youtube
eSports Dota 2

Kinerja Buruk, Madara Tinggalkan Tim Ad Finem

Dota Summit 11 menjadi Minor pertama di DPC musim ini, sekaligus menjadi momen kembalinya tim Ad Finem. Mereka pernah menjadi tim yang cukup disegani setelah tampil mengesankan di turnamen Boston Major 2016. Sayangnya, kembalinya mereka ke topflight tidak sehebat waktu itu.

Dilansir dari vpesports dan estnn, kegagalan Ad Finem di Dota Summit 11 telah menyebabkan gejolak di dalam tim. Satu pemain hengkang, dengan begitu saat ini mereka hanya memiliki empat pemain di skuat. Pemilihan satu pemain kunci untuk menjalani ajang berikutnya harus dilakukan secepat mungkin sebelum turnamen berikutnya dimulai.

youtube

Pada 2016 lalu, tim Ad Finem berhasil mengejutkan publik, yang entah muncul dari mana mereka hampir memenangkan Boston Major. Tim Dota 2 asal Yunani itu dengan cepat mendapatkan banyak penggemar karena gaya permainan yang agresif.

Kemudian pada tahun 2018, masih dengan skuat yang sama, Ad Finem mencoba untuk mendominasi lagi. Semuanya berjalan tanpa masalah sepanjang babak kualifikasi dan mereka mengunci tempat di Dota Summit 11 Minor. Namun disayangkan, penampilan mereka di Minor pertama itu bak sebuah bencana.

youtube

Di babak penyisihan grup, mereka hanya memenangkan satu pertandingan saja. Hasil itu mengantarkan Ad Finem nyaris finish di urutan terakhir dan menghasilkan eliminasi awal bagi tim. Tentu ini bukan hasil yang diharapkan oleh para pemain dan penggemarnya yang sudah sangat menantikan kembalinya Ad Finem.

Di satu sisi, kembalinya mereka ke kancah kompetitif Dota 2 dengan skuat yang berasal dari Yunani sebenarnya bukan tidak mengejutkan. Meski gagal lolos ke Chengdu Major melalui kualifikasi, mereka sudah membuktikannya dengan mengamankan tiket Dota Summit 11 Minor.

youtube

Awalnya banyak yang mengira mereka bisa kembali ke puncak performa seperti beberapa tahun lalu. Sayangnya, puncak bukanlah hasil akhir bagi tim karena hasilnya hanya berada di tempat 7/8.

Tidak stabilnya performa tim pun akhirnya membuat satu pemain kunci mereka memutuskan pergi, belum jelas apa alasannya. Roster yang menempati posisi 1, Omar “Madara” Dabachach, mengumumkan hengkang melalui Twitter pribadinya.

“Saya memutuskan untuk meninggalkan @adfinemdota2. Semoga kalian mendapatkan semua yang terbaik. Kabar tentang masa depan saya segera diumumkan,” tulis Omar Dabachach di Twitter pada 15 November lalu.

Beberapa hari sejak Madara membuat pengumuman itu, belum ada informasi yang jelas tentang masa depannya. Sebenarnya kehilangan Madara adalah hal yang cukup merugikan bagi tim. Pasalnya, dia memiliki cukup pengalaman dan kemampuan, walaupun itu tidak terbukti di ajang Dota Summit 11 Minor.

Dia adalah sosok yang sudah bergabung dengan Ad Finem saat tim mendominasi Boston Major dua tahun lalu. Sejak itu, Madara juga sempat bermain untuk Vega Squadron. Yang lebih baru, dia juga bermain sebagai sub untuk tim Alliance di OGA Dota PIT Minor musim lalu.

Madara bisa dibilang sebagai pemain Dota 2 terbaik yang pernah dimiliki di Ad Finem. Bahkan setelah tim dibubarkan lalu dibentuk lagi, dia menjadi salah satu yang bersedia kembali.

Rumor terbaru mengatakan bahwa Madara mungkin akan merapat ke Chaos Esports Club. Mereka juga tengah membutuhkan satu pemain untuk melengkapi skuatnya. Akan tetapi, sejauh ini memang belum terlihat apakah transfer tersebut bakal terjadi atau tidak.

Ad Finem berikutnya terdaftar dalam ajang GG.Bet Championship. Itulah yang membuat mereka harus segera mengumumkan pengganti untuk Madara. Adapun turnamen ini menyediakan total hadiah sebesar $10.000 dengan menampilkan delapan tim dari wilayah Eropa dan CIS.

Di dalamnya, tim Ad Finem sudah ditunggu oleh tim-tim yang mungkin sudah cukup familier dengan mereka. Mulai dari jfshfh178, Team Singularity dan Wind and Rain. Sangat menarik untuk melihat siapa yang nantinya bakal menggantikan posisi Madara di tim asal Yunani.

Leave a Reply