Diretide

Jumlah Rata-rata Pemain Dota 2 Januari Terendah Sejak 2013

eSports Dota 2

Dalam beberapa bulan terakhir tampaknya semakin banyak pemain Dota 2 yang mulai beralih ke game lainnya. Meski di tingkat tertinggi tidak terlihat ada masalah, namun ternyata game ini mengalami penurunan peminat yang sangat drastis. Baru-baru ini jumlah rata-rata pemainnya bahkan menjadi yang paling rendah dalam tujuh tahun.

Pada akhir 2019 lalu, VPEsports, pernah melaporkan bahwa rata-rata pemain game Dota 2 memasuki masa kelam. Jumlah pemainnya adalah yang paling rendah sejak Januari 2014, yaitu berjumlah 393.860 pemain. Banyak yang mendesak Valve untuk melihat ke bawah setelah acara-acara besar yang diselenggarakan.

Diretide youtube

Sejauh ini, fluktuasi jumlah rata-rata pemain Dota 2 memang agak bisa diprediksi. Para penggemar begitu antusias ketika memasuki acara tahunan, The International. Tetapi setelah turnamen berakhir, jumlah peminatnya kembali menurun dan pertumbuhannya kian melambat dari waktu ke waktu.

Puncaknya adalah pada Januari 2020 ini, di mana angkanya jauh lebih rendah dari Januari 2014. Bahkan dibandingkan, dengan angka-angka di tahun 2013, catatan bulan ini adalah yang paling rendah sejak saat itu.

Dwarven Warrior
valve

Bulan Januari memang seringkali dijadikan patokan untuk membandingkan jumlah pemain ketimbang pertengahan tahun. Pasalnya, pada waktu tersebut hype turnamen seperti The International sudah selesai. Selain itu juga bertepatan dengan musim liburan dan datangnya beberapa patch baru.

Rata-rata jumlah pemain tertinggi pada bulan Januari terjadi pada 2016. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya, angkanya memang terus menurun. Penurunan yang terjadi pada awal tahun ini memang tergolong paling mengkhawatirkan.

The International
The International

Persentase penurunan rata-rata pemain dari tahun 2019 ke 2020 adalah yang paling mencolok dalam tujuh tahun belakangan. Sejauh ini, tidak banyak momentum yang bisa dimanfaatkan oleh Valve untuk mengembalikan antusiasme penggemar terhadap Dota 2. Tetapi ada peluang bagus pada saat The International 2020 digelar beberapa bulan lagi.

Kemudian pada musim depan, kabarnya Valve akan mengubah format kompetisi DPC. Format tersebut lebih melibatkan tim-tim di tingkat kedua sehingga persaingan jadi lebih nyata. Bisa jadi para penggemar lama yang telah pergi akan kembali melirik Dota 2.

Jika menengok ke belakang, salah satu penyebab penurunan drastis ini adalah perilisan patch 7.23. Bukan karena perubahan besar-besaran yang terkesan mendadak, tetapi pemain harus menunggu sangat lama untuk itu. Pada akhirnya, mereka punya waktu untuk beralih ke permainan lain dan beberapa enggan untuk kembali.

Sempat terlihat ada kenaikan pada saat patch 7.23 hadir pada bulan November. Mungkin karena para penggemar penasaran dengan patch baru tersebut. Namun kemudian kembali menurun pada Desember dan Januari karena banyaknya ‘keanehan’ dalam patch tersebut.

Alasan lain bisa jadi karena tidak konsistennya sistem rank matchmaking. Valve sudah beberapa kali bereksperimen dengan sistem baru selama berbulan-bulan, tetapi tak kunjung menemukan solusi.

Secercah harapan mungkin akan terlihat ketika patch 7.24 dirilis, yang diperkirakan hadir pada April atau Mei. Apapun alasannya, intinya segala cara harus dilakukan Valve untuk menjaga penurunan basis pemain yang kian parah. Mungkin proses tersebut terlihat lambat, tetapi akan terus berlangsung ke depannya.

Valve perlu memahami hal ini dan segera mencari tahu apa yang salah untuk memastikan tren buruk ini segera berbalik dalam waktu dekat.

Sebagian besar penggemar yang mengikuti dan menonton kompetisi tertinggi mungkin tidak terlalu merasakan perubahan ini. Apalagi karena drama-drama di seputar Dota 2 profesional masih seringkali mencuri perhatian publik internasional.

Berikutnya, ajang Dota Circuit Pro akan menuju ke Los Angeles dan Ukraina. Ajang esports DPC memang diharapkan dapat membantu meningkatkan minat pemain Dota 2 lagi.

Leave a Reply