eSports Dota 2

Masalah IENC 2019 dengan BOOM ID & PG BarracX

Berita hijrahnya Venue para player yang melakukan match di babak semifinal IENC Dota 2 dibenarkan oleh manager BOOM ID. Ada yang tidak beres saat pertandingan babak semifinal IENC Dota 2 berlangsung menurut Brando Oloan sang manager BOOM ID. Match ke dua akan dipindahkan ke Supernova, Tanjung Duren, Jakarta setelah match pertama yang berlangsung di Ligagame Arena. Perpindahan ini disebabkan karena adanya pengaruh sinyal yang kurang mumpuni dan menyebabkan lag game bagi semua player yang bertanding.

Kabar ini dikutip dari GGWP.id yang mendapatkan informasi langsung dari manager BOOM ID melalui via saluran telepon. Brando Oloan atau yang akrab disapa Bram mengatakan bahwa lag game yang terjad di match pertama sangat mengganggu permainan. Pada saat break game pertama, diberitahukan bahwa akan ada penanganan masalah koneksi agar game kedua bisa berlangsung dengan nyaman. Namun ternyata keadaan masih saja sama seperti di game pertama dengan sinyal kurang mumpuni yang dialami seluruh player saat bertanding.

Bram sempat memberi argument agar pertandingan dilangsungkan pada gaming house masing-masing disertai wasit.  Namun argument Bram tersebut tidak terkabul karena satu dan beberapa hal yang masih jadi bahan pertimbangan. Akhirnya disepakati jika match selanjutnya akan dipindahkan di Supernova, Tanjung Duren, Jakarta dengan harapan tak ada lagi lag game. Bram pun tidak merasa keberatan atas keberlangsungan match selanjutnya yang akan dipindahkan di Supernova, Tanjung Duren, Jakarta.

Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan pemain agar bisa menunjukan permainan terbaiknya dalam pertandingan. Selain itu juga harus terjamin jika perpindahan match ke dua ini tidak akan ada lag game dan menggunakan monitor refresh rate 144 Hz. Dalam hal perpindahan ini, Bram juga merasa miris karena untuk event besar sekaligus kualifikasi nasional menuju Sea Games masih ada kendala signal. Bram juga berharap agar masalah jaringan internet atau sinyal seperti ini bisa ditanggulangi lebih awal oleh pihak penyelenggara.

Sementara itu dari pihak PG BarracX lewat manager team, Elizabeth Bonita, juga memberi tanggapan mengenai masalah di IENC Dota 2. Menurutnya masalah ini mempengaruhi sedikit banyak hasil pertandingan timnya melawan BOOM ID di semifinal. Namun walaupun jadi salah satu tim yang dibuat tidak nyaman dengan lag game di IENC Dota 2, sang manager tetap berprasangka baik. Bonita berasumsi  bahwa lag game yang terjadi saat pertandingan timnya melawan BOOM ID bukanlah semata-mata kesalahan panitia.

Untungnya tim PG BarracX menang atas BOOM ID dengan hasil 1-0 walaupun bertanding dengan susah payah menikmati lag game yang terjadi. Namun tetap saja Bonita berharap pihak penyelenggara bisa menanggulangi masalah seperti ini sedini mungkin agar tak ada peserta yang merasa dirugikan. Kabar terakhir yang dikutip dari GGWP.id, PG BarracX kini sudah berhasil memenangkan pertandingan dengan skor telak 2-0. Tak ada yang merasa dirugikan, tak ada yang merasa diuntungkan, karena lag game yang terjadi memang bukan kesalahan penyelenggara.

Bermain game online apapun memang jadi terasa menyebalkan jika player mengalami lag game pada saat pertandingan berlangsung. Terlebih jika game online yang di turnamenkan seperti pertandingan Dota 2 antara BOOM ID dengan PG BarracX. Masalah tersebut tentu akan teratasi apabila operator internet yang dipakai adalah operator yang sudah ternama dan teruji kualitasnya. Jika operator internet yang digunakan adalah operator newbee yang belum terlihat sepak terjangnya, tentu lag game punya potensi besar.

 

Leave a Reply