Youtube
eSports Dota 2

Performa T1 Divisi Dota 2 di Hainan Master Cup

T1 Divisi Dota 2 adalah salah satu tim partisipan dalam turnamen Hainan Master Cup yang juga diikuti oleh tim-tim besar. Pada divisi League of Legends T1 punya nama besar sebagai tim yang paling ditakuti pada setiap kompetisi. Namun, sayangnya title sebagai tim paling ditakuti ini tak nampak pada divisi Dota 2 pada turnamen Hainan Master Cup. Roster T1 berikan performa yang mengecewakan pada turnamen tersebut yang mengharuskan mereka turun pamor.

Dilansir dari revivaltv, Pada turnamen Hainan Master Cup Dota 2, T1 hadir sebagai partisipan bersama 8 tim hebat lainnya. Mereka saling bersaing dengan mengeluarkan performa maksimal untuk memperebutkan kemenangan dalam turnamen ini. T1 sendiri adalah tim yang berasal dari Korea Selatan yang diharapkan menjadi tim unggulan oleh para pendukungnya. Forev dan kawan-kawan yang tergabung dalam tim T1 pun berusaha dengan maksimal untuk menampilkan yang terbaik.

Youtube

Bertemu dengan EHOME dalam pertandingan di Hainan Master Cup, nyatanya T1 cukup kaget. EHOME berhasil membabat habis T1 dengan skor telak 2-0 tanpa perlawanan sedikit pun. Forev MP, Xemistry, sn0w, dan xFreedom yang tergabung sebagai squad T1 terlihat keteteran menghadapi EHOME. Sepertinya squad ini belum menemukan kekompakan dalam menentukan strategi untuk bermain dengan baik.

Kekalahan T1 ini sebenarnya sudah bisa ditebak sejak awal dimana EHOME berhasill menang dalam durasi 31 menit. Permainan epic dari EHOME memang sangat merepotkan roster T1 bahkan sejak early game. Penculikan dan gang bang sering ditunjukan oleh tim EHOME yang notabennya memang para pemain garang. Debut EHOME di berbagai kompetisi Dota 2 pun lumayan berprestasi terlebih pada The International.

Youtube

Match kedua pun tidak jauh berbeda dengan match pertama karena di match kedua ini T1 pun habis oleh serangan EHOME. Parahnya lagi, EHOME yang memakai Tinker safelane masih bisa bermain dengan baik pada match kedua ini. Padahal Tinker safelane cukup lemah untuk digunakan sebagai opsi andalan ketika suatu tim sedang berkompetisi. Kekalahan tersebut membuat T1 harus berada di posisi ujung dan harus gugur pulang ke kampung halaman lebih dulu.

Walaupun begitu, sebagai hadiah apresiasi dari pihak penyelenggara, T1 tetap mendapatkan US$ 2,485. Uang hadiah tersebut setara dengan Rp.34,6 juta jika dikonversikan kedalam mata uang Indonesia. Pastinya, uang hadiah tersebut bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan oleh T1 karena faktanya mereka beri performa buruk. Para pendukung T1 yang kecewa dengan performa buruknya berharap agar tim kesayangan mereka melakukan introspeksi.

Youtube

Jika ingin tetap show up dalam ranah kompetisi Dota 2, nampaknya T1 harus benar-benar memperbaiki kekurangannya. Kekompakan antar pemain ketika bertanding jadi salah satu hal yang mesti diperhatikan agar diperbaiki lebih dahulu. Selain itu, nampaknya T1 juga harus banyak menyaksikan pertandingan dari tim lain untuk membaca strategi lawan. Dengan membaca strategi lawan, tentu T1 bisa bermain lebih siap dan dengan performa yang lebih baik lagi.

T1 Divisi Dota 2 memang sedang dalam performa yang kurang baik pada turnamen Hainan Master Cup. Walaupun sudah berusaha maksimal, tidak bisa dipungkiri bahwa kekurangan mereka masih banyak kala bertanding melawan EHOME. Kekalahan tersebut menjadi sebuah pil pahit yang harus ditelan T1 sebagai obat bagi tubuh tim yang sedang tak beres. Menurut Anda, apakah T1 akan berevolusi menjadi tim yang mendominasi kompetisi kedepannya pasca kekalahan ini?

 

Leave a Reply