TI9
eSports Dota 2

Pajak Memotong Hadiah Para Pemenang TI9 Dota 2

TI9 Dota 2 adalah turnamen dengan prize pool yang memecah rekor sebagai hadiah terbesar tahun ini. Jumlahnya yang sangat fantastis, tentu mampu merubah kehidupan seseorang jadi lebih baik dalam kebutuhan finansial. Pemenang The International tahun ini berhak membawa uang senilai $15.603.132 USD atau setara dengan Rp213.5 milyar. OG jadi tim yang beruntung memenangkan dua kali kejuaran Dota 2 yang paling bergengsi tersebut.

Sorak-sorai mendadak kaya mungkin mereka rasakan pada kemenangan TI8 di tahun 2018 lalu. Namun, tahun ini pemain OG sepertinya sudah lebih siap secara mental untuk menyikapi kemenangan dengan hadiah sebesar itu. Setelah kembali ke negara masing-masing, para pemain OG harus menyelesaikan kewajiban mereka yaitu bayar pajak. Mau tidak mau, suka tidak suka, terima tidak terima, mereka harus menelan kenyataan yang terbilang pahit tersebut.

TI9
TI9

Pada kemenangan TI8 tahun lalu, Topson dari OG sempat berbagi kisah tentang potong pajak pada uang kemenangannya. Pemotongan akibat pajak pada uang kemenangannya tersebut harus mengurangi jumlah pendapatannya hingga 60%. Pada kemenangan TI9 tahun ini, kemungkinan besar Topson juga menjumpai kenyataan pahit yang serupa. Untuk lebih jelasnya mengenai ilustrasi pemotongan uang hadiah Topson, simak perinciannya seperti berikut ini.

Bila OG membagi hasil secara adil, maka uang hasil turnamen TI9 akan dibagi rata pada lima pemainnya. Uang tunai senilai $15 juta USD jika dibagi lima maka akan ditemukan hasil $3 juta USD bagi tiap pemain. Jumlah pajak yang harus dibayar Topson adalah 60% dari $3 juta USD yang berarti senilai $1,8 juta USD atau setara Rp.25 miliar. Seandainya menjadi Topson, kira-kira bagaimana kondisi pikiran dan perasaan Anda menyikapi pemotongan pajak tersebut?

TI9
TI9

Kemudian, JerAx sebagai support 4 yang jadi pemain keberuntungan OG pun kemungkinan mengalami hal serupa. Asumsi itu terbentuk karena JerAx juga satu warga negara bersama Topson, yakni Finlandia. $1,8 juta USD harus ia korbankan untuk menunaikan kewajibannya dari pemotongan pajak. Walaupun begitu, JerAx sepertinya sudah tidak sekaget dulu waktu pertama kali mengalaminya.

Notail, pemain OG yang tinggal di Skandinavia juga menemui pemotongan pajak yang tak kalah tinggi dari JerAx dan Topson. Negara tempat Notail tinggal memberi penerapan pajak dengan persentase 55% dari total pendapatan. Itu berarti, jumlah uang yang harus dibayar oleh Notail sebesar $1.650.000 USD atau setara dengan Rp23 miliar. Walaupun tinggal di negaranya memang sejahtera, namun itu semua karena penerapan pajak pendapatan penghasilan tertentu.

TI9
TI9

Prancis, negara asal Ceb yang juga jadi salah satu pemain andalan OG pun menerapkan pajak pendapatan yang tinggi. Hal ini membuat aksi mogok berbagai kalangan dengan profesi yang berpenghasilan tinggi karena 75% pajak pendapatan. Pemain OG ini beruntung karena saat in Prancis menerapkan pajak maksimal sebesar 59.60% saja dari total pendapatan. Itu berarti, Ceb harus mengikhlaskan $1,8 juta USD sebagai tanggung jawab atas kewajibannya pada negara.

Satu lagi pemain Dota 2 dari OG yang berkediaman di negara Australia yakni Ana juga menerima nasib serupa dengan partnernya. Ana dibebankan dengan pajak penghasilan sebesar 47% yang diterapkan oleh negaranya. Itu berarti, nominal uang yang harus dibayar Ana kisaran $1,5 juta USD dari hasil pendapatannya. Walaupun pajak pemotongan pendapatan tersebut untuk kemakmuran negara, tapi menurut Anda apakah tidak terlalu besar?

Leave a Reply