eSports Dota 2

Hadiah Rp.372 Miliar untuk Turnamen Dota 2

Bagi anda para pecinta esports, tentu sudah tidak asing lagi dengan esports Dota 2 yang faktanya cukup melegenda di tanah air. Seperti biasanya, Valve yang menjadi pengembang Dota 2 pun mengadakan turnamen setiap tahunnya. Anda yang menjadi penggemar Dota 2 tentu sudah tahu bahwa turnamen tersebut bertajuk The International.

Dota 2 sendiri dirilis oleh Valve pada tahun 2013 untuk perangkat Microsoft Windows dan perangkat Linux. Yang tak disangka, popularitas Dota 2 semakin menjadi-jadi dari tahun ke tahunnya. Pada tahun 2017, Dota 2 tercatat sebagai game populer dengan jumlah pemain online setiap harinya yang mencapai 800.000.

Memang popularitas game kembangan Valve ini tidak lah surut termakan waktu dan pesaing game lain. Karena, selain permainannya yang seru, total hadiah yang disediakan saat turnamen pun terbilang cukup besar. Terbukti pada tahun 2018 lalu saja total hadiahnya mencapai US$ 25,5 juta atau setara dengan Rp.360 miliar.

Kabarnya, tahun ini total hadiah turnamen The International 2019 mencapai US$ 26,323,600 atau kisaran Rp.372 Miliar. Kabar tersebut dikutip dari laman esport insider pada senin 08/07/2019. Lalu apakah total hadiah turnamen The International sudah finish sampai di 372 Miliar saja?

Melihat dari sisa waktu turnamen yang masih sekitar delapan minggu lagi, maka akan sangat mungkin jika total hadiahnya bertambah. Banyak para pemain game Dota 2 yang berasumsi bahwa total hadiahnya bisa mencapai Rp.380 – Rp.400 miliar. Tentunya asumsi itu dibuat berdasarkan tanda-tanda dan optimisme yang terlihat dari pihak Valve serta penggemar Dota 2.

Namun kabar kurang sedapnya, untuk bisa mengikuti ajang bergengsi yang sudah ditunggu-tunggu ini tidak lah mudah. Keinginan para penggemar Dota 2 di Indonesia untuk melihat tim tanah air menjadi pemenang turnamen pun pupus. Itu terbukti dari peranan EVOS Esport Indonesia yang gagal menembus fase kedua karena persaingan begitu ketat.

Wykrhm Reddy

EVOS tereliminasi di fase pertama dengan menjadi satu dari empat tim terbawah dimana empat tim teratas maju ke fase 2. EVOS Esport Indonesia cukup kesulitan sejak hari pertama pertandingan di ajang klasemen akhir. EVOS Esport Indonesia mendapat satu kali kemenangan dan tiga kali kekalahan yang membuatnya gagal lolos kualifikasi.

Walaupun begitu, bukan berarti EVOS tidak memiliki taring di ranah e-sport Dota 2 yang melegenda ini. Karena tidak bisa dipungkiri juga bahwa para pro player Dota 2 seperti Whitemon dan InYourdreaM adalah member dari EVOS e-sport Indonesia.

Total hadiah saat ini tentunya menjadi rekor baru di The International sebagai ajang paling bergengsi bagi para pemain Dota 2. Hal ini bisa dilihat dari prizepool The International tahun lalu yang berhenti di nominal US$ 25.532.177. Dan, tidak menutup kemungkinan jika ajang The International 2020 nanti memiliki total hadiah yang lebih besar lagi.

Anda yang juga menanti The International setiap tahunnya dan ingin mengikuti ajang bergengsi ini, tentu juga punya hak untuk ikut. Namun konsekuensinya, harus ada usaha ekstra yang anda lakukan. Dan pastinya usaha ekstra itu mengorbankan waktu, uang, serta tenaga.

Memang game Dota 2 ini sangat seru untuk dimainkan dan menyediakan hadiah yang besar pada turnamennya. Tapi, alangkah baiknya jika anda yang menjadi penggemar Dota 2 tetap menjaga kesehatan dan mengingat kewajiban yang lebih prioritas. Gamers cerdas tentu tau, jika mereka tidak bisa mengatur waktu bermain game, maka game lah yang akan mengatur mereka.

 

Leave a Reply