eSports Dota 2

BOOM ID Tersisih dari Kualifikasi Major

Sangat sayang sekali lagi-lagi BOOM ID tersisih dari kualifikasi Major. Padahal tim awalnya mampu menaklukan lawan-lawan yang menjadikannya masuk tiga kali dalam suatu pagelaran Minor. Sebenarnya BOOM ID sangat bisa dan sangat berkompeten karena bisa menandingi lawan dengan kelas yang cukup tinggi seperti Ninjas in Pyjamas.

Keberhasilannya yang mampu tampil sejajar dengan tim Ninjas in Pyjamas membuat Mikoto dan timnya bisa menyandang sebagai pemain Dota 2 terbaik yang  membawa nama harum Indonesia. Namun, sangat sayang sekali meskipun sempat mencuri perhatian dan menyandang prestasi yang bagus harus tersisih dari kualifikasi Major.

Akan tetapi BOOM ID cukup puas dalam menampilkan permainannya di Epicenter Major. Meskipun akhirnya tersisih, tim ini sempat menunjukkan kemampuan terbaiknya bahkan sampai membuat lawan merasa kocar kacir dibuatnya. Padahal semua tim yang ikut dalam pagelaran Epicenter Major ini semua termasuk dalam tim besar Asia Tenggara. Sangatlah disayangkan, karena nasib membuat BOOM ID tidak bisa melanjutkan sepak terjangnya ke Major.

Kalau melihat permainan BOOM ID pada fase round robin sebenarnya point yang dikumpulkan sudah lumayan tinggi. Tinggal sisa slot satu lagi maka BOOM ID sudah bisa masuk ke Major. Untuk tim sebelumnya ada TNC yang lebih dulu menyandang juara pada fase round robin.

Hal yang membuat para suporternya merasa yakin BOOM ID bisa lolos ke Major karena riwayat kemenangan berhasil diperolehnya sampai menjuarai 5 kali dari tujuh pertandingan. Namun, BOOM ID tidak sendirian ada tim lain juga sebagai wakil dari Indonesia yang tidak bisa melanjutkan ke Major yaitu EVOS. Tapi memang sih kekalahan EVOS sangat wajar karena kurangnya penampilan mereka yang dirasa kurang memuaskan.

Awal pertandingan BOOM ID mampu meraih kemenangan saat melawan Velo dengan timnya Power of MYSG+AU. Lanjut ke babak Upper Bracket Final bertemu dengan tim yang sangat berat yaitu Fnatic karena menyuguhkan permainan yang sangat bagus dan begitu rapih. Namun, perjuangan BOOM ID tidak berhenti sampai disitu. Mencoba bertahan dalam permainan, Abed, Oracle dan kawan-kawan lagi-lagi mendapat terpaan yang begitu dahsyat sehingga harus kalah dan menyerah padahal baru masuk tahap awal pada dua pertandingan.

Sempat mengalami kemunduran, BOOM ID kembali bertemu dengan Velo beserta kawan-kawannya. Meski pernah mengalahkan power of MYSG+AU sebanyak 2 kali pertandingan di kualifikasi tersebut, namun kali ini BOOM ID kurang beruntung karena Power MYSG+AU berhasil comeback pada tahap permainan di babak lower bracket. Pemain Power MYSG+AU Wraith King sangat lihai sekali sampai BOOM ID harus benar-benar mengaku kekalahannya.

BOOM ID menerima dengan lapang kekalahannya dan turut memberikan support kepada lawan-lawannya yang berhasil masuk ke Epicenter Major dan memberikan selamat kepada pesaing salah satunya Fnatic. Fnatic ini memang sangat pantas sekali masuk ke Major, mengingat permainan mereka di kualifikasi meski sampai di babak kelima, tetap menyandang sebagai tim tangguh yang sangat siap mengamankan posisinya untuk lolos ke Major.

Dengan begitu putus sudah impian terbesar BOOM ID untuk bisa ikut tampil dalam Epicenter Major. Untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya ada kualifikasi dari gelaran StarLadder Minor. Dalam undangan yang diberikan panitia kualifikasi, BOOM ID bakal bertemu lagi dengan Power MYSG+AU dan akan berjumpa dengan EVOS Esports. Bagaimana kemampuan BOOM ID dalam gelaran minor keempat kali ini?

 

Leave a Reply