TI9
eSports Dota 2

OG Kembali Merenggut Aegis of Champion di TI9 Dota 2

Aegis of Champion TI9 Dota 2 yang selama ini dinanti-nanti oleh para fans, akhirnya berhasil direnggut oleh tim OG. Kesuksesan ini mengulang sejarah mereka pada perenggutan Aegis di TI8 lalu yang masih terngiang di ingatan para fans. Dengan kekuatan manageman dan kehebatan para pemainnya, maka layaklah jika OG mendapat gelar juara. Turnamen esports dengan prize pool terbesar ini menjadi bukti dari kehebatan, kekuatan, dan perjuangan semua pihak di tim OG.

Dilansir dari revivaltv.id, Secara perlahan namun pasti, tim OG mampu bergeser dari lower bracket hingga mencapai babak Final TI9. Bertemu dengan Team Liquid pada penghujung TI9, tak membuat mereka hilang power untuk menampilkan yang terbaik. OG membumihanguskan Team Liquid tanpa jeda, walaupun aksi kabur dari Team Liquid kerap kali berhasil dilakukan. Namun, permainan terbaik dari OG pun terus ditampilkan hingga team war selalu didominasi oleh mereka.

TI9
TI9

Duet solid Templar Assassin dan Meepo yang ditunjukan oleh Miracle dan w33 memang membuat OG kewalahan di awal. Bahkan, semua pasukan OG sampai bermain tak beraturan di awal final match melawan Team Liquid. Akhirnya OG pun kalah di match pertama dengan segala kejutan yang biasa ditampilkannya pada setiap pertandingan. Namun, kejutan selanjutnya dari OG pun dimulai kembali pada match kedua dimana mereka mengganti strategi.

Pada match kedua, Tiny yang jadi hero di bawah kendali Topson pada tiga pertandingan lantas dialihkan pada Jarax. Di Bawah kendali Jarax, Tiny dialihfungsikan sebagai hero support untuk memberi kejutan bagi Team Liquid. Ternyata, perubahan pengalihan hero tersebut berdampak manis bagi OG dan fatal untuk Team Liquid. Pasalnya, setelah perubahan kecil dari strateginya, OG pun murka dan berhasil membalikan keadaan yang mereka terima di awal.

TI9
TI9

Siapa yang bisa memastikan bahwa kekalahan OG di awal match bukanlah disengaja atau hanya sebuah kejutan? Faktanya, OG mengacak-acak Team Liquid di match berikutnya hanya dengan perubahan kecil dari strateginya. OG juga berhasil mengakhiri match ketiga dan keempat dengan durasi kurang dari 25 menit. Itu berarti, kekalahan OG di awal hanyalah penyusunan strategi untuk membaca pergerakan lawan dan jadi kejutan untuk Team Liquid.

Dengan hasil akhir yang demikian, OG kembali jadi pemegang trophy Aegis of Champion di ajang The International. Rasa bangga tentulah hadir pada perasaan semua pihak yang berkecimpung di club esports OG. Perjuangan dan jerih payah mereka setahun terakhir ini terbayar dengan kemenangan manis. Mereka berhasil menjadi juara kompetisi paling bergengsi Dota 2 The International untuk kedua kalinya.

TI9
TI9

Selain berhasil mengklaim Aegis of Champion untuk yang kedua kalinya, OG juga berhak akan USD$ 15.603,132. Jika diakumulasikan ke dalam rupiah, maka uang tunai yang berhasil dibawa pulang OG berkisar Rp.222 miliar. Dilihat dari uang tunai yang dibawa pulang, kelima pemain OG sepertinya akan jadi pemain esports terkaya di dunia. Dua tahun terakhir perjalanan tim OG, rasanya benar-benar jadi rentang waktu yang penuh dengan peristiwa.

Para  fans Dota 2, bisa belajar dari tim OG yang menjadi juara The International sebanyak dua kali berturut-turut. OG memperlihatkan tindakan yang secara tak langsung mengajak berjuang lebih keras untuk mencapai kemenangan. OG membuktikan pepatah lama yang mengatakan perjuangan tidak akan menghianati hasil. Selamat kepada OG atas pencapaian fantastisnya dan semoga prestasinya semakin membaik di tahun mendatang.

Leave a Reply