estnn

Dota 2 Dendi, Legenda yang Dicintai Komunitas

eSports Dota 2

Nama Dota 2 Dendi pasti sangat familier di kalangan komunitas game MOBA ini. Dia menjadi salah satu pemain veteran yang masih aktif bermain sejak era DotA hingga sekarang. Tak heran jika sosoknya sering disebut legenda dan penggemar sangat antusias saat ia memutuskan kembali aktif bermain dengan tim esports barunya.

Dilansir dari liquipedia, Danil Ishutin alias Dendi adalah pemain pro Dota 2 yang genap berusia 30 tahun pada 30 Desember 2019 lalu. Dia berasal dari Ukraina dan merupakan pemain ikonik dari tim setempat, Natus Vincere. Sejak awal kariernya, Dendi dianggap sebagai salah satu pemain solo paling kreatif di dunia.

Awal Karier Dota 2 Dendi

Dendi
Dendi

Sama halnya seperti SumaiL, Dota 2 Dendi juga merupakan adalah jutawan termuda di kompetisi ini. Dia memulai kariernya dari sebuah warnet bersama teman-temannya setelah PC di rumahnya dibawa pindah ke kota lain oleh saudaranya. Alasan lucu ini pun akhirnya menjadi awal perjalanan panjang seorang Danil Ishutin.

Dendi tidak langsung memainkan DotA atau Dota 2 seperti beberapa pemain pro lain. Dia terlebih dahulu menyukai Counter-Strike, lalu mulai jatuh hati ketika beralih ke permainan Warcraft III. Saat itulah ia mulai menyadari memiliki masa depan yang cerah dengan bermain game.

Dendi berhasil memenangkan beberapa kejuaraan Warcraft 3 lokal dan mulai dikenal di lingkungan gamer kota asalnya, Lviv. Pada saat berusia 17 tahun ia pun memutuskan untuk menjadi seorang gamer dengan bergabung ke tim Wolker.Gaming. Penampilannya bersama tim itu pun mengubah nasib Dendi selamanya.

Pada tahun 2006 Wolker.Gaming berpartisipasi pada beberapa turnamen besar dan memenangkannya. Dua tahun kemudian, Dendi hengkang dari WG dan mencoba peruntungan ke tim lain. Pada akhirnya, dia direkrut oleh tim Dota ternama di Ukraina, Natus Vincere pada 2010 silam.

Pijakan Karier yang Sempurna di Na’Vi

Dendi
Dendi

Setahun setelah Dendi masuk ke Navi Dota 2, tim Ukraina itu menjadi kelompok paling disegani di komunitas Dota 2. Mereka berhasil meraih juara The International Dota 2 yang pertama pada 2011 dengan hadiah $1 juta. Saat itu Dendi juga dinobatkan sebagai Pudge terbaik di dunia.

Na’Vi benar-benar hampir menguasai setiap turnamen TI setelah tahun 2011. Dua tahun berikutnya berturut-turut Dendi dan timnya finis di posisi kedua. TI 2014 pun masih berjalan baik bagi tim, namun akhirnya Na’Vi mulai goyah pasca TI selesai.

Pemain berbakat seperti Puppey Dota 2 memutuskan pindah ke Team Secret. Na’Vi pun sangat kesulitan mempertahankan dominasi mereka di turnamen utama ini. Secara berturut-turut pada TI5 dan 6 Na’Vi akhirnya hanya mampu finis di posisi ke-16-17.

Bahkan di edisi berikutnya, Dendi gagal mengantarkan timnya lolos ke The International. Pada saat itu komunitas Dota 2 mulai melupakan kehebatan Dendi karena bermunculan banyak pemain favorit baru di arena. Dendi resmi menjadi kapten Na’Vi pada 2018, tetapi setahun kemudian dia memutuskan keluar dari tim.

Bermain di Tim Agar Tetap Aktif

Dendi
Dendi

Sulit menemukan pemain esports yang bertahan di satu tim selama bertahun-tahun seperti Dendi. Tidak heran jika sosok Dendi sudah sangat melekat dengan Na’Vi, bahkan seluruh penggemar Dota 2. Saat meninggalkan tim Ukraina itu pun Dendi mengaku masih akan menjadi pendukung tim Na’Vi.

Keterpurukan Na’Vi selama empat tahun berturut-turut memang tak baik untuk karier Dendi. Hasil buruk selalu didapat oleh organisasi tersebut dan akhirnya per September 2018 Dendi dinonaktifkan dari skuat Na’Vi. Namun justru di situlah dia mencoba petualangan baru yang tak kalah menantang.

Dendi kemudian bergabung dengan tim-tim kecil agar terus bisa bermain secara profesional. Dia sempat mencicipi persaingan tier kedua di Asia Tenggara bersama tim Tigers. Kariernya di sana hanya berlangsung selama beberapa bulan, kemudian dia pindah ke tim The Pango.

Sama seperti Tigers, The Pango bukanlah tim papan atas di wilayahnya, tetapi setidaknya Dendi kembali ke kompetisi CIS. Pada periode pertamanya The Pango masih meminjam Dendi dari Na’Vi, kemudian mereka memermanenkannya. Tiba-tiba pada akhir 2019, Dendi membuat wacana untuk mendirikan organisasi sendiri.

Mendirikan Organisasi B8

Setelah menghabiskan hampir seluruh kariernya bersama Natus Vincere, Dendi sempat menghilang dari sorotan. Kariernya di Tigers dan The Pango memang tak terlalu mendapat perhatian publik. Sampai akhirnya, pada Januari 2020 ia mendirikan organisasi baru bernama B8.

Bukan hanya sebagai pemilik organisasi, tetapi Dota 2 Dendi juga kembali aktif bermain di kompetisi tertinggi. Sayangnya, di beberapa turnamen yang mereka ikuti, sejauh ini hasilnya belum terlalu baik. Tetapi Dendi Dota 2 new team ini masih dipercaya punya potensi di turnamen-turnamen mendatang.

Leave a Reply