Gridgames
eSports Dota 2

MDL Chengdu Major, Eropa Diwakili Dua Tim

MDL Chengdu Major akan membuka rangkaian Major pertama pada Dota Pro Circuit (DPC) musim 2019-2020. Tidak hadirnya sejumlah tim besar dalam daftar peserta, menjadi kesempatan bagi 16 tim untuk memperebutkan tempat di TI10. Turnamen ini sendiri dimulai pada hari Sabtu, 16 November.

Dliansir dari vpesports, menjelang TI9 lalu, Eropa selalu memiliki minimal tiga tim yang memperjuangkan gelar di ajang Major. Terkadang bahkan ada empat tim, karena Ninja in Pyjamas selalu menjadi unggulan di Minor dan masuk ke Major. Pada Major terakhir sebelum TI, Eropa bahkan diwakili oleh total lima tim.

twitter

Terlepas dari perkiraan publik bahwa tim-tim Tiongkok akan dominan di kandang mereka, grand final mempertemukan dua tim Eropa. Tiga dari enam tim asal Eropa berhasil masuk ke empat besar pada turnamen yang berlangsung di Shanghai. Akan tetapi, di MDL Chengdu Major kali ini, Eropa hanya akan diwakili oleh dua tim.

Valve mengumumkan hanya ada dua slot untuk tim Eropa pada Major pertama musim ini. Mereka tidak memiliki penjelasan resmi mengenai distribusi slot regional. Dengan tim unggulan sedang rehat, daftar nama baru Alliance dan Team Liquid datang untuk mempertahankan reputasi kawasan Eropa.

youtube

Keduanya datang ke Tiongkok dengan sudah memiliki pengalaman LAN di musim baru. MDL Chengdu adalah Major pertama, tetapi ini bukan LAN pertama setelah TI9. Musim kompetisi dimulai pada pertengahan Oktober lalu di Rotterdam, Belanda, dengan DreamLeague Season 12, dimana Alliance keluar sebagai juara.

Team Liquid juga ada di sana, tetapi mereka hanya menempati urutan keempat dalam turnamen yang diikuti oleh 8 tim tersebut. Beberapa hari kemudian, kedua tim bermain di ESL One Hamburg 2019. Tetapi, segalanya seolah menjadi lebih buruk untuk skuat Liquid yang baru.

youtube

Mereka tersingkir lebih awal di babak grup setelah kalah dari TNC Predator, Gambit Esports dan Quincy Crew. “Saya ingin berterima kasih kepada Team Liquid. Mereka benar-benar luar biasa sepanjang kami bersama, dan kami berharap dapat membawa mereka hasil yang layak,” ujar kapten Team Liquid, Aydin “iNSaNiA” Sarkohi dalam sebuah wawancara di DreamLeague.

Masalah yang dialami oleh Team Liquid sebenarnya adalah tekanan eksternal yang dialami rekrutan baru mereka. Bagaimana tidak, tim ini berhasil membawa pulang gelar TI7 Aegis of Champions dan mencapai grand final TI9. Wajar jika beban berat dipikul oleh para roster Team Liquid.

Team Liquid sempat menjadi salah satu tim Dota 2 terkuat di dunia dan lawan yang ditakuti dengan basis penggemar yang besar. Tetapi mereka masih perlu bekerja lebih keras untuk meraih hasil terbaik dengan skuat saat ini.

Di sisi lain, para roster Alliance tidak memiliki pelatih untuk menjalani turnamen Major ini. Akan tetapi, sang kapten mengatakan tidak menutup kemungkinan bagi timnya untuk merekrut pelatih.

“Kami memutuskan sebagai tim bahwa kami ingin memulai tanpa pelatih dan melihat bagaimana kelanjutannya. Mungkin nanti di kemudian hari kami akan mencari seorang pelatih,” kata Adrian “Fata” Trinks, kapten Alliance pada bulan Oktober.

Finish pertama di DreamLeague dan ketiga di ESL One Hamburg 2019 menempatkan Alliance selangkah di depan Team Liquid. Namun, hal yang menarik untuk disaksikan pada Major yang akan datang adalah di mana kedua tim harus melawan tim-tim besar dari wilayah lain.

MDL Chengdu Major dimulai pada 16 November dengan empat grup. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan maju ke babak playoff. Sedangkan dua tim terbawah akan memulai playoff dari braket bawah.

Leave a Reply