eSports Dota 2

Kisah Inspiratif dari Topson OG Dota 2

Manusia sering kali tergerak oleh kisah inspirasi yang bisa didapatkan dimana saja termasuk di esports Dota 2. Kali ini, Topson punggawa OG menjadi sorotan publik karena dianggap menginspirasi para player Dota 2 yang mengetahui ceritanya. Bahkan, orang-orang yang bukan pemain Dota 2 pun bisa mengambil pelajaran darinya untuk menjalani kehidupan. Pada dua ajang The International yakni TI8 dan TI9, Topson adalah tokoh utama yang sebenarnya.

Pemuda dengan nama lengkap Topias Taavitsainen yang dikenal sebagai Topson ini memulai karirnya dari bawah. Ia selalu diremehkan, dicemoohkan, dianggap sepele dan tak punya potensi oleh banyak pihak. Tapi, Topson hanya butuh waktu dua tahun untuk membuktikan bahwa asumsi publik kepadanya itu tidak benar. Nyatanya, kesuksesan OG di TI8 dan TI9 tak lepas dari peran Topson yang karirnya semakin membumbung.

merah putih

Sebelum Topson bergabung dengan OG yang jadi tim paling berprestasi Dota 2, OG memang banyak memenangkan pertandingan. Namun, itu masih dianggap oleh publik hanya sebuah keberuntungan dan bukan semata-mata karena OG adalah tim hebat. Kejuaraan Frankfurt, Manila, Boston, dan Kiev Major yang dimenangkan OG tak membuatnya disetarakan dengan tim raksasa. Hingga pada akhirnya, Topson ikut mengharumkan nama OG dengan menjadi punggawa terkuat di TI.

Namun, tahukah Anda bahwa sebelum bergabung dengan OG, Topson hanya pemain Dota 2 dan streamer biasa. Bisa dibilang, kemampuan Topson sebelum bergabung dengan OG hanyalah sebatas semi pro player saja. Walaupun sudah mengenal Dota sejak usia delapan tahun, namun karirnya terbilang telat berkembang. Prestasi yang minim tak membuat OG kehilangan kesempatan untuk membela tim SFTe-sports.

OG

Disini, Topson mendapat gelar kecil-kecilan yang sangat membantu tim-tim kecil untuk tetap eksis di dunia Dota 2. Salah satu gelarnya adalah juara ajang ProDota yang membuat mentalitas seorang Topson muncul. Hadiah kemenangan terbesarnya dicapai saat bertandang di WESG 2017. Menaungi tim Finlandia, Topson bermain bersama veteran yang satu wilayah dengannya.

Walaupun hanya sampai di babak group, Topson berhasil membawa pulang uang tunai sebesar $10.000 USD. Pada moment ini, nama Topson semakin melambung tinggi dan banyak dibicarakan oleh para pecinta Dota 2. Beberapa bulan setelahnya, Topson dipinang OG untuk bermain pada open qualifier The International 8. Walaupun namanya baru, tapi Topson sudah tidak asing dengan persaingan pemain papan atas.

Topson punya MMR yang tinggi dan sering bertemu dengan para pemain bintang Dota 2 saat match. Banyak opini publik yang menanyakan bagaimana mungkin Topson dipinang OG dan menjuarai TI8 serta TI9? Padahal, dulunya ia adalah player yang suka pasang build item asal-asalan dan farming di area musuh yang berujung mati diculik. Ya, itu adalah Topson yang dulu dan sekarang sudah berevolusi menjadi top player Dota 2 dengan strategi dan skill yang matang.

Rivalry

Cemoohan dan prasangka kerdil dari publik akhirnya berubah menjadi dukungan kebanggaan bagi Topson. Pasca kemenangan OG pada TI8 dan TI9, namanya kian disanjung-sanjung oleh publik pecinta Dota 2. From nothing to something mungkin adalah istilah tepat bagi perjalanan karir Topson yang merangkak secara perlahan. Hingga saat ini, Topson dinobatkan sebagai player Dota 2 yang inspiratif dan memotivasi banyak pihak.

Apapun profesi Anda walaupun tidak ada hubungannya dengan esports Dota 2, kisah Topson ini patut dicontoh. Kita bisa belajar darinya untuk memutar balikan keadaan yang tadinya dilecehkan menjadi pujaan. Banyak pihak yang berasumsi bahwa karir Topson akan semakin cemerlang di sepanjang durasi menjelang TI10. Tapi, bagaimana menurut Anda selaku pecinta Dota 2 mengenai kisah Topson ini?

Leave a Reply