eSports Dota 2

Hero Populer ONE Esports Dota 2 Invitational

ONE Esports Dota 2 Invitational menjadi salah satu acara terbesar sejak update 7.23 dirilis. Dari sana pula terlihat bagaimana meta baru tampaknya mulai terbentuk. Tidak menutup kemungkinan perubahan meta itu pula yang membuat Evil Geniuses akhirnya dikalahkan Vici Gaming di final.

Meskipun tidak dimasukkan dalam rangkaian DPC 2019-2020, tetapi turnamen tersebut tetap diikuti tim-tim terbaik di dunia. Mereka saling berhadapan untuk mendapatkan total hadiah senilai $500 ribu.

Apactix

Terlepas dari total hadiah yang besar, turnamen ini juga sangat menarik karena satu alasan lagi. Itu karena perubahan dari Outlanders Update akhirnya terlihat secara jelas dalam pertandingan yang mempertemukan tim papan atas.

Sejak Outlanders Update muncul, itu telah mengubah meta permainan secara drastis. Tidak sedikit pemain dan penggemar yang menjulukinya sebagai ‘Dota 3’ karena perubahan tersebut. Sepanjang gelaran ONE Esports Dota 2 lalu, ada beberapa hero yang paling banyak dipilih oleh para pemain.

Tiny

Dikutip dari ESTNN, hero pertama yang paling banyak dipilih dalam turnamen dengan 41 pick adalah Tiny. Meskipun dia menerima nerf yang sangat mencolok pada pembaruan, tetapi dia masih terlalu baik untuk ditinggalkan. Menurut data dari DotaBuff, Tiny hampir bermain di setiap posisi tunggal di Dota 2.

Namun, sebagian besar tim menggunakannya sebagai posisi empat. Dia cepat dan memberikan kerusakan yang sangat signifikan. Namun demikian, sepanjang turnamen Tiny hanya memiliki rata-rata win rate sebesar 46%.

Puck

Dalam dua tahun terakhir, popularitas Puck memang agak menurun di turnamen-turnamen besar. Namun, sepertinya Outlanders Update memberinya secercah harapan lagi. Hal itu bisa dilihat dari data pick di ajang ONE Esports Invitational lalu.

Tidak seperti kebanyakan hero pahlawan lainnya, Puck menerima beberapa buff yang sangat kuat, termasuk “blink + silence”. Sebagai hasilnya, tim mulai menggunakan Puck lagi. Vici Gaming bahkan telah menunjukkan cara baru untuk memainkan hero yang satu ini.

Dengan keuntungan dari perubahan, Puck sebenarnya dapat memberikan banyak kerusakan fisik. Win rate-nya dari 31 pick cukup tinggi, yaitu 45%.

Doom

Berbeda dengan dua hero sebelumnya, Doom memiliki win rate yang sangat tinggi, mencapai 63% dari 30 pertandingan. Mirip dengan Puck, Doom juga menerima beberapa buff yang sangat penting, terutama untuk Devour. Itulah yang membuat popularitasnya meroket.

Hero ini juga dapat dimainkan di hampir setiap posisi. Namun, potensi terbaiknya jelas akan muncul jika dimainkan di offlane. Beberapa tim mencoba memainkan Doom sebagai posisi empat. Meskipun mereka menang, rasanya posisi itu benar-benar bukan zona nyaman bagi Doom.

Vengeful Spirit

Buff untuk Vengeful Spirit di patch 7.23 memberikan peningkatan pick yang drastis. Hero yang satu ini jelas jauh lebih kuat dari sebelumnya. Bukan hanya karena dia sekarang memberikan lebih banyak kerusakan, tetapi juga karena kemampuannya yang lebih menyeluruh.

Win rate Vengeful Spirit mencapai 60% dari 30 pilihan. Tidak buruk untuk hero yang bahkan diabaikan beberapa bulan lalu.

Viper

Tanpa diragukan lagi, Viper telah menjadi salah satu sensasi dalam patch baru. Secara historis, Viper selalu menjadi masalah besar bagi lawan untuk menghadapinya. Dia sering dianggap sebagai lane stompers terbesar.

Itulah sebabnya tim sering memilihnya ketika mereka mati-matian berusaha untuk menang di lane. Namun, setelah beberapa perubahan, Viper menjadi lebih dari spell-caster daripada physical damage dealer.

Twitter

Alliance adalah tim yang paling banyak memanfaatkan Viper selama turnamen. Hasilnya, Viper menyelesaikan turnamen dengan 25 pick dan win rate 64%.

ONE Esports Dota 2 Invitational menutup kalender 2019 dan turnamen besar pertama untuk tahun depan adalah Bukovel Minor. Delapan tim terbaik di dunia akan berjuang untuk hadiah $300K, poin DPC dan satu tiket menuju Leipzig Major.

Leave a Reply