eSports Dota 2

Dota Summit 11 Dimenangi Satu-satunya Tim Tiongkok

Satu-satunya tim asal Tiongkok di turnamen Dota Summit 11 Minor, Invictus Gaming, keluar sebagai pemenang pertama. Mereka pun berhak membawa pulang hadiah utama sebesar $72.000 dari total $500.000. Namun, yang lebih penting bagi iG adalah mengamankan satu tempat terakhir di MDL Chengdu Major.

Dilansir dari win.gg dan thegamer.com, tak tanggung-tanggung, Invictus Gaming menutup turnamen dengan mendominasi lawannya, Chaos Esports Club. Dalam tiga game, iG tak terbendung dan mengalahkan Chaos EC dengan skor 3-0. Ini menjadi prestasi yang cukup gemilang, lantaran mengalahkan Tim Eropa bukanlah perkara mudah.

youtube
youtube

Pertandingan grand final Dota Summit 11 Minor berlangsung sedikit timpang di game pertama. Baru di awal game, Invictus Gaming langsung digadang-gadang bakal menyelesaikan pertandingan dengan mudah.

Hu “Kaka” Liangzhi mengatur kills dengan Mirana di setiap jalur. Situasi tersebut membuat iG berada di posisi yang bagus selama pertengahan pertandingan. Bahkan permainan tidak pernah sampai melewati titik tersebut dan membuat Chaos kebingungan menghadapi strategi lawan.

youtube

Sementara Invictus Gaming terus mengintai di sekitar map dan membuat kills. Ketika lanes mereka ditekan dan mendapat kerusakan yang cukup buruk, mereka menuju ke tempat yang aman. Strategi itu berbuah manis dan menghasilkan kemenangan hanya dalam waktu 23 menit.

Di game kedua, awalnya kedua tim bermain lebih kompetitif dari sebelumnya karena sama-sama melakukan kills selama laning. Tetapi momentumnya berhasil didapatkan oleh iG ketika Zhou “Emo” Yi mencetak tiga kills beruntun. Momen itu mempersempit jarak antara Emo dan pemain carry Chaos, Yawar “YawaR” Hassan.

youtube

Sebelumnya YawaR duduk dengan nyaman di atas tabel networth sejak awal pertandingan. Dengan hilangnya keunggulan tersebut, barisan iG pun mulai dapat sepenuhnya mengambil kendali.

Emo dengan Tiny-nya semakin kuat seiring waktu, sementara Chaos tidak punya cara untuk menahan Jin “flyfly” Zhiyi di Anti-Mage. Chaos sama sekali kehilangan kendali permainan mereka. Alhasil, game kedua pun kembali menjadi milik iG..

Memasuki game ketiga, Chaos berusaha menangani masalah dari game sebelumnya. Kali ini mereka agak sedikit menahan Jonlan “SabeRLight-“ Volek di Legion Commander. Permasalahannya adalah bahwa ini sangat bergantung pada kemenangan duel yang akan menyulitkan SabeRLight.

Quinn “CCnC” Callahan pun sebenarnya mampu bertahan, tetapi Chaos tidak pernah bisa menekan jalur di atas sungai untuk waktu yang lama. CCnC pun akhirnya terbunuh, yang memungkinkan iG untuk merebut kemenangan dan menutup seri dengan skor 3-0.

Penampilan Invictus Gaming mengalami pasang surut sepanjang penampilan mereka di Dota 2. Tetapi 2019 bisa dibilang sebagai tahun terburuk yang pernah mereka alami. Organisasi tersebut gagal memenuhi syarat untuk 10 event Dota Pro Circuit dan hanya sedikit menemukan keberhasilan di tempat lain.

Satu-satunya event besar yang mereka ikuti tahun ini adalah MDL Macau 2019. Di sana pun, iG selesai di tempat terakhir. Mereka gagal mendapatkan tempat di The International 2019 lewat babak kualifikasi regional Tiongkok. Tetapi menemukan keberuntungan dalam turnamen online setelah merekrut flyfly ke dalam skuat.

Tim juga berhasil memenangi FVBET Asian Masters League dan ZBT Invitational. Keberhasilan yang datang terlambat itu pun tampaknya juga menjadi ide bagi iG untuk mempertahankan sebagian besar pemainnya. Meskipun mereka juga merekrut pemain bebas agen, Kaka setelah Gao “dogf1ghts” Tianpeng hengkang.

Perubahan kecil itu mungkin adalah hal terpenting dalam perubahan tim menjadi salah satu penantang serius di Dota Summit 11 Minor. Di turnamen kali ini, Invictus Gaming menunjukkan penampilan yang elite. Dominasi yang ditunjukkan atas Chaos Esports Club di final membuktikan hal tersebut.

Leave a Reply