youtube

Hari Pertama Bukovel Minor, Nigma VS PandaS

eSports Dota 2

Nigma tampaknya tidak mengawali WePlay! Bukovel Minor sesuai dengan harapan mereka dan penggemarnya. Menjalani debut di acara langsung, tim yang dipimpin oleh Kuro “KuroKy” Salehi itu tak mampu bermain maksimal. Fighting PandaS membuat para mantan anggota Team Liquid itu kesal di hari pertama.

Dilansir dari win.gg, ini merupakan kompetisi LAN langsung pertama bagi Nigma pasca terpisah dari Liquid tahun lalu. Sejak awal, sebenarnya mereka dijagokan untuk melangkah mulus di turnamen ini. Namun, sejak gagal lolos ke Major Leipzig secara langsung, kemampuan Nigma memang agak diragukan.

youtube

Kekalahan dari Fighting PandaS di hari pertama Bukovel Minor mempersempit peluang mereka untuk lolos. Nigma memang membuat draft yang dinilai agak aneh dalam game pertama. Mereka memilih barisan yang hampir seluruhnya terdiri dari hero dengan damage tinggi dan HP rendah.

Sebenarnya strategi ini berhasil dengan sangat cepat di awal permainan. Bermain sebagai Lina, Aliwi “w33” Omar benar-benar mengguncang Shadow dari Fiend Jonathan “Bryle” Santos. Dia membunuh Shadow tiga kali dalam delapan menit pertama.

youtube

Itu menjadikan W33 kekuatan yang tak terbendung di menit-menit awal. Dia benar-benar bisa berkeliaran dengan nyaman dan mencetak angka kapan saja. Di sisi lain, semua ini memberi Amer “Miracle-“ Al-Barkawi ruang yang luas untuk melakukan farming di Warden Arc-nya.

Namun, permainan yang lambat itu ternyata tidak bisa dijelaskan. Miracle- membangun Scythe Vyse di Arc Warden dan Ivan “MinD_ContRoL” Ivanov membangun Radiance untuk Nature’s Prophet. Dua hal tersebut dinilai tidak masuk akal menentukan arah permainan tim.

Ketika Fighting PandaS akhirnya mulai memanfaatkan kesalahan Nigma, mereka langsung melihat tim Eropa kehilangan arah. Bryle mendapatkan kembali kedudukannya dan mencetak kemenangan comeback berkat bantuan dari Jacky “EternaLEnVy” Mau dengan Drow Ranger-nya.

Hal tersebut membuat Fighting PandaS untuk kembali menggunakan Drow Ranger di game dua. Sayangnya, semua rencana tidak berjalan dengan mulus. EternaLEnVy dibuat kewalahan di lane atas oleh MinD_ContRoL. Sedangkan Miracle- memulai dengan awal yang kuat.

Ini membuat Nigma menutup permainan dengan kemenangan walaupun sedikit sulit. Skor 1-1 dan game ketiga menjadi penentuan yang penting bagi keduanya.

Nigma datang dengan memilih Clinkz untuk Miracle- di game tiga, yang mana itu adalah langkah mengejutkan dari tim Eropa. Para caster pun langsung mengomentari keputusan Nigma untuk memilih hero tersebut, yang dinilai kurang layak.

youtube

Secara keseluruhan, Miracle- melakukan cukup baik dengan hero tersebut berkat permainan awal yang kuat. Tetapi, damage yang dibuatnya menurun drastis di pertengahan pertandingan saat Bryle Storm Spirit mulai mengambil alih. Underlord ternyata tidak seefektif yang diperkirakan oleh tim.

Bryle berubah menjadi ancaman berbahaya saat pertandingan terus berlanjut. Fighting PandaS bahkan memiliki susunan permainan yang lebih baik berkat Phantom Lancer dari EternaLEnVy. Akibatnya, Nigma terseok-seok di game ketiga dan harus mengakui kekalahan mereka di seri ini dengan skor 2-1.

Dengan kekalahan ini, Nigma masih dianggap sebagai tim elite, meski mereka terus gagal memenuhi harapan di kompetisi. Tetapi, setidaknya mereka belum keluar dari persaingan, walaupun harus menghadapi seri eliminasi do-or-die. Mereka akan menghadapi tim yang kalah dari laga Gambit Esports melawan Furia Esports.

Hasil buruk tentu tidak diharapkan oleh para penggemar, karena sebenarnya Nigma adalah favorit utama untuk memenangkan WePlay! Bukovel Minor. Walaupun, beberapa sebenarnya merasa itu hal yang wajar. Sebab, penampilan mereka di kualifikasi DreamLeague Season 13 Major juga tidak mengesankan.

Leave a Reply