TI9
eSports Dota 2

JerAx Takut OG Tak Punya Line-Up yang Sama di TI10

Penggemar game esports kembangan Valve yakni Dota 2 tentu sudah tahu dengan pemenang The International 9 yakni OG. Tim yang digawangi oleh Topson dan kawan-kawannya berhasil merebut gelar juara The International untuk kedua kalinya. Dilansir dari esports.id, mereka membawa pulang trofi Aegis of Champion dengan penuh rasa bangga. Secara, tak mudah bagi sebuah tim untuk mendapat gelar juara pada ajang The International, terlebih jika dua kali berturut-turut.

Setelah menjuarai ajang The International 9, semua punggawa OG masih dikerumuni pesta kemenangan mereka. Kebanyakan dari mereka memutuskan untuk rehat sejenak dari kompetisi agar kelelahan mental yang mereka alami bisa segera pulih. Wajar saja mereka lakukan itu mengingat ajang The International yang tegang serta melelahkan fisik dan mental. Tak hanya OG, tim lain yang juga jadi peserta The International 9 pun banyak yang memilih untuk rehat sejenak, Team Liquid contohnya.

Rivalry

Rehat untuk memulihkan kelelahan fisik dan mental yang dilakukan para pemain OG tersebut membuat JerAx khawatir. Kekhawatiran JerAx tersebut lebih condong pada kenyamanan para pemain OG untuk menikmati masa rehatnya. Ia takut Topson dan yang lainnya jadi enggan untuk beranjak dari masa rehatnya karena sudah terlalu nyaman dan terlalu santai. Sampai-sampai, JerAx berpikir bahwa pada TI10 nanti OG tak lagi berpartisipasi dengan line-up serupa di TI9.

Lewat akun resmi Twitternya, JerAx menyampaikan kalimat indah yang mirip dengan satire untuk kawan-kawannya di OG. Ia bercuit bahwa masih tidak ada konfirmasi pasti mengenai kelanjutan mayoritas pemain OG untuk mengikuti TI10. Ia merasa bahwa teman-temannya tersebut tidak memberitahunya apakah mereka akan libur panjang atau hanya sebentar. Ia juga mengatakan bahwa ia belum mampu membayangkan seandainya harus bermain di TI10 dengan orang lain.

TI9
TI9

Bisa dikatakan kondisi psikologi JerAx sedang sedikit bermasalah akibat keharmonisan yang tiba-tiba hilang dari tim OG. JerAx dan kawan-kawan sudah melewati masa-masa indah, senang, sedih, tegang, di bawah naungan OG pada ajang The International. Setelah menjadi juara TI9, mereka semua melewati hari terakhir dengan makan malam bersama di  Shanghai. Setelah itu, mereka semua kembali ke negara masing-masing untuk menjalani hidup yang masing-masing pula.

Setelah kembali ke Finlandia, ia merefleksikan diri dan berterima kasih atas pengalaman luar biasanya di TI9 bersama OG. Seandainya kekhawatiran JerAx itu benar terjadi, ia benar-benar tidak tahu rencana apa yang akan ia perbuat kedepannya. Bahkan JerAx sempat berpikir untuk berganti gim yang nantinya akan ia tekuni dalam jangka panjang. Sungguh keadaan yang sangat dilematis bagi JerAx untuk memikirkan keberlangsungan serta kebersamaan rekan-rekannya di OG.

TI9
TI9

JerAx sudah menganggap semua teman-temannya di OG sebagai keluarga yang solid, harmonis dan menyenangkan. Terlebih, Topson yang gaya bermain serta kepribadiannya sangat membekas pada ingatan teman-temannya di OG. Tak mudah bagi JerAx untuk membiasakan diri bermain dengan orang lain yang menggantikan keluarganya di OG tersebut. Kekompakan dan keharmonisan dari rasa kekeluargaan di OG itu terbukti dengan munculnya mereka sebagai pemenang TI9.

Semua hal bisa saja terjadi, termasuk keberlangsungan atau kevakuman para punggawa OG di TI10 nantinya. Namun yang jelas, mau tak mau OG akan menjumpai Major pertama di musim kompetisi 2019-2020. Banyak pihak yang berasumsi bahwa OG sang pemenang The International 9 harus tetap bersama punggawa lamanya. Tapi, bagaimana menurut Anda mengenai ketakutan JerAx atas keberlangsungan OG di TI10 nanti?

Leave a Reply