eSports Dota 2

Clutch Gamers Pernah Tunggak Gaji Para Pemain

Lagi-lagi kabar kurang menyenangkan terpublikasi dalam dunia esports, dan kali ini yang menjadi sorotan adalah tim Clutch Gamers Dota 2. Sebagai salah satu aktor besar tim SEA, Clutch Gamers malah disangka belum membayar gaji pemain dan hadiah turnamen sebagaimana mestinya. Yol, pemain yang dulunya berkontribusi sebagai support pada tim ini di 2018 lalu mengungkapkan kekecewaannya. Pada sebuah forum diskusi, ia memaparkan bahwa dirinya belum menerima fee dan reward dari turnamen.

Yol memberikan bukti berupa screenshot percakapannya kepada dua pendiri Clutch Gamers yakni Jaseem dan Jamal khan. Bukti itu memberikan indikasi bahwa pendiri Clutch Gamers berhutang kepadanya atas hak hadiah dari turnamen yang pernah dikontribusikan. Hak hadiah turnamen tersebut adalah reward turnamen MPGL Asia serta ProDota Cup Asia Tenggara. Ironisnya lagi, fee atau gaji Yol yang berkisar USD$ 5000 pun belum ia terima dengan alasan yang membuatnya tak habis pikir.

Sejak awal Agustus tahun lalu, Yol sudah melakukan penagihan kepada Clutch Gamers atas hak yang sedang diperjuangkannya. Tapi mereka tidak bisa menunjukan bukti pajak karena fee atau reward pemain dibayar secara tunai. Hal ini membuat mereka harus melakukan audit atas masalah keterlambatan fee hingga akhirnya berakibat seperti sekarang. Entah ada masalah apa dalam manajemen tim ini sehingga Yol harus menerima keadaan yang demikian.

Sudah setahun Yol memperjuangkan haknya untuk mendapatkan fee serta reward turnamen yang pernah ia kontribusikan. Namun, nampaknya ia telah kehilangan harapan untuk mendapatkan hak-hak yang diperjuangkan. Asumsi tersebut terbentuk, mengingat sudah berbagai macam cara yang ia lakukan untuk mendapatkan haknya selama ini. Walaupun fee dan reward yang jadi haknya tak bernilai banyak bagi Yol, namun menagihnya memang tindakan yang tepat agar tak terulang lagi.

Ahjit yang pada waktu itu juga menjadi pemain jebolan Clutch Gamers pun mempunyai pengalaman yang serupa dengan Yol. Ia mengakui bahwa tim Clutch Gamers belum memberikan apa yang seharusnya diberikan kepadanya. Ahjit mengatakan lewat instagram story akun pribadinya  bahwa dirinya belum menerima gaji selama 5 bulan. Jika ditotal, gaji tersebut berkisar USD$ 21.500 atau sekitar Rp 300 juta jika dikonversikan kedalam mata uang Indonesia.

Sungguh sangat ironis mengenai hal yang dialami oleh Yol dan Ahjit sebagai pemain esports yang berprestasi. Kejadian tersebut tentu menambah catatan pahit para pemain esports secara menyeluruh, terlebih tanpa ada perjanjian yang jelas. Semoga saja tidak ada lagi hal yang seperti itu di dunia esports seperti Mobile Legends, Free Fire, dan lain sebagainya. Perjanjian hitam diatas putih sepertinya bisa jadi solusi sementara bagi para pemain yang sedang berkontribusi di sebuah tim.

Mengutip dari kasus yang dibahas tadi, sepertinya Yol dan Ahjit adalah pihak yang benar. Dikatakan benar karena mereka meminta hak yang seharusnya mereka dapatkan dari manajemen tim. Tapi bukan berarti Clutch Gamers adalah pihak yang sepenuhnya salah dalam kasus ini. Bisa jadi mereka melakukan itu untuk kebaikan dan keberlangsungan tim, hanya saja komunikasinya kurang dimengerti oleh Yol dan Ahjit.

Seperti itulah informasi mengenai pemain Clutch Gamers yang belum menerima hak-haknya dari pihak manajemen. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang sudah membacanya dari awal sampai selesai. Mainkan game online apapun (termasuk Dota 2) secukupnya saja agar kesehatan Anda tetap terjaga. Ingat, jika kita tidak bisa mengatur kebiasaan bermain game online, maka game online lah yang akan mengatur kita.

Leave a Reply