Autochess
eSports Dota 2

DrodoStudio Rilis Auto Chess di EpicGameStore

Ada kabar mengejutkan yang datang pada gelaran E3 2019 PC Gaming Show yang diadakan pada 9 Juni 2019 kemarin. Kabar mengejutkan tersebut tidak lain adalah tentang rencana Drodo Studio untuk menerbitkan Auto Chess di Epic Game Store. Mengapa berita ini sangat mengejutkan? Alasannya adalah Drodo Studio sebelumnya telah bekerja sama dengan Valve untuk membuat game workshop di dota 2, yaitu game Dota Auto Chess. Kali ini, Drodo Studio tidak lagi bekerja sama dengan Valve untuk bisa memproduksi game tersebut supaya bisa berdiri sendiri.

Dengan kabar tersebut, bisa dipastikan bahwa Dota Auto Chess yang dibuat oleh Drodo Studio tidak akan ada di Platform Steam milik Valve. Sebagai gantinya, Drodo Studio justru bekerja sama dengan pihak saingan Valve, yaitu Epic Games untuk mengembangkan game auto chess miliknya. Kerja sama ini menghasilkan sebuah kepastian bahwa Auto Chess  akan hadir di Epic Game Store yang merupakan platform kepunyaan Epic Games.

Keputusan Drodo Studio untuk tidak lagi bekerja sama dengan Valve tentu sangat disayangkan oleh banyak pihak. Alasannya terutama karena Auto Chess bisa dikatakan mulai berkembang pesat dan dikenal namanya setelah menjadi custom games pada Dota 2. Keputusan Drodo Studio bisa sering disebut-sebut sebagai kacang lupa kulitnya.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, komunitas Dota 2 sangat besar dan tersebar di berbagai penjuru dunia. Komunitas besar yang pada dasarnya dimiliki oleh Valve ini sontak membuat custom games Dota Auto Chess menjadi laris manis. Trend game auto chess pun menjadi semacam warna tersendiri untuk komunitas dota 2. Tak hanya itu, game auto chess juga mulai dilirik oleh dunia esports pada umumnya.

Tak hanya Valve yang mengembangkan auto chess, pengembang video games asal Amerika, Riot Games, juga mengikuti tren auto chess ini. Ia juga membuat Auto Chess dalam versi League of Legends yang diterbitkannya menjadi mode Teamfight Tactics. Mode ini ada di FBE. Teamfight Tactics ini mirip seperti papan catur tetapi mempunyai pola segi enam. Pada mode ini, pemain membawa “little legends” sebagai kurir. Lebih uniknya lagi, little legend ini memiliki skin tersendiri yang dapat diupgrade sehingga membuat tampilannya jadi makin elegan.

Dari fakta ini, bisa dikatakan bahwa Auto Chess memang menjadi tren tersendiri yang sedang menjangkiti para gamers. Dalam hal ini, Drodo Studio memang cukup jenius dalam menciptakan auto chess sehingga bisa menginspirasi para perusahaan game besar untuk mengembangkan game yang serupa. Akan tetapi, perlu diingat lagi bahwa kesuksesan Auto Chess ini tak lain adalah karena kontribusi Valve yang mengenalkannya melalui komunitas Dota 2. Keputusan Drodo untuk menerbitkan Auto Chess di platform saingan (Epic Games Store) dan bukan di Steam milik Valve tentu sangat disayangkan.

Di pihak Valve sendiri, mereka juga tengah mengembangkan Dota Underlords yang dikabarkan hampir setara dengan Auto Chess. Dota Underlords sendiri sudah didaftarkan hak patennya di situs Justia. Menurut info bocoran, Dota Underlords ini sangat mirip dengan Dota Auto chess dari sisi gameplay juga fitur-fiturnya.

Dota-2-Auto-Chess (2)

Melihat fakta-fakta ini, banyak pengembang bersaing untuk meramaikan tren Auto Chess. Lalu, apakah Auto Chess milik Drodo yang rencananya akan diterbitkan di Epic Game Store akan laris manis seperti ketika bekerja sama dengan Dota 2? Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya.

 

Leave a Reply