Mushi
eSports Dota 2

Peran di Balik Layar Mushi Kembali ke Mineski

Mineski tahu betul kemampuan mereka sekarang belum mumpuni untuk menghadapi tim-tim besar di ajang The International 9. Maka dari itu, Mineski menghadirkan seorang trainer fenomenal sekaligus motivator bagi mereka yakni Chai “Mushi” Yee Fung. Mereka berbuat demikian untuk memperkuat mental dan taktik saat menghadapi tim-tim besar di ajang The International 9. Karena reputasinya yang sudah begitu melegenda, Mineski tak ragukan Mushi untuk melatih dan membimbing di dalam tim.

Dilansir dari esports.id, kedekatan emosional antara Mineski dan Mushi tidaklah asing dikarenakan Mushi pernah menjadi bagian di dalam tim. Selama kurun waktu kurang lebih dua tahun yakni periode 2017-2018, Mushi pernah berkontribusi untuk Mineski dengan hasil memuaskan. Hubungan mereka semakin harmonis dengan perolehan juara PGL Open Bucharest dan Dota 2 Asia Championship 2018 lalu. Selain itu, bersama kontribusi Mushi, Mineski juga menjuarai event Dota 2 berkelas Major sebagai tim Asia Tenggara pertama.

Mushi
Mushi

Saat menjadi pemain, Mushi dijuluki M-God oleh para pemain berkelas God lainnya yang mengakui kehebatan seorang Mushi. Julukan ini diperoleh karena rekor player 13 hero berbeda pada ajang The International 2013 lalu. Selanjutnya rekor tersebut dipatahkan oleh dirinya sendiri di ajang The International 6 dengan player 22 hero berbeda di satu event. Sungguh suatu pencapaian langka yang membuat Mushi layak dijuluki M-God maupun pemain legenda.

Namun penurunan taring Mineski menjelang tahun 2019 membuatnya pergi dan memilih untuk berkontribusi di tim lain. Ia berganti tim dari satu tim ke tim lain seraya menunggu kecocokan baru yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Ia pernah membela tim Tigers, Aster, dan Geek Farm setelah memutuskan untuk hengkang dari Mineski. Tapi apa daya, tidaklah ia temukan tim yang menurutnya lebih nyaman daripada Mineski yang telah ia bela sebelumnya.

Tak ada kecocokan di tim lain yang mampu menyamai kenyamanan saat dirinya bersama Mineski. Karena bersama Mineski, Mushi merasakan bagaimana rasanya menjadi juara serta popular di scene SEA. Beberapa roster Mineski pernah merasakan bagaimana naiknya mental tim saat bermain bersama Mushi. Mereka paham bagaimana menurunnya mental tim serta power Mineski setelah kepergian Mushi.

Mushi

Untuk itu, Mushi kembali dihadirkan di tim Mineski sebagai pelatih untuk memperbaiki arah permainan tim. Ia resmi menggantikan Tang “71” Wenyi yang berperan sebagai pelatih sebelumnya di tim Mineski. 71  juga berkontribusi membawa mineski menang di Dac Major 2018 lalu. Ia juga dikenal sebagai sosok yang memiliki leadership hebat seperti Mushi dengan sumbangsih besar yang selalu diberikannya.

Bergantinya pelatih Mineski dari 71 menjadi Mushi diharapkan mampu membawa tim ini berkembang pesat. Mushi ingin Mineski tak banyak membuang waktu yang harusnya bisa digunakan untuk memperbaiki mental serta power tim. Wajar saja jika keinginannya seperti itu mengingat pada masa kejayaannya dulu, Mineski memang tim dengan power yang kuat. Citra Mushi yang selalu ingin perfectionist dan memperbaiki kesalahan kecil dalam tim sepertinya mampu membawa Mineski kembali ke puncak.

Mushi memang hebat, namun bukan berarti 71 tak layak lagi melatih Mineski yang sedang turun pamor. Mereka berdua adalah sosok leader dengan kemampuan yang hampir serupa seperti macan dan singa. Walaupun sesame predator, namun ada situasi dan kondisi yang membuat keduanya harus terlihat berbeda. Begitupun dengan Mushi dan 71 dalam perannya menjadi pelatih di tim Mineski pada esports Dota 2.

Leave a Reply