PSG LGD
eSports Dota 2

Performa Tim Dota 2 Tiongkok Diungkap PSG.LGD

Setelah selesainya ajang The International 9 yang dimenangkan oleh OG, banyak tim Dota 2 yang berganti punggawa. Itu mereka lakukan untuk mengatur perbaikan agar performa tim jadi lebih baik lagi daripada sebelumnya. Tapi, ada yang menarik dari tim Dota 2 asal Tiongkok yakni PSG.LGD yang mengumumkan untuk setia dengan roster yang sama. Itu memang salah satu strategi untuk menambah kekompakan dengan memperpanjang durasi kebersamaan antar sesama pemain.

Kabar tersebut dipublikasikan oleh Pan “Fei” Fei selaku General Manager PSG.LGD melalui akun Weibo resmi miliknya. Dalam video tersebut ia terlihat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah ditanyakan oleh tim dan cukup tajam. Ia juga menjelaskan bagaimana perasaan atau apa yang dirasakannya setelah menerima kenyataan di TI9. Namun, Fei  terlihat menjawab semua itu dengan tenang namun penuh kepercayaan diri didepan awak kamera.

Liquipedia
Liquipedia

Beberapa pertanyaan yang ditanyakan pada PSG.LGD adalah pertanyaan mengapa mereka melewatkan major pertama. Fei mengatakan bahwa PSG.LGD harus beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan para roaster mereka. Seperti Lu “Maybe” Yao yang saat ini sedang mengalami gejolak mental yang cukup serius pada emosionalnya. Kemudian ada juga Fy yang harus menjalani operasi sehingga ia memilih untuk mengistirahatkan seluruh roaster PSG.LGD.

Setelah menjawab pertanyaan tersebut, timbul lagi pertanyaan mengenai performa tim Tiongkok belakangan ini. Lalu ia menjawab bahwa tim Tiongkok memang belum bisa mengembalikan citra dan mental juaranya seperti dulu. Fy juga beranggapan bahwa PSG.LGD punya tingkat keterampilan yang sudah mulai tidak kompetitif. Penyebabnya, perbedaan mental pemain saat dulu dan sekarang yang memang banyak faktornya.

The International
The International

Namun alasan yang sangat besar adalah hengkangnya pemain jenius dan kekurangan guru untuk menetaskan bibit unggul yang baru. Ia menambahkan bahwa pemain veteran seperti Yao, xiao8, YYF, LngDD  adalah para aktivis yang sekarang sudah jadi pelatih. Mereka-meraka tersebut lah yang ada di tingkat level Kuroky dan Puppey dan harus mempunyai penerus untuk kelanjutan Dota 2 Cina.

Dengan begitu, mereka telah membuat kurangnya pemimpin dalam game tim Dota 2 Tiongkok yang performanya buruk. Semakin sedikitnya pemain baru juga jadi masalah utama bagi tim Dota 2 Tiongkok saat ini. Ranah Dota 2 tier 2 – 3 begitu  menakutkan sehingga mereka jadi kesulitan untuk mengatur pemain dan strategi. Hal itu pun yang jadi kegelisahannya selama beberapa pekan ini hingga memikirkan penyebab-penyebabnya.

VPGAME

Fei juga memberikan jawaban mengenai kosongnya posisi pelatih semenjak Yao “QQQ” Yi meninggalkan tim Tiongkok. Sempat terngiang di pikirannya untuk mengajak Heen, mantan pelatih TNC untuk bergabung dengan tim Tiongkok. Menurutnya, Heen adalah salah satu tokoh atlet esports Dota 2 yang punya banyak hal yang tidak dimiliki atlet lain. Ia ingin Heen memberikan sumbangsih pada pemain baru Dota 2 yang ada di Tiongkok untuk ditetaskan sebagai pemain unggulan.

Fei pun sudah melakukannya namun sayangnya ia mendapat penolakan dari Heen yang khawatir dengan masalah bahasa. Menurut Heen, seorang pelatih harus terus menjaga komunikasi yang baik dengan semua atletnya. Dengan dua bahasa yang berbeda antara pelatih dan pemain, tentu Heen pun merasa itu bukan cara yang tepat. Heen menyarankan agar Fei mencari sosok lain saja, supaya bisa berkontribusi dengan maksimal seperti ajang The International 9 kemarin.

Leave a Reply