eSports Dota 2

Ditinggal ana dan JerAx, Tim Dota 2 OG Tersisa Tiga Orang

Tim Dota 2 OG dipastikan kehilangan dua pemain yang ikut meraih gelar juara The International berturut-turut. Sebelumnya, tim mengumumkan Anathan “ana” Pham memperpanjang masa istirahatnya hingga musim depan. Kemudian diikuti dengan kabar mengejutkan dari Jesse “JerAx” Vainikka, yang memutuskan pensiun.

Dilansir dari vpesports dan win.gg, OG berencana untuk kembali ke kancah kompetitif pada putaran ketiga kualifikasi Major dan Minor tanggal 9 Februari mendatang. Tetapi tahun ini juara bertahan TI akan tampil dengan daftar pemain yang sedikit berbeda.

Youtube

Ana pernah beristirahat cukup lama setelah OG memenangkan TI8 dua tahun lalu di Shanghai. Dia baru kembali ke tim menjelang akhir Maret 2019 ketika OG memastikan diri lolos ke MDL Disneyland Paris Major. Dari sana, tim Dota 2 OG menemukan pijakan mereka dan puncaknya adalah di ajang TI9.

OG mencapai grand final dari upper bracket playoff dan mengalahkan Team Liquid dengan skor 3-1 untuk memastikan gelar juara. Kemenangan itu membuat OG mencatatkan sejarah baru sebagai tim Dota 2 pertama yang berhasil mempertahankan gelar TI. Ditambah lagi, dua gelar tersebut diraih dengan roster yang sama persis.

Youtube

Tetapi, tahun ini OG tidak lagi bermain dengan komposisi yang sama. Jika ana masih berkesempatan kembali pada musim depan, JerAx lebih memilih pensiun dari kancah kompetitif. OG membuat pengumuman resmi itu bersama dengan posting panjang dari sang pemain terkait keputusannya itu.

“Dari Boston ke Shangai, JerAx membuat kami menulis kisah unik bersama OG. Semua hal baik berakhir, dan Jesse telah memutuskan untuk pensiun dari Dota 2 profesional. Terima kasih, Jesse!” tulis akun Twitter OG.

Dari apa yang disampaikan JerAx, tampaknya ini bukanlah rencana pensiun musiman seperti kebanyakan pemain.

“Saya senang menjadi orang yang kreatif dan selalu ingin mewujudkan ide-ide. Saya menemukan video game sebagai platform yang luar biasa untuk hal tersebut, karena tidak ada batasan. Anda dapat berbagi pengalaman dengan yang lain,” jelasnya dalam posting panjangnya itu.

JerAx kemudian menambahkan bahwa Dota 2 adalah teka-teki tak berujung yang harus dicari solusinya. Namun, tidak satupun dari orang-orang bisa memecahkannya.

“Sejak saya mulai memainkannya, ini merupakan perjalanan pembelajaran. Ketika saya terus bermain, informasi dan pengetahuan tentang permainan berpengaruh besar pada saya. Itu menjadi semacam kecanduan untuk memahami setiap detail tentang hal itu.

Youtube

“Setelah berhasil, Anda akan puas dan merasakan sensasi. Namun ketika salah langkah, itu akan membuat frustrasi, tetapi masih ada dorongan untuk mencobanya lagi. Ini adalah perasaan yang awalnya membuat saya sangat terhubung dengan permainan, tetapi itu telah memudar.”

JerAx menilai gairahnya kepada Dota 2 ini mulai memudar karena pandangannya terhadap permainan yang berubah. Dia mengatakan saat ini lebih melihat permainan sebagai kompetisi, bukan lagi seperti saat pertama mulai bermain.

“Saya sudah tidak berminat bermain Dota 2 lagi dan saya kesulitan menempatkan diri di tengah-tengah para pesaing saya. Bagi saya keputusan untuk berjalan arah lain sudah jelas, dan saya tidak ragu lagi tentang itu,” tulisnya.

Dengan tidak adanya ana di sisa musim ini dan pensiunnya JerAx, maka tersisa tiga orang di kubu OG. Mereka adalah Johan “N0tail” Sundstein, Sébastien “Ceb” Debs dan Topias “Topson” Taavitsainen. Nama terakhir bahkan baru sekadar memberikan kode untuk kembali bermain melalui unggahannya di Instagram.

Ana bergabung dengan Tim Dota 2 OG menjelang TI8 setelah dia beristirahat dari kancah kompetitif pasca TI7. Jadi, apa yang dilakukannya saat ini memang sudah menjadi kebiasaan. Sedangkan JerAx terlebih dahulu berada di OG setelah TI6, yang mana saat itu dia masuk untuk menggantikan Andreas Franck “Cr1t-“ Nielsen.

Leave a Reply