ESL
eSports Dota 2

Klasemen ESL Indonesia 2019 Dota 2

Menghabiskan match akhir babak grup pada ESL Indonesia Championship Season 2, BOOM ID harus merasakan kekalahan. Kekalahan tersebut tidak lain adalah ulah dari rivalnya yakni PG.Orca yang punya segudang strategi untuk menang. Putaran akhir ESL Indonesia Championship ini bukukan hasil matchday 11 – 14 dengan riwayat persaingan yang sengit. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah hasil rekapan matchday tersebut yang dikutip dari laman Esports.id.

Season 2 diselenggarakan pada sejak tanggal 16 Juli 2019 lalu dan resmi diakhiri pada tanggal 6 September 2019. Penutupan ini disuguhi pertandingan antara BOOM.ID dengan PG.Orca yang bersaing serta bertanding secara ketat namun tetap sportif. Matchday 11 jadi ajang unjuk gigi bagi Antrophy,  yang berhasil menumbangkan The Prime dengan skor akhir 2-0. Anthropy, tim kontribusi para veteran Dota 2 ini punya kemampuan yang cukup mumpuni untuk dijadikan tim unggulan.

BOOM ID
BOOM ID

Sementara itu, pertandingan kedua mempertemukan Hans Pro Gaming dengan petinggi klasemen yakni BOOM ID. Pada pertandingan ini, Hans Pro Gaming kewalahan menghadapi kekuatan BOOM ID yang semakin menjadi-jadi. BOOM ID selaku superstar Indonesia berhasil unggul dari segi apapun melawan Hans Pro Gaming. Namun walau begitu, mereka tetap sportif dalam bertanding, menerima kekalahan dan tidak meninggikan diri.

Matchday 12 adalah waktu dimana EVOS Esports dan Alter Ego yang memproduksi kemenangan untuk unjuk gigi. Saat melawan The Prime, EVOS Esports tak perlu susah payah memutar otak untuk merancang strategi baru. Mereka bermain seperti biasa dan dapat menang dengan mudah tanpa kendala apa pun yang memberatkan ambisi. Itu terjadi karena EVOS Esports adalah tim kuat yang bermental pemenang dan tidak pernah kehilangan percaya diri.

ESL
ESL

Berbeda dengan EVOS Esports, Alter Ego malah harus susah payah untuk memenangkan pertandingan melawan PG.Orca. Walaupun pertandingan berlangsung dengan penuh ketegangan dan hampir menuai kekalahan, namun Alter Ego berhasil menang. Kemudian di matchday 13, giliran PG.Barrack yang habisi sekumpulan pemain veteran Dota 2 yang tergabung di Antrophy. Mereka paham betul bahwa nama besar tidak cukup untuk membuat ciut lawan  yang selalu mengasah kemampuan.

Pada matchday 13 tersebut, Ramz dan para punggawa lainnya tak hanya menikmati manisnya kemenangan. Mereka juga harus menelan pahitnya kekalahan saat berhadapan dengan EVOS Esports yang dirasuki ruh Aville CS. Mungkin itu terjadi karena PG.Barrack belum menyadari kemajuan dari skill individu para punggawa EVOS Esports. Atau bisa jadi karena mereka memang belum siap berhadapan dengan raksasa Dota 2 Indonesia tersebut.

ESL
ESL

Di matchday 14 tepatnya hari penutup babak grup ESL Indonesia Championship Season 2, giliran BOOM ID yang berlaga. Sebenarnya, mereka sudah tidak perlu lagi mendapat kemenangan untuk bisa melaju ke main event. Namun ada rekor perfect yang harus mereka lindungi, yakni tidak pernah menelan kekalahan satu kali  pun. Sayangnya, rekor tersebut harus rontok oleh kelauan PG.Orca yang memang sudah tidak punya harapan.

Kemenangan PG.Orca bisa terjadi mengingat kondisi dan keadaan mereka yang mau tidak mau harus menuai kemenangan. Secara tidak langsung, kondisi tersebut menekan mental tim untuk bermain di luar zona aman seperti biasanya. Maka boleh jadi PG.Orca bermain dengan sangat agresif, ugal-ugalan, kejam lagi bengis seperti sangat butuh kemenangan. Akhirnya, mereka menunjukan the power of kepepet yang memberikan kemenangan manis untuk disaksikan penonton.

Leave a Reply