eSports Dota 2

March Tak Berharap Apa-apa Soal MDL Chengdu

TNC Predator akan menjalani MDL Chengdu Major di DPC 2019-2020 dengan daftar skuat yang baru. Mereka tidak lagi dipenuhi oleh barisan roster asal Filipina dan tidak bersama Lee “Heen” Seung Gon di kursi pelatih. Namun meski terjadi perubahan besar, toh, mereka tetap mampu meraih gelar ESL One Hamburg.

Dilansir dari vpesports, Ace mereka sekarang adalah Park “March” Tae-won, yang bergabung dengan tim pada saat TI9 shuffle. Selain itu, dia juga mengemban tugas sebagai pemimpin tim. March pun berhasil menyabet penghargaan MVP di ajang ESL One Hamburg beberapa waktu lalu.

RevivalTV
RevivalTV

Jauh sebelum MDL Chengdu Major 2019, March sempat absen dari kancah kompetitif selama 2016 hingga 2018. Dia harus memenuhi wajib militer di Korea Selatan. Dia kembali pada saat kualifikasi TI8 dan perlahan tapi pasti dia mendapatkan form-nya kembali.

Ditanya tentang apa hambatan terbesar yang harus diatasi saat kembali setelah dua tahun absen, March berkata: “Ketika saya menjalani wajib militer, saya tidak bisa bermain Dota untuk tahun pertama. Tetapi pada tahun kedua, saya mulai menggunakan lebih waktu liburan saya untuk bermain setidaknya seminggu sekali.”

RevivalTV

“Saya sangat dipengaruhi oleh QO ketika pertama kali kembali. Kami bermain di Kualifikasi Terbuka TI8 bersama-sama dan dia mengajari saya Dota yang dimainkan di TI6 dan TI7. Setelah itu, ketika saya bergabung dengan J.Storm, Fear mengajari saya banyak hal.

“Setelah sempat melatih Fnatic musim lalu, saya mendapat perspektif baru tentang bagaimana mereka berpikir. Saya pun bisa menggunakan semua ide itu untuk membuat versi yang lebih baik dari diri saya di dalam permainan,” ujar March.

Setelah TI9, March sempat berpikir apakah ingin melanjutkan karier sebagai pelatih atau mencari peluang baru. Dia mengatakan sempat berbicara dengan Heen, pelatih TNC, dan akhirnya mendapat peluang di tim tersebut.

“Dia merekomendasikan saya ke tim dan menjelaskan kepada mereka seperti apa saya. Mereka sudah memiliki pengalaman yang sangat baik dengan pelatih Korea, jadi mereka pikir saya akan cocok untuk mereka sebagai kapten.”

foxsports

Bersama tim yang baru dan memegang peran sebagai pemimpin tentu bukan perkara mudah. March harus menyatukan visi dengan para pemain TNC lainnya. Namun dengan bantuan pelatih Heen, tidak ada masalah dalam adaptasi maupun menjalin kerja sama satu sama lain.

“Ketiga pemain Pinoy sangat berbakat. Mereka tahu banyak hal-hal mendasar, yang bahkan tidak harus saya beritahukan kepada mereka. Terkadang, saya benar-benar belajar dari mereka karena mereka melakukan banyak hal dengan benar.

“Saya hanya perlu berpikir tentang strategi dan mereka sangat terbuka untuk mengikuti strategi saya. Heen juga memberi tahu saya tentang kelebihan dan kelemahan masing-masing pemain, yang mana itu membantu saya beradaptasi.”

TNC Predator sendiri menjadi salah satu tim yang akan bertanding di MDL Chengdu, turnamen Major pertama di DPC 2019-2020. March pun hanya ingin mengerahkan kemampuan terbaiknya tanpa menaruh beban apapun. Bahkan dia mengaku tak keberatan jika mengakhiri turnamen di tempat terakhir.

“Menuju ke MDL Chengdu saya tidak ingin memberi beban pada diri sendiri, itu adalah cara terbaik untuk bermain. Jadi saya tidak mengharapkan apa-apa, saya juga tidak jika keberatan finish di tempat terakhir.

MDL Chengdu Major akan berlangsung dari 16 hingga 24 November dengan 16 tim akan berjuang untuk memperebutkan piala. Selain itu, pemenang juga mendapat total hadiah $1.000.000 dan 15.000 poin DPC. TNC adalah salah satu dari tiga tim Asia Tenggara, bersama Fnatic dan Team Adroit.

Leave a Reply