Beragam Reaksi Pemain Setelah The International 2020 Ditunda

eSports Dota 2

The International 10 2020 harusnya menjadi puncak dari segala turnamen Dota yang terselenggara selama musim 2019-2020. Namun pandemi COVID-19 telah membuyarkan segala rencana. Seluruh acara DPC di sisa musim ini dibatalkan dan belum lama ini Valve mengonfirmasi penundaan TI 2020.

Dilansir dari win.gg, kota Stockholm di Swedia kini harus mengurungkan euforia mereka terhadap gelaran TI edisi kesepuluh. Pasalnya, menurut desas-desus yang beredar, tahun depan Valve akan memilih tuan rumah baru. Para fans bereaksi atas ditundanya turnamen akbar, tak terkecuali pemain dan tim yang memberikan respons mereka melalui media sosial.

Tanggapan Soal Penundaan The Internasional 2020

Valve

Satu-satunya hal yang menghibur pemain Dota 2 adalah kepastian soal The International 2020 Battle Pass. Valve menyatakan Battle Pass tetap dirilis tahun ini, meski tidak ada jadwal pastinya. Namun kekosongan TI tahun ini telah memunculkan banyak reaksi-reaksi unik dari para pelaku Dota 2 profesional.

1. Nahaz: Ini Menyebalkan!

Komentator dan analis kondang Dota 2, Alan “Nahaz” Bester, membuat tweet yang dibanjiri respons warganet. Dia menyatakan kekesalannya atas penundaan The International 2020 karena tahun ini adalah peringatan 10 tahun TI. Ia pun berharap lokasi penyelenggaraan TI tahun depan tetap di benua Eropa.

“Ini menyebalkan. Tapi sepenuhnya keputusan ini adalah yang paling baik untuk dilakukan. Sisi baiknya, TI10 semoga bisa menjadi perayaan peringatan 10 tahun sejak TI pertama (2011) yang diadakan di Eropa!” tulisnya di Twitter.

2. iciceice Fnatic

Komentar unik lainnya ditunjukkan oleh roster Fnatic, Daryl “iceiceice” Koh. Pemain Singapura itu mungkin akan merencanakan sesuatu yang lain untuk menggantikan agenda The International Dota 2 edisi tahun ini. Di Twitter-nya, dia menuliskan, “Tidak ada TI, sekarang saya akan menjadi streamer.”

Mungkin kegiatan itu bisa jadi salah satu pilihan menarik bagi pemain pro. Meski demikian, sepertinya ditiadakannya TI tahun ini berarti akan semakin banyak turnamen online terselenggara. Iceiceice sendiri bersama Fnatic belum lama ini berhasil menjadi pemenang ajang BTS Pro Series wilayah Asia Tenggara.

3. Streamer AdmiralBulldog

Seperti diketahui AdmiralBulldog adalah streamer papan atas Dota 2 di platform Twitch. Kini ia bekerja sebagai streamer resmi untuk organisasi Eropa, Alliance. Namun sebenarnya, dia pernah menjalani beberapa tahun karier di Dota 2 profesional termasuk bersama tim Alliance.

Sejak memulai debut profesionalnya pada tahun 2012, dia sempat mencicipi turnamen The International sebanyak tiga kali. Dia mengikuti TI tahun 2013, 2014 dan 2016 dan kemudian pensiun pasca TI6. “Alam semesta bertekad untuk memastikan saya tidak pernah menghadiri TI lainnya lagi,” tulis AdmiralBulldog di Twitter.

4. Respons Tim Papan Atas

KuroKy

Meski kecewa, namun sebagian besar dari tim-tim Dota 2 profesional setuju bahwa keputusan ini adalah yang terbaik. Mereka tetap yakin saat TI10 berlangsung tahun depan, itu akan tetap memberikan kesan luar biasa.

Seperti dituliskan OG, “Keputusan yang memilukan, tapi pastinya yang terbaik. Yakinlah para penggemar dan pemain Dota, kita semua akan hadir untuk membuat TI10 berkesan.”

“Meskipun ini sudah diperkirakan, kami tetap merasa sedih mengetahui bahwa tidak akan ada TI pada musim panas ini,” tulis Nigma. Tim KuroKy ini pada The International 2019 berhasil mencapai final dengan nama Team Liquid, namun dikalahkan OG.

Dota 2 Tetap Hidup di Tengah Pandemi

The International
The International

Terlepas dari berbagai komentar pemain dan tim profesional terkait penundaan TI10, sebenarnya Dota 2 sama sekali tidak mati. Di tengah pandemi COVID-19, penyelenggara turnamen masih rutin menggelar acara-acara online. Ini membuat esports berada di posisi yang unik dan tumbuh semakin pesat selama masa pandemi.

Para penggemar yang berada di rumah tetap bisa bersorak mendukung tim favorit mereka dari layar gadget. Bahkan banyak tim-tim tier 2 yang kemudian juga mulai mendapat sorotan lebih banyak di turnamen online.

The International 2020 memang sebuah tradisi Dota 2 tahunan yang memang amat sayang dilewatkan. Tetapi keputusan harus dibuat Valve, karena ini adalah pilihan terbaik demi keselamatan semua orang di dalamnya. Mari bersama-sama menunggu akan seperti apa dan di mana TI10 digelar pada tahun depan.

Leave a Reply