Ini Alasan LeBron Dota 2 Mau Bermain di Tim Dendi

eSports Dota 2

WePlay! Tug of War: Mad Moon menjadi debut LeBron Dota 2 bersama tim barunya, B8 di turnamen LAN. Sebelumnya mereka gagal menembus Major maupun Minor DPC setelah tereliminasi lebih awal di babak kualifikasi terbuka. VPEsports baru-baru ini mewawancarai LeBron tentang pengalaman barunya di tim B8.

Nikola “LeBronDota” atau lebih dikenal dengan LeBron selalu berada di samping Dendi sejak proyek B8 direncanakan. Di tim tersebut, dia pun menjadi salah satu pemain senior yang cukup diandalkan. Walaupun, hasil yang dicapai sejauh ini masih belum sesuai dengan harapan.

Seperti diketahui, Dendi membuat beberapa video yang secara terbuka mengungkap proses pembangunan tim B8. Tetapi tidak banyak yang tahu mengenai bagaimana proses perekrutan pemain yang akhirnya bersedia membantu tim. Tak dapat dimungkiri, ternyata sosok Dendi berpengaruh besar pada keputusan mereka.

“Saya pribadi memang sangat ingin bermain bersama Dendi, karena dia pernah membantu saya selalu bertahun-tahun. Dia membimbing saya ketika bermain di Na’Vi, baik di dalam maupun luar arena. Saya sangat menghargai apa yang telah dia lakukan untuk saya,” ujar LeBron Dota 2 tentang alasannya bermain untuk B8.

“Saya ingin bermain bersama Dendi karena saya percaya dengannya. Sebenarnya saya ingin bergabung dengan lineup ini sejak awal musim, tetapi sangat disayangkan kami gagal lolos dari kualifikasi Major. Itu karena tim ini belum dipersiapkan dengan baik.

“Berikutnya ada beberapa tawaran yang masuk untuk saya. Tetapi saya ingin tetap bersama Dendi sambil menunggu semua prosesnya selesai.”

Saat bergabung dengan tim Dendi, LeBron juga turut mengusulkan sejumlah nama. Salah satu yang kemudian direkrut oleh B8 adalah pio65, hasil rekomendasi LeBron untuk posisi carry. Padahal secara personal ternyata LeBron tidak terlalu mengenal sosok pio65.

“Saya bertemu dengannya di Yunani pada beberapa pertandingan kualifikasi WESG. Dia bermain untuk tim nasionalnya dan entah bagaimana dia terlintas di benak saya ketika kami membutuhkan pemain yang super cepat.

Saya tahu dia memainkan beberapa hero yang sesuai dengan meta terbaru. Jadi, saya merekomendasikan tim untuk berbicara dengannya. Dia berstatus free agent ketika kami menghubunginya, sehingga kami langsung menuntaskannya.”

Awal karier LeBron di Dota 2 profesional dimulai ketika berusia 25 tahun. Saat ini usianya sudah hampir 30 tahun dan masih belum berencana untuk pensiun.

“Saya berumur 25 tahun ketika saya memulai secara profesional. Saat itu saya baru saja menyelesaikan studi di universitas dan memiliki dua pilihan, yaitu menjadi pemain profesional Dota 2 atau menjadi insinyur. Saya tidak menyukai apa yang saya pelajari di universitas, jadi tidak ada keraguan untuk langkah berikutnya.

“Saya benar-benar menjadi pemain pro pada usia 26 tahun. Saat itu saya tahu bahwa bagi sebagian orang sepertinya saya sudah sangat tua, tetapi bagi saya, usia bukanlah masalah.”

Terlepas dari itu, LeBron ternyata memiliki beberapa rencana besar yang belum berhasil dia raih selama lima tahun karier profesionalnya. Untuk tiga tahun ke depan, ternyata dia telah menyusun rencana. Dia pun mengungkapkan itu dalam wawancaranya dengan VPEsports.

“Tujuan besar pertama adalah mencapai TI. Tidak masalah di tempat ke berapa saya akan berakhir. Lalu tahun depan saya ingin menjadi tim 8 teratas di TI dan pada tahun ketiga menjadi pesaing untuk memenangkan Aegis.

“Jika saya gagal di tahun pertama, saya hanya memperpanjang rencana itu. Saya tahu itu terdengar gila bagi pemain yang sudah seusia saya. Namun saya percaya pada kemampuan saya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

LeBron Dota 2 dan timnya B8 kembali gagal meraih hasil maksimal di ajang Tug of War: Mad Moon. Setelah kalah dari Gambit Esports, B8 hanya berhasil finis di posisi 5-6.

Leave a Reply