dotablast

Pemain Veteran Dota 2 Menyeberang ke LoL

eSports Dota 2

Ylli “garter” Ramadani merupakan salah satu pemain veteran Dota 2 yang telah bermain Dota sejak generasi pertama. Dia pertama kali menjadi seorang gamer profesional pada 2007 dan menjadi salah satu pemain Albania paling terkenal di dunia. Namun, di awal tahun ini dia membuat pengumuman yang mengejutkan.

Dilansir dari dotesports dan vpesports, setelah bermain di musim 2019 untuk tim kecil dan tidak terlalu sukses, garter memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru. Garter telah mengkonfirmasi pengunduran dirinya dari kancah kompetitif Dota 2. Namun, yang menjadi sorotan adalah dia mengumumkan untuk menyeberang ke League of Legends.

Dalam beberapa minggu terakhir, ada cukup banyak adu mulut antara pemain Dota 2 dan League of Legends. Semua berasal dari Tweet beberapa pemain profesional kedua game populer tersebut. Dengan komentar-komentar yang memulai debat panas, seorang pemain veteran Dota 2 malah muncul dengan berita tersebut.

dotablast

Dia memutuskan untuk mengakhiri karier Dota 2 yang sudah panjang dan hijrah ke game MOBA lainnya, LoL. Dalam posting TwitLonger sebelumnya, Garter menuliskan beberapa detail tentang keprihatinannya dan masalah dengan Dota 2. Tak lama kemudian, dia memastikan untuk meninggalkan permainan tersebut.

“Ada begitu banyak perubahan dan inkonsistensi yang membuat waktu antrean sampai satu jam atau permainan menjadi tidak seimbang,” tulisnya. “Permasalahan utamanya disebabkan karena kebosanan dengan sistem, perubahan konstan dan komunitas yang toxic.”

Dengan menuliskan pesan singkat di Twitter, dia pun pamit dari panggung profesional Dota 2. “Keluar dari yang lama, dengan yang baru,” tulis garter di Twitter tentang pengunduran dirinya. Di situlah dia menjelaskan kepada penggemar untuk pindah menjadi pemain kompetitif LoL.

“Apa yang seharusnya menjadi keputusan sulit sekarang menjadi mudah bagi saya setelah semua ini,” kata Garter. “Ada saatnya Anda tidak bisa terus berjuang melawan sistem yang rusak.

“Dota 2 benar-benar permainan yang luar biasa. Saya telah bertemu dengan banyak orang luar biasa dan memiliki pengalaman positif dan berdampak. Tetapi sekarang saatnya untuk menggantung topi Dota 2 saya dan memulai tahun baru, dekade baru dengan awal baru.”

dotablast

Garter berkesempatan untuk bermain bersama para pemain yang sangat hebat dan telah mencapai hal-hal luar biasa. Sébastien “Ceb” Debs, Michael “miCKe” Vu, Neta “33” Shapira, dan Aydin “iNSaNiA” Sarkohi, semua pernah bersama garter. Tetapi, tidak ada satu pun dari mereka yang bisa menurunkan posisi garter.

Dia mungkin akan menjadi pemain utama dalam Prodota Gaming paling diingat sepanjang masa. Namun, meski tim berhasil menggaet beberapa pemain kuat, persaingan di wilayah Eropa masih terlalu berat. Garter pun meninggalkan organisasi pada Juni 2017 dan dia telah menjadi seorang ‘journeyman’ sejak saat itu.

Melanjutkan pesan perpisahannya, Garter mengkritik bagaimana organisasi yang lebih besar mengambil pemain dari tim kecil. “Setiap tim yang menawarkan gaji tinggi dapat memburu pemain dari tim Anda pada waktu tertentu. Misalnya seperti saat pertengahan musim, satu hari sebelum kualifikasi, bahkan di tengah acara,” kata Garter.

“Contoh paling baru adalah tim (Danil “Dendi” Ishutin) yang memenangkan turnamen. Sehari kemudian (Alexey “nongrata” Vasilyev) diburu oleh Team Spirit yang mungkin bisa menghancurkan tim potensial tersebut.”

Dia menunjukkan kecintaannya terhadap Dota 2 yang dimainkannya. Tetapi kancah kompetitif di level atas memiliki begitu banyak masalah yang kemudian berdampak ke bawah.

Garter bukanlah pemain veteran Dota 2 pertama yang juga bermain LoL. Tetapi dia tentu ingin menjadi yang pertama untuk membuat lompatan yang sukses di antara dua game MOBA tersebut.

Leave a Reply