eSports Dota 2

NewBee Bidik Roster Forward Gaming

Para pecinta Dota 2 baru-baru ini mendapat kabar mengibakan dari tim raksasa peserta TI9 yakni Forward Gaming. Dikabarkan, tim ini sedang mengalami krisis ekonomi dan terancam bangkrut, menghilang dari ranah esports Dota 2. Tim Forward Gaming sempat menyemangati diri bahwa tim ini mampu memenangkan ajang TI9 dan memperbaiki keadaan. Tapi kenonaktifan staf dan management tim ini sudah tidak bisa ditutup-tutupi, terlebih soal pembayaran gaji yang masih menunggak.

Setelah sempat kebingungan kemana harus memposisikan diri, akhirnya para pemain Forward Gaming menjumpai naungan baru. Kini mereka diakuisisi oleh tim asal Cina, Newbee untuk lewati ajang The International 9 di Shanghai. Mengutip dari laman twitter @newbeecn ternyata Newbee beranggotakan YawaR, CCNC, Sneyking, MSS dan pieliedie. Koach Newbee bernama Kurtus ling dengan Jack Chen sebagai Managernya.

Newbee sendiri adalah juara ajang The International tahun 2014  dan menjadi runner-up di tahun 2017. Tahun ini Newbee gagal berpartisipasi karena poin Pro Circuit yang tidak mumpuni di kualifikasi. Tapi ternyata, ada cara lain bagi mereka untuk mengikuti ajang TI9 yakni dengan mengemas peserta tim tanpa naungan. Tentu saja Forward Gaming jadi bidikannya untuk memuluskan rencananya pada ajang The International 9.

Bukanlah hal baru di ranah Dota 2 seandainya ada pemain yang dilepas begitu saja secara tiba-tiba oleh organisasinya. Sistem kontrak di ranah esports ini bisa dibilang fleksibel tanpa embel-embel rumit yang membuat pusing. Sangat bisa jadi jika Newbee tiba-tiba mensponsori tim lain dalam event Dota 2 lainnya dengan sistem kontrak yang sekarang.

Kesepakatan kerjasama antara Newbee dengan para pemain eks-Forward Gaming diduga karena link sang manager KBBQ. Banyak pihak yang berasumsi bahwa masih banyak tim lain tertarik dengan para pemain eks-Forward Gaming. Asumsi public pun merambat memprediksi bahwa Newbee hanya mensponsori untuk event TI9 tanpa melanjutkan kerjasama. Asumsi tersebut lahir dari pihak-pihak yang beranggapan bahwa tim ini kurang meyakinkan untuk masuk 8 besar.

Jika dikatakan  bahwa para pemain eks-Forward Gaming tidak mumpuni untuk masuk ke 8 besar tidaklah sepenuhnya benar. Mengingat beberapa tahun yang lalu Forward Gaming sempat menjuarai ajang The International, maka potensinya masih ada. Kalau lah sampai Forward Gaming yang menjuarai ajang The International tahun ini, tentu management Newbee semakin tertarik.

Newbee sendiri merupakan tim raksasa Dota 2 yang sempat menjuarai ajang The International beberapa tahun lalu. Management Newbee sangatlah berhati-hati dalam memilih anggota tim untuk bekerja sama mencapai visi dan misi. Pemilihan pemain eks-Forward Gaming yang dilakukan Newbee kelihatannya bukan sekedar main-main belaka. Itu dilakukan pihak management Newbee tentu dengan perhitungan dan prediksi yang matang.

Gamers yang cerdas, ternyata ada pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan tim Forward Gaming di ranah esports. Ternyata sehebat dan sekuat apapun kita, akan ada tiba masanya dimana keadaan hidup berbalik 180 derajat dari sebelumnya. Siapa yang dapat mengira Forward Gaming yang tadinya juara The International kini harus menerima kenyataan pahit. Lalu siapa sangka kenyataan pahit yang dialami para pemain eks-Forward Gaming bisa cepat membaik.

Pelajaran itu tentu bisa kita bawa pada kehidupan nyata dimana nasib kita bisa saja tiba-tiba berubah dari yang kaya menjadi miskin. Atau dari yang tadinya hebat tiba-tiba menjadi lemah tak berdaya. Maka dari itu mari persiapkan diri untuk menghadapi kenyataan pahit dalam hidup dengan memperbanyak ilmu. Pastinya, memperbanyak ilmu tidak bisa dilakukan hanya dengan bermain game online tapi dengan cara belajar.

 

Leave a Reply