besar tim. Setelah masa pembidikan yang panjang, mereka pun mengadopsi para pemain tim Anvorgesa yang kurang terkenal. Jika Anda belum mengetahui tim Anforgesa, sederhananya mereka adalah mantan pembela tim mineski di TI9.

Perekrutan para pemain Anvorgesa ini tentu sudah diperhitungkan matang-matang oleh manajemen Beascoast. Mereka menganggap bahwa para pemain Anvorgesa punya talenta yang mumpuni dan agresif ketika bermain. Tak jarang, riwayat pertandingan mereka selalu mencetak kemenangan walaupun dengan bolak-balik menyerang. Dengan sedikit polesan strategi ala Beascoast, kelima pemain tersebut sepertinya bisa semakin garang saat bermain.

PlayerOne
PlayerOne

Kini, Beascoast berisikan lima pemain yang siap membela mereka di ajang kompetisi Dota 2. Para pemain tersebut adalah K1, Chris Luck, Wisper, Scofield, dan Stinger yang punya peranan berbeda di dalam tim. K1 akan menjadi carry dan bertugas untuk mengacak-acak formasi tim lawan jika sedang terjadi war di match. Sedangkan ke empat pemain lainnya bertugas untuk melindungi sang carry sampai agar bisa tetap berkontribusi dalam tim.

Chrish Luck dan Whisper akan jadi duet maut yang akan merepotkan anggota tim lawan dalam menyerang. Sedangkan Scofield dan Stinger akan bertugas menyerang dengan cara sembunyi-sembunyi agar bisa menculik pemain lawan yang mendominasi. Strategi ini cukup unik karena jarang sekali tim Dota 2 yang mengusung taktik seperti ini pada pertandingan. Mungkin, jika keadaan sudah tidak memungkinkan untuk melakukan strategi ini maka Beastcoast akan menggunakan strategi lain.

Seperti riwayat permainan para punggawa Beastcoast yang dulunya membela Mineski, mereka punya taktik lain. Jika strategi utama sudah gagal untuk diluncurkan, maka mereka akan menggunakan taktik menyerang dengan cara bertahan. Strategi menyerang dengan cara bertahan ini terbukti ampuh untuk membumihanguskan lawan. Biasanya, mantan pemain Mineski ini melakukannya di late game ketika sudah tidak ada pilihan taktik lain.

youtube
youtube

Mereka akan bertahan terlebih dahulu sambil menunggu kesempatan menculik satu persatu anggota tim lawan. Setelah itu, jika jumlah anggota lawan sudah berkurang mereka akan melakukan gang bang saat anggota mereka masih lengkap. Jika sudah seperti itu, kemungkinan untuk menang akan sangat besar terlebih sudah dalam waktu late game. Untuk lebih jelasnya, kita lihat saja nanti pertandingan awal dari tim Beastcoast ini di kompetisi DPC 2019-2020.

Valve memang hebat karena telah membuat game yang membuka ajang kompetisi besar serta tim-tim keren. DPC, The International, dan tim-tim keren seperti Beastcoast serta tim lainnya seperti BOOM Esports, OG dan Liquid. Lalu bagaimana menurut Anda mengenai Beastcoast Dota 2 yang jadi topik utama pembahasan ini?

Leave a Reply