eSports Dota 2

Laporan dari Valentine Madness, Event Musiman Dota 2 Terakhir dari WePlay Esports

Sejak didirikan pada tahun 2013, WePlay Esports sudah membuat dan menyelenggarakan berbagai turnamen dan event bagi para pemain esports, termasuk pemain Dota 2. Dan mengikuti kesuksesan event Winter Madnes, WePlay pun tak membuang kesempatan untuk menyelenggarakan event tahunan berikutnya untuk bulan Februari ini dengan tema Hari Valentine dengan nama Valentine Madness.

Penyelenggaraan event musiman ini serupa dengan Winter Madness, namun dengan beberapa perubahan. Total, terdapat 12 tim yang berkompetisi dalam event ini, dengan hanya empat tim yang langsung melaju ke perempat final. Sementara itu, delapan tim sisanya harus memenangkan slot yang tersisda lewat pertandingan grup.

Nah, setelah kompetisi intens selama nyaris seminggu, terdapat beberapa wajah familiar yang berkompetisi di babak final Dota 2 Valentine Madness. Dua dari para finalis yang berkompetisi pada event Winter Madness pada bulan Desember 2018 kemarin berjumpa lagi di bulan ini, yaitu Gambit Esports dan Ninhas in Pyjamas (NiP).

Dalam perjalanannya menuju babak selanjutnya, NiP seolah tak menemukan ganjalan yang cukup berarti. Sementara itu, Gambit Esports nampak harus bersusah payah melawan The Pango untuk mampu melaju ke babak berikutnya. Pertandingan antara kedua tim berlangsung sangat kompetitif, dan NiP pun keluar sebagai pemenang.

Setelah mengalahkan Gambit Esports, NiP pun menghadapi Natus Vincere (Na’Vi). Dengan rekor tak terkalahkan dalam perjalanan menuju final, NiP menanti pemenang dari pertandingan antara Na’Vi melawan Gambit, yang mengalahkan Alliance dengan skor 2-1 untuk mendapatkan kesempatan lain memenangkan tiket ke final. Tapi, tentu saja Na’Vi tidak akan membiarkan mereka melenggang begitu saja.

Kedua tim beradu dalam sebuah pertandingan yang sangat kompetitif. Dan terlepas dari dominasi Na’Vi di awal pertandingan, Gambit berhasil meraih beberapa momentum yang membuat mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan rematch dengan NiP.

Rematch pada babak final merupakan pertandingan yang sangat menegangkan dan banjir serangan. Pada ronde terakhir, tim yang kalah gagal mendapatkan double-digit kill, yang menunjukkan bahwa mereka sedang berada dalam posisi bertahan karena tekanan dari lawan.

Dua pertandingan di awal berlangsung selama 20 menit, dengan masiing-masing tim mendapatkan satu angka. Pada putaran ketiga, Gambit mendapatkan satu angka lagi dan nampak tak ingin menghentikan momentum mereka dengan strategi menuju kemenangan di putaran keempat.

NiP berusaha untuk menghentikan upaya Gambit hingga pertandingan berlangsung sampai 35 menit, namun hasilnya tak berubah. Dengan D/K advantage 30-15, Gambit kembali memenangkan titel juara event WePlay untuk Dota 2.

NiP dan Gambit akan kembali berkompetisi pada ESL One Katowice pada 19 sampai 24 Februari.

Leave a Reply