eSports Dota 2

Kualifikasi Los Angeles Major SEA Terkendala Masalah Koneksi

Masalah konektivitas internet benar-benar menjadi masalah dalam babak kualifikasi tertutup Los Angeles Major regional Asia Tenggara. Beberapa tim harus kalah dalam pertandingan tanpa memiliki kesempatan untuk membalas. Bagi pemain esports profesional, keadaan seperti ini tentu sangat buruk.

Hal semacam ini sangat jarang terjadi dalam pertandingan resmi di regional Eropa atau Amerika. Namun di Asia tenggara masalah koneksi ternyata menjadi dilema yang sering terjadi. Tim-tim Dota 2 profesional pun biasanya cenderung menyiapkan rencana cadangan untuk mengatasi lag dalam pertandingan.

Akan tetapi, beberapa tim tidak dapat melakukan hal itu karena kurangnya anggaran. Oleh karenanya, panggung Dota 2 tingkat dua di Asia Tenggara lebih tidak stabil dari yang terlihat. Kualifikasi ESL Los Angeles Major menunjukkan betapa buruknya hal ini ketika terjadi dalam momen penting bagi tim.

Internet yang tidak stabil benar-benar merusak kompetitifnya kualifikasi Dota 2 di Asia Tenggara. Kesialan bisa menimpa tim mana saja yang tidak memiliki rencana untuk mengatasi masalah jaringan internet. Salah satunya dialami oleh Team Adroit, yang hampir gagal lolos kualifikasi akibat kendala ini.

Di babak penyisihan grup, Team Adroit menjadi unggulan pertama setelah mengalahkan TNC Predator 2-0. Dengan permainan yang sama baiknya, Adroit juga mendominasi dua tim favorit lain di Asia Tenggara, yaitu Reality Rift dan Neon Esports.

Sampai akhirnya kejutan terjadi ketika Team Adroit bertemu dengan IO Dota 2. Adroit yang tak terkalahkan akhirnya harus tumbang oleh tim baru tersebut.

Sebenarnya semangat tim itu masih tinggi di babak playoff. Hanya saja, konektivitas internet yang buruk sangat memengaruhi moral para pemain.

Para pemain Adroit bahkan terpaksa bermain di kafe internet lokal untuk melanjutkan seri melawan Fnatic. Mereka pun harus kehilangan Game 1 saat melawan Fnatic. Ketidaknyamanan tersebut kemudian berlanjut ke pertandingan berikutnya yang sangat menentukan.

Tim berjuang keras untuk meraih tempat ketiga untuk Major di Los Angeles dengan melawan IO Dota2. Pertandingan ulang ini adalah momen pembalasan bagi Adroit atas kekalahan di pertemuan pertama. Meski sempat mengalami kesulitan di sepanjang pertandingan, Adroit akhirnya berhasil mengklaim tempat untuk DPC Major ketiga.

Lineup Team Adroit saat ini adalah para pemain yang sama yang memenangkan medali emas Dota 2 pada SEA Games 2019. Meski finis di bawah Fnatic dan Geek Fam, namun di LA Major nanti Adroit tetap jadi salah satu tim yang harus diwaspadai.

Tim lain yang juga menderita masalah konektivitas internet adalah Lowkey Esports. Akibatnya mereka harus rela kehilangan kesempatan untuk tampil di StarLadder ImbaTV Minor.

Lowkey Esports menghadapi Cignal Ultra untuk mendapat tempat di untuk kualifikasi Minor. Namun, koneksi internet mereka terputus setelah pertandingan berjalan selama 27 menit. Tim kemudian tidak dapat terhubung kembali ke dalam permainan, dan kemenangan secara otomatis diberikan kepada Cignal Ultra.

Hasilnya, tiga tim Asia Tenggara lolos ke ESL One Los Angeles dan empat tim mendapat tempat di StarLadder ImbaTV Minor. Tidak ada nama tim terkuat Asia Tenggara saat ini, TNC Predator, yang kali ini harus absen dari turnamen DPC.

Setelah kemenangan di Major pertama pada DPC musim ini, TNC Predator dianggap sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Tetapi sejak itu, tim justru tampak goyah di berbagai penampilan mereka. Akibatnya, saat ini TNC benar-benar kehilangan tempat untuk tampil di Minor dan Major ketiga.

Kegagalan lolos ke Los Angeles Major dan Kyiv Minor tentu akan menjadi evaluasi besar bagi TNC. Kini mereka memiliki waktu yang cukup panjang untuk bekerja lebih keras dan mempersiapkan diri menghadapi kualifikasi berikutnya pada akhir Maret.

Leave a Reply