Fade
eSports Dota 2

Karena Isu Tak Sedap, Fade Pilih Pensiun dari Dota 2

Setelah selesainya ajang kompetisi paling bergengsi Dota 2 yaitu The International tahun ini, banyak berita ramai yang tersiur. Mulai dari kabar tentang perpajakan pemain, bubarnya club esports Dota 2, sampai kabar propaganda pada saat TI9 berlangsung. Baru-baru ini, ada kabar dari pemain yang memilih untuk pensiun dari persaingan kompetitif Dota 2. Salah satunya adalah Pan “Fade” Yi yang jadi pemain andalan dari Vici Gaming di ajang The International 9.

DIlarsir dari revivaltv.id, memilih untuk berpisah akhirnya diputuskan oleh Fade yang dipinang Vici Gaming pada September 2018 lalu. Dengan berat hati, ia memilih untuk tidak lagi tergabung dalam tim yang sudah menaunginya hingga posisi 6 besar di TI9. Banyak pihak, terutama fans yang mempertanyakan alasan Fade untuk memilih keputusan tersebut. Akhirnya opini publik terbangun karena Fade sempat terlibat cekcok diantara dua kepengurusan club.

Fade
Fade

Kabar pertama terungkap dari owner Vici gaming yang memberi statement bahwa ada tim lain yang berusaha merenggut Fade. Ia mengeluarkan statement tersebut pada akun media sosial Welbo yang resmi digunakannya. Tambahnya, tim yang berusaha mengambil pemainnya tersebut adalah tim peserta dari ajang The International 9. Hal tersebut, tentu membuatnya merasa tidak nyaman karena masalah etis yang tidak sportif.

Owner Vici Gaming yang akrab dipanggil Qing ”Qc” Chen akhirnya memberitahu bahwa Royal Never Give Up adalah dalangnya. Tuduhan tersebut kemudian dibantah oleh pengurus Royal Never Give Up karena merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan. Tambanya, Royal Never Give Up hanya memperjelas offer kontrak  pada punggawa Team Secret di The International 8 tahun lalu. Jelas lah jika managemen Royal Never Give Up merasa apa yang dituduhkan padanya adalah hoax belaka.

Fade
Fade

Seperti tidak terima dengan jawaban tersebut, Qc lantas kembali melontarkan argumen yang jadi dasar pemikirannya. Ia tetap tidak yakin dengan keterangan dari managemen Royal Never Give Up dan meminta agar Fade memberi penjelasan. Kemudian, Fade pun memberikan keterangan yang membuat situasi malah semakin membingungkan. Ia mengatakan bahwa akan pensiun dan berharap segera berakhirnya drama yang sedang terjadi.

Fade juga mengatakan bahwa ia sudah lelah menjadi pemeran utama dari kisruhnya perselisihan yang sedang terjadi. Selama bertahun-tahun, ia merasa banyak melakukan kesalahan namun banyak juga mendapat kenangan indah. Yang paling membuatnya merasa bersalah adalah, seringnya kekecewaan yang timbul karena ulahnya. Saat ini ia hanya ingin bermain Dota 2 dengan sederhana sebagai laki-laki normal seperti dulu kala.

Fade
Fade

Setelah mengetahui apa yang ada dipikiran Fade, akhirnya Qc menyadari kekeliruan yang telah dilakukannya. Konfirmasi baik pun Qc lakukan pada pemain serta managemen Royal Never Give Up yang pernah menjadi rival konflik. Usai sudah kesalahpahaman yang terjadi antara Vici Gaming dengan Royal Never Give Up yang sempat viral beberapa waktu lalu. Namun, sangat disayangkan jika Fade harus menyudahi kompetitif Dota 2 yang pernah digelutinya selama ini.

Fade merupakan pemain Top Dota 2 yang harusnya terus mewarnai ajang kompetisi game kembangan Valve tersebut. Ia menyudahi karirnya setelah sebelas bulan meraih berbagai prestasi bersama Vici Gaming. Untuk pemain Dota 2 sekelas Fade, tentu bukanlah pilihan yang tepat jika ia harus pensiun dari kompetitif. Terlebih, prestasinya yang mampu mengawinkan gelar major dan minor sekaligus, yang bisa dikatakan sebagai prestasi langka.

Leave a Reply