twitter
eSports Dota 2

Pada The International 9, Hero Dota 2 ini Tak Terpakai

Hero Dota 2 yang jadi karakter kejuaraan The International 9 masih sangat membekas di ingatan dan masih jadi perbincangan hangat. Salah satu perbincangan hangat tersebut adalah hero-hero Dota 2 yang tidak terpakai alias turun pamor di TI9. Banyak yang berasumsi bahwa hero-hero tersebut sudah terlalu parah terkena nerf dari Valve, sehingga kehilangan pamor. Namun tak sedikit pula yang berpendapat bahwa hero-hero lain lah yang terlalu besar mendapatkan buff sehingga jadi lebih popular.

Dilansir dari indosports.com, banyak hero-hero Dota 2 jadi alternatif andalan para player yang turut serta di kejuaraan TI9 beberapa waktu lalu. Seperti halnya tim OG, sang juara TI9 yang berkolaborasi dengan menggunakan Aghanim Scepter di ranah carry. Tim lain yang jadi peserta TI9 pun juga menggunakan alternatif hero yang dipercaya mampu memberikan warna baru permainan. Namun, ada tiga hero Dota 2 yang entah kenapa sama sekali tidak digunakan para peserta TI9 untuk memenangkan kejuaraan.

The International
The International

Karakter buatan Valve di Dota 2 yang sama sekali tak terpakai pada ajang TI9 tersebut adalah Clockwerk, Ursa, dan Keeper of The Light. Ada banyak alasan dari publik  mengapa hero-hero ini tidak terpakai di kejuaraan paling bergengsi Dota 2 tersebut. Mulai dari penguasaan yang sulit, tingkat movement speed yang jauh kalah, serta penghasil daya rusak yang tidak seberapa. Alasan tersebut akan dikupas satu-persatu untuk Anda, menurut hasil riset dan sumber situs Liquipedia.

Para pemain Dota 2 tentu sudah familiar dengan Clockwerk, hero berbentuk robot dengan tampilan yang abstrak. Hero ini adalah pengguna serangan jarak dekat yang sudah pasti tidak bisa kabur jika terkena gang bang oleh lawan. Walaupun HP dan defense dari Clockwerk cukup kuat, namun apalah daya jika dikeroyok musuh tapi sulit kabur. Selain itu, ia harus menyerang musuh dari jarak dekat sehingga sangat kecil kemungkinannya untuk memproduksi kill atau assist.

twitter
twitter

Kemudian, hero Dota 2 lainnya yang tak terpakai di TI9 yakni Keeper of The Light juga punya kekurangan yang menurunkan pamornya. Satu-satunya kekurangan yang sangat membuatnya turun pamor adalah darah yang tipis sehingga ia mudah mati. Sehebat dan sebesar apapun daya rusak yang diberikan hero Dota 2 kepada musuh, dengan darah yang tipis tentu tak ada gunanya. Terlebih jika untuk bertanding di kancah International yang pesertanya adalah para pro player, bisa-bisa selalu mati konyol.

Terakhir, ada Ursa yang juga bernasib sama seperti Clockwerk dan Keeper of The Light dengan prestasi menjadi hero tak terpakai di TI9. Alasan utamanya adalah karena skill dan kemampuannya kurang memberi kontribusi untuk tim dalam pertandingan. Dengan begitu, ada atau tidak adanya Ursa saat match berlangsung rasanya tidak memberikan efek alias sama saja. Kelebihan dari hero ini hanyalah mengambil Roshan, dan potensi snowball tinggi pada early game yang kurang diminati para player.

twitter
twitter

Cukup sedih melihat hero-hero ini seperti terlupakan dari persaingan di dunia Dota 2 kancah The International 9. Pasalnya, dulu hero-hero tersebut punya popularitas yang tinggi dan selalu jadi first pick para pemain Dota 2. Semoga saja di kejuaraan The International 10 nanti nama mereka semakin membaik dan popularitasnya segera kembali. Minimal, popularitas mereka bisa setara dengan Windranger, Slark, Juggernaut, atau Invoker.

Leave a Reply